Arti Kehidupan

Posted: November 17, 2013 in experience
Tags:

Semakin lama  hidup kita akan semakin terasa sunyi. Ketika malam mulai datang saat itulah awal dari kesunyian itu. Pernahkah anda terbangun dari tidur anda yang nyeyak lalu anda sadar bahwa semua yang ada disekeliling anda sudah tertidur pulas. Saat itu anda akan merasakan kesunyian. Anda akan merasakan yang namanya kesepian dalam kesendirian. Esensi kehidupan kita tak jauh berbeda dengan semua kesunyian yang kita rasakan ketika malam semakin larut.

Saat kita merasakan pagi hari, maka itulah awal dari hidup kita hari ini. Saat mata kita terbuka, dunia telah menanti kita dengan segudang aktivitas yang harus kita lakoni sebagai rutinitas kita di dunia ini. Saat pagi itulah saat itu mulai menyusun rencana, bahkan semua yang kita lakukan nanti berawal dari persiapan kita pada pagi hari. Persiapan tersebut meliputi sarapan, persiapkan perlengkapan, mandi dan berpakaian yang rapi. Setelah semua sudah barulah kita memutuskan untuk berangkat menuju tempat rutinitas kita sehari-hari. Seperti halnya rutinitas pagi hari, kehidupan kita juga mengalami fase persiapan, fase dimana kita mempersiapkan diri kita untuk menempuh perjalanan hidup kita, menempuh beribu rintangan dan cobaan yang akan menempah diri kita. Persiapan itu membutuhkan waktu yang lama. Kita belajar akan arti kedewasaan, belajar mengerti akan hal-hal baru, belajar menaklukkan ketakutan kita dan belajar dari pelajaran yang menjadikan kita lebih berpengalaman. Layaknya kita sarapan, semua bentuk bekal itu akan menjadi energi dalam mengarungi hidup kita. Menjadikan kita siap untuk menghadapi dunia yang telah menanti kita di luar sana.

Ketika siang hari, kita telah bergelut dengan setumpuk persoalan kantor. Terkadang masalah yang menghadang atau bahkan kesenangan yang menghampiri. Semua seakan silih berganti dan semua menjadi pelengkap tugas harian kita di kantor. Saat istirahat adalah saat untuk menyegarkan kembali diri kita, mengisi ulang tenaga yang  kita miliki dengan menyantap makan siang atau sekedar bercanda gurau dengan teman sekantor sambil menikmati secangkir kopi hitam pahit di sudut kafe di depan kantor kita. Saat itulah kesenangan sesaat yang memberikan kita tenaga baru hingga hari beranjak dalam mega merah di ufuk barat. Dan begitulah kisah kita, saat kita telah mapan dalam hal pengetahuan dan pengalaman, maka dunia telah menanti kita. Kita yang telah dewasa dalam pandangan umur dan pemikiran akan dihadapkan pada dunia kerja, dunia yang menuntut kita untuk menghasilkan uang, menghasilkan nafkah. Saat itulah dalam hidup yang menjadi tolak ukur perubahan kehidupan seseorang. Saat waktu untuk bersenang-senang telah berganti dengan waktu untuk berjuang. Berjuang menghadapi dunia, berjuang menghadapi ego dan berjuang dalam mendekati yang namanya kemakmuran. Terkadang semua itu terhalang oleh berbagai rintangan, baik yang kita sadari maupun yang kita abaikan secara langsung. Mungkin dalam hidup kita fase ini adalah fase krusial, dimana kita berusaha menunjukkan eksistensi diri kita, yang bukan lagi seorang anak namun telah menjadi orang tua. Kita mulai mengajarkan generasi kita bekal yang sama yang kita gunakan, bahkan terkadang kita memberikan mereka bekal yang lebih, kita mengajarkan mereka pengalaman dan saat tua menghampiri kita, kita hanya mampu menatap masa-masa silam yang menjadi pengalaman dan kenangan yang membumi dalam ingatan kita.

Saat malam mulai datang, hari tua kita telah tiba. Saat kita mulai menatap senja dalam rabunnya padangan kita. Mungkin begitulah hidup kita. Semua menjadi akhir dan pasti akan berakhir. Untuk apa semua perjuangan kita, toh akhirnya kita akan sendiri dalam kesunyian dan kegelapan. Untuk apa semua pengorbanan kita, semua yang menjadikan kita angkuh dan penuh kesombongan atas prestasi dan prestise yang ternyata hanya menjadi kenangan memori semata. Untuk apa semua itu kalo kita hanya akan melihat gelapnya malam dalam kesunyian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s