Archive for January, 2014

Takkan Terganti Selamanya (eps.2)

Posted: January 31, 2014 in cerpen, Rasa
Tags: , ,

Ibu duduk beralaskan lantai, dengan penuh iba aku tak sanggup melihat keadaan itu. Ia terduduk di depan orang tua itu, lalu ku tempatkan diriku duduk tepat di sampingnya. Ibu yang tadi begitu tegar melalui jalan yang berbatu, jalan yang asing dan jauh dari keramaian hanya untuk menemui orang pintar tersebut. Kini kami tepat di depan orang tua tersebut, ia sudah udzur, matanya tak lagi mampu melihat dengan jelas, Nampak jelas ia hanya mengenali orang-orang disekitarnya dari suaranya. Ibu mulai memohon dengan bahasa daerah yang kental dikarenakan orang tua itu hanya dapat mengerti bahasa daerah tersebut. Bukan permohonan biasa yang ibuku lakukan kali ini, aku melihatnya bermohon dengan penuh iba dan mengharap belas kasih, ia bahkan mencucurkan air matanya berharap sang orang pintar mau mengobati sakit yang ku derita. Hatiku penuh sesak dengan perasaan haru dan pilu, aku membuat ibuku menangis di depan orang tua yang terkenal pandai mengobati penyakit tumor ini. (more…)

Gerilyawan Sejati

Posted: January 31, 2014 in experience, jelajah
Tags: ,

Mungkin aku terlalu jauh melangkah ke masa lalu, berpendar dengan kisah yang samar dan tak jelas bagiku. Aku tak berpatisipasi dalam kisah ini, hanya kabar dan berita yang bertalu silih berganti dari obrolan kosong tak berarah saat aku berobat pada orang pintar itu. Namanya Haji Wela, salah satu saksi hidup bagaimana kejamnya masa pendudukan penjajah di kampung kami dulunya. Dalam kisah yang tak berpangkal dan berujung itu, aku memantikkan ujung perkara dalam sebuah kisah gerilyawan dan para pengungsi yang harus masuk ke dalam hutan untuk menghindari pengejaran pasukan penjajah yang mulai menembaki dan menangkap rakyat biasa untuk dijadikan budak ataupun  pekerja. (more…)

Takkan Terganti Selamanya (eps.1)

Posted: January 28, 2014 in cerpen
Tags: ,

Hari ini merupakan perjalanan panjang bagiku, bukan dalam kontek konotasi namun lebih kepada denotasi nyata akan perjalanan panjang yang saya mulai pukul 04.00 dinihari hingga akhirnya tiba di kantin ini. Sebuah kantin SMA yang baru berumur lebih dari lima tahun ini merupakan istana kecil kami dulunya. Sebuah ruangan berdinding papan bersebelahan  tembok langsung dengan ruang kelas ini telah menjadi bagian sejarah kehidupan kami. Tapi hari ini aku kembali untuk menyempatkan diri sejenak beristirahat dari aktivitas kuliah yang berkepanjangan. Libur akhir semester tahun ini cukup panjang namun aku baru sempat kembali ke kampung di minggu terakhir liburan ini.

Setelah berkendari hampir sembilan jam, sang kuda besi berwarna biru akhirnya merapat tepat di depan kantin di sudut tenggara SMA ini. Aku membuka helm dan melihat ke dalam kantin, sekilas terlihat wajah ibunda yang hari ini terlihat sedikit lesu. Ketika melepas helm dari kepalaku, barulah beliau sadar dan agak terkejut kalau yang datang adalah anak keduanya dari enam orang anak yang telah ia lahirkan, Ia terheran-heran juga akan hadirnya anak yang selalu manja padanya. Yah, memang sangat jarang saya dan saudaraku yang lain berkendara dengan motor tuk jarak yang jauh tersebut bahkan terkadang kami dipaksa untuk menggunakan mobil sewa saja dengan alasan keamanan dan kenyamanan kami. Memang  tak ada yang selalu terpikir oleh kedua orang tua kami selain rasa aman yang harus diberikan kepada kami semua. Namun hari ini aku memutuskan tuk datang dengan menggunakan moda transportasi roda dua ini agar nantinya aku berkesempatan untuk mengunjungi teman lamaku yang tinggal di seberang kecamatan yang terpisahkan oleh sebuah kota administrative yang telah lama dimekarkan. Dengan membawa tas ransel hitam yang sering saya gunakan tuk menenteng buku ke kampus, saya membawa beberapa lembar pakaian dan oleh-oleh, namun taka da yang sepesial dari oleh-oleh ini, hanya beberapa bungkus keripik pedas yang dulu sering dipesan oleh ibu saya, oh iya saya lebih senang memanggil ibu saya dengan kata mama’. Yah mama’ dengan huruf a terakhir yang agak ditekan. Panggilan itulah yang terkadang membuatku rindu, rindu akan semua kehangatan kasihnya. Tapi biarlah saya menulis ibu dalam tulisan ini, yah ibu saya suka keripik pedas yang agak sederhana ini. Hanya itu ole-ole yang saya bawa kali ini, tak ada yang lain karena kendaraan saya yang tak memungkinkan. (more…)

Kembar Gaib

Posted: January 28, 2014 in experience, jelajah, Uncategorized
Tags: ,

Percaya atau tidak, dikampung saya banyak kepercayaan akan hadirnya kembaran dari manusia yang terlahir dengan wujud berbeda, bahkan terkadang mereka dikaitkan dengan hal-hal gaib. Saya sendiri belum percaya akan hal tersebut, tapi cerita dari ibu saya seakan mencoba menyakinkan akan keabsahan cerita tersebut.

Dalam kehidupan masyarakat di desa saya, kepercayaan hal-hal magis dan bersifat gaib masih sangat kental. Terkadang jika ada yang sakit, mereka akan mendatangkan orang pintar atau yang disebut dengan sando untuk mengobati orang tersebut, dan biasanya sang sando akan memberikan informasi yang berkaitan dengan asal muasal dan perihal penyebab penyakit yang diderita. Hantu, jin dan nenek yang paling sering disebut dalam hal penyebab gaib yang menjadi muasal penyakit. Hantu mungkin berimplikasi sama dengan hantu yang ada di daerah lain, makhluk halus yang satu ini memang kerap menjadi penyebab penyakit, katanya sang hantu sering diganggu atau dengan sengaja menyakiti orang tersebut. Kalo masalah Jin ini lebih kepada kepercayaan akan adanya makhluk lain selain manusia yang menghuni bumi ini. Terkadang jin ini bersifat massive dan passive. Dalam hal massive, jin menyebabkan seseorang sakit jika orang tersebut mengganggu atau memasuki daerah kekuasan mereka dengan cara yang mereka tidak suka. Biasanya orang-orang yang merusak tempat mereka dengan maksud berkebun, memperluas lahan pertanian atau bahkan membangun rumah akan mendadak sakit dengan gejala yang tak lazim. Ketika gejala itu muncul maka sang sando yang akan diminta untuk memberikan saran agar penyakit tersebut dapat sembuh. Sebagai prasyarat untuk sembuh biasanya sang sang jin melalui sando meminta hal-hal aneh, seperti telur ayam hitam, ayam hitam atau nasi ketan 7 warna. Dan yang terakhir dari penyebab gaib yang banyak disebutkan oleh sando adalah nenek. Siapa sebenarnya nenek yang dimaksud dalam konteks tersebut? Ada dua hal yang merujuk pada benda yang berbeda. Yang pertama adalah nenek yang merujuk pada orang tua yang mempunyai garis keturunan secara genetis baik itu laki-laki maupun perempuan. (Dalam budaya kami, nenek merujuk baik kepada perempuan maupun laki-laki. Kalo dia perempuan disebut nenek, kalau dia laki-laki disebut nenek juga atau nenek laki-laki)  Biasanya arwah nenek yang datang tersebut bermaksud untuk mengingatkan anak keturunannya untuk tidak melupakan nenek-nenek mereka. Biasanya sakit orang tersebut akan berhenti atau sembuh total setelah ia melakukan ziarah ke kubur nenek yang dimaksud tersebut. (more…)

image

Warung Mbak Inayah merupakan warung makan khas jawa tepatnya berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Warung makan yang berada di Jalan Malengkeri Parangtambung ini selalu ramai dikunjungi oleh para penggemar kuliner terutama bagi yang suka akan rasa pedas. Yah, sambal lalapan dari menu ayam goreng di warung ini mempunyai sensasi pedas yang sangat terasa, membuat kita seakan ketagihan untuk kembali ke warung tersebut. Saya sendiri mulai mengenal warung makan ini sejak kuliah S1 di semester akhir tepatnya. Sejak saat itu saya selalu menyempatkan diri untuk mencicipi masakan khas jawa tersebut. Selain menu ayam goreng, warung mbak inayah ini juga menyediakan mie goreng, mie kuah, soto ayam, gado-gado dan nasi goreng. Yang terakhir merupakan salah satu favorit saya saat keuangan sedang menipis.hehe. Hampir semua menu di warung ini sudah pernah saya cicipi, tapi lebih sering ayam dan nasi gorengnya. Soal rasa, kedua menu tadi yang paling menonjol dan terfavorit, yang lain rasanya masih sama dengan warung-warung makan lainnya.
Karena memiliki cita rasa yang maknyos, warung ini selalu ramai dikunjungi. Bahkan banyak yang rela antre sampai 1 jam hanya untuk mendapatkan pesanan ayam goreng atau nasi goreng dari mbak inayah ini. Selama saya makan di tempat ini, saya selalu menunggu, dan pasti menunggu. Paling cepat itu saya menunggu itu 10 menit. Sisanya selalu lebih lama. Wajar saja butuh waktu yang lama untuk menikmati kuliner di warung ini,karena prinsip pelayanannya adalag “serve freshly from di oven.haha” Yah, semua menu disini diolah secara langsung saat pengunjung memesan, mereka tidak memasak terlebih dahulu kemudian tinggal memanaskan dan menyajikannya. Hal inilah yang menjadikan warung inayah semakin banyak diminati walaupun harus mengorbankan waktu yang cukup lama untuk antri. Selain masakan yang fresh warung ini juga memberikan menu dalan porsi yang cukup besar atau porsi jumbo jika dibandingkan dengan menu yang sama di warung-warung lain. Harganya pun sangat terjangkau, untuk menu lalapan ayam goreng plus nasi harganya hanya Rp.14.000, sedangkan menu lainnya harganya rata Rp.9000,-. Cukup murah bukan, apalagi dibandingkan dengan porsi dan citarasa yang nikmat. Silahkan dicoba aja mba mas yang hoby makan kuliner nikmat ini.hehe

Posted: January 2, 2014 in Uncategorized

Kemana dan di mana masa depan kan berlabuh dalam hati yang berdebu.

View on Path

Diawali dengan Hujan

Posted: January 1, 2014 in Curcol
Tags:

Lagi-lagi hujan. kota makassar kembali diguyur hujan deras.
Bukan hanya hujan yang begitu deras menghujam, tapi juga terpaan angin yang sangat kencang sampai -sampai membuat motor saya Oleng kiri-kanan layaknya sedang menari dalam rintik-rintik hujan. Hujan deras ini mengakibatkan ruas-ruas jalan kembali terendam, air tergenang dan menghambat arus kendaraan yang melintas dan diperparah lagi dengan pengemudi yang ugalan-ugalan yang terkadang memercikkan air kotor pada pengemudi lain.
Mudah-mudahan hujan deras di awal tahun 2014 ini tidak membawa musibah namun rejeki bagi masyarakat kota makassar.
Sekian dulu update perjalanan hari ini, meski hujan belum redah tapi kykx saya harus bergegas pulang, soalnya kalo nunggu hujan redah, bisa-bisa bermalam ni disini. Lagian kan jas hujan saya masih setia melindungi saya, hehe.
image