Kembar Gaib

Posted: January 28, 2014 in experience, jelajah, Uncategorized
Tags: ,

Percaya atau tidak, dikampung saya banyak kepercayaan akan hadirnya kembaran dari manusia yang terlahir dengan wujud berbeda, bahkan terkadang mereka dikaitkan dengan hal-hal gaib. Saya sendiri belum percaya akan hal tersebut, tapi cerita dari ibu saya seakan mencoba menyakinkan akan keabsahan cerita tersebut.

Dalam kehidupan masyarakat di desa saya, kepercayaan hal-hal magis dan bersifat gaib masih sangat kental. Terkadang jika ada yang sakit, mereka akan mendatangkan orang pintar atau yang disebut dengan sando untuk mengobati orang tersebut, dan biasanya sang sando akan memberikan informasi yang berkaitan dengan asal muasal dan perihal penyebab penyakit yang diderita. Hantu, jin dan nenek yang paling sering disebut dalam hal penyebab gaib yang menjadi muasal penyakit. Hantu mungkin berimplikasi sama dengan hantu yang ada di daerah lain, makhluk halus yang satu ini memang kerap menjadi penyebab penyakit, katanya sang hantu sering diganggu atau dengan sengaja menyakiti orang tersebut. Kalo masalah Jin ini lebih kepada kepercayaan akan adanya makhluk lain selain manusia yang menghuni bumi ini. Terkadang jin ini bersifat massive dan passive. Dalam hal massive, jin menyebabkan seseorang sakit jika orang tersebut mengganggu atau memasuki daerah kekuasan mereka dengan cara yang mereka tidak suka. Biasanya orang-orang yang merusak tempat mereka dengan maksud berkebun, memperluas lahan pertanian atau bahkan membangun rumah akan mendadak sakit dengan gejala yang tak lazim. Ketika gejala itu muncul maka sang sando yang akan diminta untuk memberikan saran agar penyakit tersebut dapat sembuh. Sebagai prasyarat untuk sembuh biasanya sang sang jin melalui sando meminta hal-hal aneh, seperti telur ayam hitam, ayam hitam atau nasi ketan 7 warna. Dan yang terakhir dari penyebab gaib yang banyak disebutkan oleh sando adalah nenek. Siapa sebenarnya nenek yang dimaksud dalam konteks tersebut? Ada dua hal yang merujuk pada benda yang berbeda. Yang pertama adalah nenek yang merujuk pada orang tua yang mempunyai garis keturunan secara genetis baik itu laki-laki maupun perempuan. (Dalam budaya kami, nenek merujuk baik kepada perempuan maupun laki-laki. Kalo dia perempuan disebut nenek, kalau dia laki-laki disebut nenek juga atau nenek laki-laki)  Biasanya arwah nenek yang datang tersebut bermaksud untuk mengingatkan anak keturunannya untuk tidak melupakan nenek-nenek mereka. Biasanya sakit orang tersebut akan berhenti atau sembuh total setelah ia melakukan ziarah ke kubur nenek yang dimaksud tersebut.

Sedangkan nenek yang kedua merujuk pada nenek yang secara gaib dipercaya sebagai kembaran dari nenek-nenek kami yang terdahulu. Nenek ini banyak dipercaya bersemayam dalam bentuk buaya yang hidup di sungai, apatalagi kebanyakan masyarakat terdahulu bersentuhan erat dengan kehidupan sosial di daerah pinggiran sungai. Saat anak-anak terlahir, maka ari-arinya akan dihanyutkan di sungai. Tak jarang, ketika ari-ari tersebut dibersihkan, masyarakat menemukan gumpalan yang berbentuk aneh yang hanyut terbawa aliran air, dan hal itulah yang dipercaya sebagai kembaran dari si anak yang lahir. Biasanya hal ini semakin diperjelas, dengan hadirnya sosok buaya tersebut dalam hal-hal tertentu, seperti pernikahan, aqiqah ataupun kematian yang berkaitan dengan kembarnya tersebut. Banyak sudah masyarakat menyaksikan kehadiran sosok buaya dalam acara yang berkaitan dengan kembarnya tersebut. Dan ketika sang nenek ini menyebabkan anak cucunya sakit, ia bermaksud mengingatkan generasi penerusnya untuk tetap mengingatnya. Terkadang sang sando ataupun anggota keluarga yang lain dirasuki oleh si nenek tersebut (istilah kami di dongkori), maka akan ketahuli siapa dan mengapa ia melakukan hal tersebut kepada anak cucunya. Biasanya si nenek akan meminta untuk diberikan nasi ketan atau sokko tujuh warna dan beberapa butir telur ayam yang kemudian dihanyutkan ke sungai. Aneh memang kedengarannya, namun hal itulah yang telah membudaya dalam warisan orang tua kami. Terkadang hal yang tak masuk akal itu nyata dan benar terjadi di sekitar kita. Hanya perlu kebijakan dan toleransi dalam menyikapinya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s