Gerilyawan Sejati

Posted: January 31, 2014 in experience, jelajah
Tags: ,

Mungkin aku terlalu jauh melangkah ke masa lalu, berpendar dengan kisah yang samar dan tak jelas bagiku. Aku tak berpatisipasi dalam kisah ini, hanya kabar dan berita yang bertalu silih berganti dari obrolan kosong tak berarah saat aku berobat pada orang pintar itu. Namanya Haji Wela, salah satu saksi hidup bagaimana kejamnya masa pendudukan penjajah di kampung kami dulunya. Dalam kisah yang tak berpangkal dan berujung itu, aku memantikkan ujung perkara dalam sebuah kisah gerilyawan dan para pengungsi yang harus masuk ke dalam hutan untuk menghindari pengejaran pasukan penjajah yang mulai menembaki dan menangkap rakyat biasa untuk dijadikan budak ataupun  pekerja.

Ia bercerita tentang bagaimana mereka harus hidup di hutan belantara selama beberapa bulan, dengan hidup berpindah-pindah, terkadang mereka harus berpikir kreatif memanfaatkan apapun yang ada dalam hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saat keadaan semakin memburuk dan tak ada yang dapat dilakukan untuk makan dan menyambung hidup, maka dari kumpulan mereka akan dikumpulkan para lelaki yang akan melakukan gerilya ke pusat keramaian kampung atau pos-pos penjajah untuk menjarah keperluaan dalam pengungsian.

Dari ceritanya, ia menjelmakan beberapa sosok gerilyawan sejati yang aku tak hafal nama mereka, yang aku ingat dengan jelas adalah kehebatan mereka. Dengan menyusup mendekati pangkalan musuh, mereka beringsut maju dalam pekik teriakan keberanian, tak ada takut bagi orang-orang itu, katanya mereka mempunyai ilmu kebal, ada yang tak dapat dikenai tembakan dan ada juga yang terkena tembakan tapi pelurunya mental dan tak menyisahkan luka sedikitpun pada tubuhnya, hanya kain yang sobek pada bagian yang tertembak. Unbelievable story, namun kisah itu ada dan nyata. Saksi hidup itu menerka-nerka apa yang terjadi itu sebagai bentuk menajat dan kepercayaan tertinggi pada hal-hal gaib yang berada diluar kendali akal sehat kita. Ia bahkan berkata, bahwa sebagian mereka yang terkenal mampu mengalahkan para pasukan tentara bersenapan hanya dengan bambu runcing seadanya itu mengaku hanya berbekal keberanian, ia juga merasa takut akan dikalahkan atau mati tertembak. Namun bagi mereka, rakyat yang menunggu di pengungsian lebih berarti dari nyawa mereka. Rakyat yang tak lain dan tak bukan adalah saudara dan sanak family yang bergantung pada mereka tersebut telah menjadi  bara api yang menyulut semangat membara yang meluap-luap dan tak terbendung. Rasa takutpun hilang dan ketika mereka telah maju menyerbu, tak ada yang mereka pikirkan selain sanak saudara yang menanti mereka, peluru yang mendesis melalui mereka yang terus menyambar tak ubahnya kepulan asap yang akan berlalu tanpa melukai. Kepercayaan akan sebuah nilai pengorbanan inilah yang membuat keniscayaan itu menjadi nyata.

Kini sang gerilyawan telah banyak yang  tiada, H Wela pun telah menginjak usia senja. Meski kalah itu ia tak menganggap dirinya gerilyawan yang hebat, namun ia turut berperan dalam melawan penjajahan. Andai sebuah riset dilakukan, mungkin sebuah film penggugah nasionalisme dapat lahir dari kisah para gerilyawan ini. Sebuah pengorbanan takkan berarti apa-apa tanpa adanya penghargaan untuk itu. Jika monumen perlawanan rakyat telah banyak didirikan diberbagai kota, namun gerilyawan-gerilyawan sejati memiliki nilai luhur yang tak hanya terpatri pada monumen tersebut, lebih dari itu, nilai luhur perjuangan bangsa dan Negara dan pengorbanan sejati telah ditanamkan. Semoga kisah ini sedikit membuat kita bersyukur atas kehidupan bangsa kita saat ini, meski tak ada lagi penjajah, namun semangat perjuangan dan pengorbanan harusnya terus melekat pada diri kita. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s