Class is started NOW!!!

Posted: February 6, 2014 in Curcol, Kuliah
Tags: , ,

Wow, the second semester has begun, we appreciate the holiday by having a rest around one month in our hometown, but now the time is come, waktunya kuliah dan kuliah. Hari pertama di bangku kuliah itu, gimana yah, tidak menarik, tidak seru. Just so so. Tak seperti anak SD yang harus bangun pagi-pagi, mandi subuh-subuh dan berangkat sekolah tergesa-gesa..hanya demi bisa duduk di bangku yang paling diidam-idamkan. The first day in college is much more uninteresting than other days. Saya biasanya ke kampus naik motor, lebih tepatnya mengendarai yah, kalo naik kan beda sama mengendarai. Secara gue kan anak bahasa jadi penggunaan bahasa itu hal yang nomor satu coy. Setelah menunggangi kuda besi (bahasa keren tuk motor, oh iya, buat para pembaca saya sih mau ingatkan aja, semua tulisan disini radah ngaco, sedikit gila dan kadang merajuk, berhubung sang penulis lagi deman atau suka dengan gaya seperti ini..yah dinikmati aja..ntar juga kalo dah bosan gaya nulisnya berubah lagi kok,haha).

Oh, iya kembali kepada hari pertama kuliah, seperti hari biasa, mandi, pakaian terus ke kampus, masalah sarapan jarang banget masuk dalam kamus keseharian anak kost seperti saya, makan itu adalah salah satu bentuk segitiga yang tidak beraturan. Yang mewajibkan makan 3xsehari kan cuma yang berkeluarga, bagi saya 3xsehari ini berlaku hanya dikampung, kalo lagi di area perantauan, makan itu tak mengenal usia dan jenis kelamin, dia hanya ditentukan oleh penanda yang sangat maha dahsyat yang disebut “lapar”. Kalo kata lapar sudah muncul waktu makan telah tiba, tak perduli itu pagi siang malam ato subuh. Sbtelah tiba di kampus Pink ini,(sebenarnya kampus saya ini bukan kampus pink, tapi seperti komitmen sy untuk menghindari kemaluan dan keterkenalan pribadi saya yah harus sok rahasia gitu deh, jadi semua nama dalam posting berikutnya akan DISAMARKAN se-samar-samarnya..hehe), saya parkir motor saya di tempat parkir, walau kadang ada yang mengajak parkir di depan kavling dosen yang tertulis jelas Parkir Dekan, saya tetap menolak, karena saya tidak suka parkir sembarangan. Saya berjalan menuju ruang kelas dengan gaya sok cool, rambut model baru yang saya dapatkan dari hasil experiment salah seorang anak muda membuat saya semakin gagah melangkah. Di depan kelas, teman-teman telah menunggu saya, yah ternyata mereka menunggu….dosen bukan saya.

Tapi berhubung dosennya belum datang beberapa dari teman-teman saya mengeluarkan ole-ole yang sengaja mereka bawa dari kampung halaman mereka masing-masing. Ada yang membawa kue kering, kue setengah kering, kue lembab, namun tak ada yang membawa kue basah satupun. Namun diantara makanan tersebut yang menjadi favorit adalah cemilan khas kota Kendz yakni sekumpulan kacang mete imut yang dibalut oleh gula aren yang seksi, rasanya mengembang-ngembang dan penuh sensasi. Sensasi yang paling terasa adalah sensai mahal dari memakan biji jambu mete ini, yah kalian tau kan berapa harga kacang mete sekilonya,,taukan harganya? masa nggak tau? tapi menurut teman saya yang menjadi dosen di Univ.M.U harga kacang satu ini sangat mahal. Wow, bayangkan kacang mahal yang juga terdapat dalam batangan coklat Silverqwing ini hanya dibagikan cuma-cuma sebagai ole-ole, bukan hanya 2-3 kantong saja yang ia bawa, tapi ada 4 kantong yang ia bawa,,luar biasa, jumlahnya berhasil mengalahkan jumlah kue bagea dan kue baruasa yang hadir, dan jauh meninggalkan jumlah kacang marning dari kota Bulubulu. Bukan hanya kue ternyata, ole-ole yang lain juga tidak kalah menariknya, seorarkng sahabat karib nan pandai bermasgul ria dengan wajah tak berdosa maju ke depan kelas. Tas hitam berbalut kesopanan itu ia buka dengan tak hati, lalu dikeluarkannya satu persatu botol-botol parfum berbentuk kecil, sembari berkata bahwa ia akan membagikan minyak kayu putih yang asli berasal dari daerahnya. Sungguh perbuatan yang mulia. Banyak diantara teman-teman yang terharu dan meneteskan air mata tanda syukur, aku merintih dan menggeliat dan tiba-tiba semua diam tak berkata-kata. Sesosok tubuh jangkung dengan warna kulit pucat pasih memasuki ruangan kelas. Dialah dosen kami hari ini, She is on the stage now, ready to teach us.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s