Journey Report

Posted: February 6, 2014 in experience
Tags: , ,

Setelah berada tiga hari di kota Makassar ini, barulah laporan perjalanan ini dapat saya selesaikan. Kesibukan membersihkan kamar kost dan persiapan kuliah perdana di semester genap ini ternyata menyita waktu yang cukup banyak, walhasil tak ada kesempatan tuk menyusun tulisan perjalanan ini.

Secara keseluruhan perjalanan kali ini berjalan lancar dan alhamdulillah tak ada hujan yang menghujam daerah yang saya lalui. Tidak seperti perjalanan mudik sebelumnya, yang harus mendamparkan saya di salah satu masjid di wilayah Pangkep, untunglah saat itu hujannya cepat redah jadi perjalanan saya dapat berlanjut lagi.

Untuk perjalanan kali ini saya berhasil mengabadikan beberapa gambar yang cukup menarik perhatian saya, yaitu model dari arsitektur masjid yang berada di pinggir jalan utama yang saya lalui. Berikut ini beberapa model masjid yang megah dan sangat indah yang menurut saya patut untuk dikunjungi.hehe

1. Masjid Raya Islamic Center di Sidrap

 

image

2. Masjid Agung Sidrap

image

 

3. Masjid Agung Pare-Pare

image

4. Masjid Nurul Amin Barru

image

5. Masjid At-Tariq Barru

image

Selain masjid-masjid tersebut, saya juga mengabadikan rute perjalanan yang sangat nyaman, rute ini terletak di daerah kabupaten Sidrap yang berbatasan langsung dengan daerah Kota Pare-Pare.
image
Jalan ini merupakan rute favorit saya, udaranya sejuk dan bersih karena di sekelilingnya berjajar pohon-pohon peneduh yang rimbun dan tinggi. Di sisi jalan terlihat jelas pemandangan alam yang sangat indah. Jalur ini melintasi daerah perbukitan dan mengitari pengunungan, sehingga daerah dataran rendah dan lautan terlihat sangat harmoni dari kejauhan.

Oh iya, yang terakhir yang cukup menarik perhatian saya adalah batas kota. Yah, batas kota yang menjadi penanda batasan wilayah sebuah kabupaten atau kota memang hanya berfungsi sebagai pemisah wilayah, namun diantara batas kota yang saya lalui, batas kota Pare-Pare merupakan batas kota yang sangat keren dan megah.
image

Di batas kota yang menjadi pemisah kota Pare-Pare dan Barru ini menjulang tinggi gerbang yang sangat megah dengat patung perahu di atasnya beserta ucapan selamat datang di bawahnya. Disamping masalah batas kota, saya juga mengamati tempat pengisian bahan bakar atau SPBU yang saya lalui sepanjang perjalanan, dan dari semua SPBU yang ada SPBU Jend. Sudirman yang terletak di Kabupaten Sidrap merupakan SPBU terbesar dan terluas.
image

Lokasinya pun sangat strategis, berada di tengah-tengah jalur propinsi dan berada tepat di persimpangan rute  Pare-Pare, Sidrap dan Enrekang. Sedangkan untuk rute yang terpanjang dan paling membosankan yang saya lalui adalah rute dari Kota Pare-Pare menuju Pangkep. Rute yang membelah kabupaten Barru ini merupakan rute monoton terpanjang dengan pemandangan yang tak terlalu menarik. Hanya beberapa scene pantai di sebelah kanan saya yang sesekali menampakkan diri. Selain pantai itu, hanya pemandangan perumahan yang diselingi padang rumput, tambak ataupun persawahan yang biasa-biasa saja.

Demikianlah laporan perjalanan kali ini..lain kali saya akan menulis laporan perjalanan yang lebih menarik lagi. Thanks for reading.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s