Kuliahku Padamu Sociolinguistic

Posted: February 8, 2014 in Kuliah
Tags: ,

Terduduk aku, sedikit berdiri, nungging mungkin,,tpi hanya sementara lalu terduduk lagi.

Kuliah berjalan beberapa ribuan detik saja sebuah pernyataan darinya telah menggelakkan tawa

Now I really realize that I am really a professor” tepat pukul 13:42

Tak hanya itu, sang guru dari gowa menjadi tumbal kata sebagai contoh guru yg baik hanya berbekal sebatang bukan sekantong atau sekardus tinta, ya hanya sebatang spidol.

Permainan kata berlanjut dalam nostalgila, nostalgia yang sedikit menggila.

John Lennon yang tak sedikitpun bersalah dengan lirik lagunya, ataukah sang Aussian yang bertanya “Got time Mate?”

Kesalahan verbal dalam dunia kata tak berbatas dalam Bahasa Inggris

Indahnya tak terabaikan dalam dikotomi yang eksis : Standar ataupun NonStandar

Semua tak salah hanya bertempat pada kesesuaian : Formal ataupun Informal

Dalam ketiadaan batas grammar yang formal, kesedihannya terlihat pada porsinya

Ia menjajah hanya 10-15% dari total kebahasaan

Dalam berbagai fitur justru komunikasi yang real tak lebih sedikit namun terbanyak daripada idealnya

Yah, dalam sekitaran angka 85-90% tata kebahasaan dalam komunikasi bersifatkan pada informal yg kasual.

Berbarengan dengan percepatan zaman

Bahasa tak lagi terformalkan, simplify jadi keutamaan, semua serba singkat bahkan padatannya merapat.

Tak ada lagi “May I possible have a return ticket to Palopo?” terhapus sudah, tenggelam dan hanya diapung oleh Indonian. Mereka terkalahkan olehnya,oleh singkatnya, oleh dua katanya saja “Palopo return” yah hanya itu saja.

Meluncur menjauh seakan menapak misteri deskripsi Sociolinguistic dan Sociology of Language

Dua duanya dalam hubungan yg sama study of language berbenturan ikatan dengan society

Tapi bukan itu saja yg terucap..lebih menarik lagi pada stereotype tak jelas akan kebenarannya namun indahnya bukan mainan, maknanya begitu dan begini terserah pada makna konteksnya

~Lebih baik kalah nasib daripada kalah aksi/Manadoan

~Jika anda mengeluarkan tangan anda dari pesawat,lantas jam tangan anda hilang artinya anda telah berada di daerah Medanian

~Jangan menikah dengan sesama sundan karena jika suami pergi kantor, istri di rumah akan ‘dikantori’

~Lebih baik dimarahi orang Bonean daripada dirayu orang sidrapan

Yah, sedikit tak scientific dalam keilmuannya namun itulah community life

Selain kata berurut dalam sociolinguistic, ternyata ia juga bertalian erat pada Pragmatics

Ilmunya membahas dalam pada topic kesamaan mereka “Politeness”

Darinya tergambar jelas akan kata dan konteksnya

“The meaning of a word not in dictionary but in context”

Jadi sebagai apakah konteks in terkotak-kotakkan?

Hanya ada 2 dari 3 yang ia janjikan

Context of Linguistics yang memainkan fungsi kata dalam mengubah makna ataupun makna yg terpengaruh oleh kelas kata. Katakanlah kata ‘fast’ dalam kalimat ‘I drive car fast’ dan ‘I drive fast car’

Keduanya dari konteks itu terkatakan sebagai “context of situation”

Yah seperti tadi, appropriateness yang ditekankan pada konteksnya, jika mengucap melihat dan bertindak adalah sinkronisasinya. Takkan ada kemungkinannya akan berkata sama pada pribadi yang berbeda.

Kata pada mahasiswa akan diuntai berbeda dengan kata pada rektor. Bukan lagi kelas kata namun kelas pribadinya.

Olehnya itu kebaikan seseorang dalam konteks ini dapat saja menjadi arti yg berbeda. Hati-hatikan diri jika orang terlalu merendah, indikasinya bisa saja kesopanan, ketidaksopanan, namun juga bisa kemarahan.

Terlalu merendah takkan baik, namun berlagaklah biasa dengan kerendahan

Banyak professor yang katanya GBHN karena kurangnya karya mereka

Namun ia bukan professor itu, ia hanya merendahkan dirinya

“Sebenarnya saya goblok2 amat tapi saya tidak memperlihatkannya”

Lebih jauh lagi dalam sociolinguistic, kita bermain pada phrase hingga discourse level

Menformalkan bahasa yang ternyata tak banyak digunakan

Di dunia nyata for real “How are you doing?” walau di buku ternyata “How are you?” yang terbenarkan

Kalau kalian berbahasa, maka kalian akan menemukan language community

Bahasa yang berbeda dalam dunia kampus, dunia perrondaan, atau dunia pancing-pancingan.

Karena itulah adalah kemunculan yang hadir pada variasi bahasa

“The language variety exists because the existence of different social framework of its speaker”

Itulah mengapa dalam pengajaran bahasa, kesamaan framework akan memberikan kemudahan.

Ia berlanjut pada pengajaran bahasa Inggris di Indonesia

Terkadang pengharap native like English adalah harapan hampa katanya

“Jangan paksakan siswamu untuk mendekati seperti native like speaker of English karena dia nanti pastinya akan berkata “Bunuh ma Pak”

Namun ia tak berhenti disitu, ia memberikan tips paling ampuh dan dijamin akan menative like Englishkan seseorang

Katanya kembalilah dalam rahim dan mintalah dilahirkan di Inggris

Haha..benar dan nyata secara theory, namun kemustahilan dalam nyatanya.

Oh iya, dunia variasi bahasa ternyata kadang mendatangkan masalah ataupun kelucuan

Katakanlah orang Soppengian yang terbumikan lidahnya pada perubahan konsonan P menjadi F

Sehingga kata ‘Park’ akan terdengar ‘Fuck’

Ataupun pada sisi lain orang Jenepontoan yang mengubah vokal E ke arah bunyi O sehingga ‘kemana’ terdengarkan dengan ‘kOmana’.

Terlucukan lagi pada orang Jawaian, mereka tak mampu menghidupkan cluster consonant pada akhir kata,

Namun mereka menghidupkan vokal pada kluster yang diawal kata hingga akhirnya ‘Stress’ akan terucapkan ‘Settres’.

Tiba-tiba permainan kata itu terhenti,ketika sosok berbaju abu-abu itu memasuki ruangan

Dengan gelas penuh cairan coklat kehitaman entah kopi ataukah memang kopi.

Prof berhenti sejenak dan berkata:

Bersambung>>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s