Iskandar Yang Malang (Eps.1)

Posted: February 9, 2014 in Cerpen
Tags: , ,

Hari ini adalah hari pertama ospek jurusan, tau lah apa yang akan terjadi pada mahasiswa pada hari pertama ini, tapi sayangnya saya harus mulai dari hari sebelum hari ospek itu…kira-kira 3 hari, eh salah maksudku 3 minggu atau 3 bulan,,entahlah yang jelas aku bukan lah panitia ospek saat itu.

Kisah ini tentang iskandar…

Iskandar adalah seorang mahasiswa baru, berasal dari keluarga baik-baik, baik ibu maupun bapak sama-sama baik. Ia tinggal di sebuah kampung yang jauh dari keramaian kota, untuk sampai ke kampungnya, kita harus naik pesawat dulu, setelah itu naik bus selama 3 jam, lalu naik pete-pete dengan ongkos yang berubah-ubah tergantung musim, biasanya sih 3000 rupiah, lalu kita harus naik ojek lagi sejauh 14 kilo, setelah itu kita berjalan kaki mendaki bukit yang tinggi sejauh 9 km, dan merayap melalui lubang kecil, tapi bisa juga berjalan tergantung selera masing-masing. Nah itulah tadi perjalanan singkat si Iskandar, oh iya kita sekarang telah berada di desa iskandar, sebuah desa kumuh, liatkan betapa kumuhnya (emangnya kalian bisa liat???). Iskandar tinggal di sebuah rumah sederhana, bentuknya unik, warnanya putih, ada kubah diatasnya, mirip masjid gitu, jangan-jangan ini masjid yah, tapi ternyata bukan pemirsa. Lihat, (emang kalian bisa liat yah?? Kykx tidak) di depan pintu agak ke atas sedikit tertulis jelas “ Ir. Wonbim” kayaknya sih yang punya rumah seorang insinyur karna ada tulisannya Ir. Cek per cek ternyata itu bukan singkatan insinyur, tapi Ir. itu singkatan dari “ini rumah”..oooo gitu yah. Bagian luar dan dalam rumah ini penuh dengan gambar mewah, di ruang tamu terdapat lukisan monalisa yang lagi mencuci piring, di dapur ada lukisan abstrack karya Frederick montauaoieo. Di kamar tidurnya terdapat sebuah springbed mewah dengan sprei sutra dari italia. Peralatan makannya juga mewah semua terbuat dari emas berkarat, dan kulkasnya penuh dengan beras dan gabah (ini kulkas ato apa?). Ternyata..ternyata dan ternyata kita salah rumah pemirsa, itu tadi rumahnya Wonbin padahalkan kita mau liat rumahnya iskandar. Oke sabar nah….ini dia..iskandar house..teng teng tedeng…rumah sederhana hanya punya satu pintu, satu jendela, satu kamar, dan satu wc. Tempat masaknya diluar rumah, tepatnya di dapur tetangga. Tempat mandinya di taman bunga yang punya semprotan air otomatis tiap pagi hari, jadi mandinya cukup sekali sehari. Well, iskandar tinggal bersama ibunya yang janda, karena itu ia sering dijuluki isan-jaju-tai yang artinya iskandar anak janda.

Ayah iskandar telah meninggal 2 bulan yang lalu tepat setelah pertandingan antara AS.Roma melawan Perancis di Liga Belanda. Ayahnya merupakan seorang petani tulen, pagi bekerja di sawah, malamnya nongkrong di sawah sambil ronda jagain tikus yang mencoba mencuri padi mereka. Ada kisah unik saat bapak Iskandar akan meninggal, waktu itu Angkok, teman SMA Iskandar, datang berkunjung ke rumah. Angkok merasa kelopak mata kanannya bergoyang-goyang. Lalu ia bertanya pada ayah iskandar. “pak, napa yah mata ku ini bergerak-gerak?”. “Oh jelas, masa nggak bergerak, gimana dong caranya melihat serong kesamping, masa kita mau putar kepala”, jawab ayah iskandar dengan gagahnya. “Bukan pak, maksud saya kelopak mata saya ini seakan bergerak-gerak sendiri” angkok segera menimpali jawaban bapak iskandar.  Setelah berpikir sebentar ayah iskandar lalu menjawab “Itu adalah pertanda wahai sahabat anakku. Seseorang akan pergi, dan akan meninggalkanmu selamanya”. Angkok merasa  takut atas pernyataan bapak iskandar. Tapi dia cukup bersyukur karena yakin bukan dia yang pergi selama-lamanya. Esok harinya terdengar kabar bahwa ayah iskandar telah meninggal dunia. Mendengar itu, angkok kaget dan berkata, “ternyata dia yang akan pergi, ku tak menyangka ramalannya benar juga”.

Setelah ayah iskandar pergi, Ibunya menjadi tulang punggung keluarga,padahalkan dulu hanya tulang rusuk, ia harus menjadi kuli cuci untuk mendapatkan uang buat sekolah anaknya. Melihat hal tersebut iskandar menjadi sedih dan bertekad akan sekolah yang tinggi untuk membalas semua kerja keras orang tuanya.

Di sekolah iskandar mendapat peringkat pertama untuk lulusan program IPA, ia sangat senang dan terharu. Tapi sayangnya, ia tidak berhasil lulus dalam program PMDK yang ia ikuti di UNHIAS. Padahal ia sangat berharap dapat lulus di fakultas favoritnya di UNHIAS, yaitu Fakultas Jual Beli. Ia bermaksud menjadi saudagar di desanya. Namun, ia tak kunjung berpatah semangat, ia bertekad untuk kuliah meski harus menjual semua miliknya,(padahal dia tidak punya apapun untuk dijual).

Tiba saatnya bagi iskandar untuk berangkat ke kota karena seminggu lagi pendaftaran SNMPTN akan dimulai. Ia telah mengumpulkan uang dengan bekerja sebagai penjual somai keliling kampung,menjadi tukang batu, jadi tukang jaga kamar orang dan pembersih selokan. Ia tak kenal lelah untuk berjuang menghadapi hidup. Ia berkata pada ibunya, “Bu, jika aku tak menjadi orang sukses, aku takkan kembali ke desa ini lagi. Dan percayalah aku pasti sukses”. “Nak, aku juga berharap begitu, masa kita miskin melulu, untungnya disini tidak ada bang Madid, kalo ia ada disini, pasti kita yang sering ia hina, dasar orang kismin. Semangat nak, jangan lupa belikan ibu blackberry dan Ipod Touchpad kalau kamu dah sukses yah”. “Ya bu, aku janji.

Akhirnya tibalah saatnya iskandar pergi meninggalkan kampungnya. Ia menggunakan ikan terbang menuju kota. Setelah tiba disana, ia terpukau dengan keadaan kota yang serba besar, mulai dari jalannya yang diseterika sampai rambut yang juga diseterika. Keadaan kota yang sangat jauh berbeda membuatnya kaget dan shock, sampai-sampai ia menjadi setengah orang gila. Ia tak tau apa yang akan ia lakukan. Ia berjalan dari satu tempat yang lain tanpa lelah. Dan akhirnya ia menemukan kampus  yang ia cari.

Bersambung….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s