Posted: February 11, 2014 in Rasa
Tags: ,

Kata tak lagi kuat berdiri
Lelah ia tersungkur pada lututnya
Bias suara tak lagi mengaliri
Tersumbat sudah getar pitanya

Lisan kita terlelap akan bisunya
Ceramah itu usang dan kering
Petuah yang menua
Nasehat pun tak lagi sehat

Urat lisan itu keluh berakar tunggang
Tanam dalam-dalam hingga pucuk hati
Meretas bak ulat menggeliat kejang
Tuntas sudah lisan menoreh luka hati

Namun beku hati bukan beku cinta
Cinta Itu sejati
Menanti mati bukan pilihan cinta
Tersakiti, Cinta malah menjadi-jadi

Tak ada kata cukup
Tak ada kata putus
Semua takkan terhenti
Semua takkan mati

Cinta, yang bisakan lisanku bertutur Pada waktu yang tak lagi kulalui
sebab ruang itu telah penuh rindu dan berdebukan kenangan
Mata ini telah setengah penuh berair
Air peluh jentik mataku mencarimu
Kan kutangkupkan tetes-tetesnya
Agar tak lagi haus cinta ini

###
Terantuk Dinda, kasih yang tak selalu indah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s