MimpiKu Bergelayut di Kaki Langit

Posted: February 12, 2014 in Curcol, Rasa
Tags: , ,

Mimpi itu seperti apa sih? Apakah mimpi itu adalah sebuah kesadaran tujuan yang kemudian terpatrikan dalam hati kita untuk kita capai? Ataukah mimpi malah lebih  banyak tercipta dari waktu yang mengurusi hidup kita sehari-hari.
Mimpi itu proses ataukah ia sebuah produk adalah bentuk yang nyata dari dikotominya. Kala kecil dulu aku bermimpi menjadi dokter, namun orang tua mengharapkan menjadi seorang presiden. Tak sulit rupanya membangun mimpi orang tua yang ingin anaknya menjadi seorang presiden, cukup biarkan rapor merah itu meneriakkan peringkat pertama pada setiap sisinya. Realistis kala itu bukan sebuah acuan, hanya idealisme akan fungsi otak yang mampu mengubah segalanya, yah kecerdasan namanya.
Di antara segumpal kecil kepintaran yang dibagikan sang pencipta, mungkin aku telah mendapatkan percikan-percikannya. Toh, aku bisa menjadi peserta lomba olimpiade sains, aku bisa menjadi orator ulung, aku bisa menjadi pramuka sejati, karya senikupun bisa menerbangkanku ke Jogja dan aku bisa mendudukkan orang tuaku pada bangku depan saat aku wisuda Dan kinipun aku bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi dengan beasiswa pemerintah.
Tapi aku ragu. Ya, ragu akan pengaruh kecerdasan dalam kesuksesan itu, nilai pelajaran naik turun, angka itu tak selalu membahagiakan. Pernah juga merobek satu halaman dalam buku PRku karena malu dengan nilai yang aku dapat, namun semuanya berlalu begitu saja dengan nilai yang begitu saja. Kecerdasan hanya penunjang kecil yang sangat tidak berarti menurutku, selama kita berusaha, tak ada yang tak mungkin.
Setiap aku memandang masa lalu, aku berpikir akan kesuksesan kala itu, namun ia telah menjadi milik masa lalu. Tak ubah perilaku ini yang tak acuh pada target masa depan yang lebih baik. Masa depan yang menjadi mimpi yang berproses.
Menempuh bangku kuliah menyibakkan pengalaman hidup yang berarti, menggeser nilai idealis ke arah realistis. Semua tak semudah yang dimimpikan bapak dulu, dengan cita-cita menjadi orang nomor 1 di negeri ini. Aku bertaruh pada janji beliau kalah itu, ingin menyekolahlanku di tempat presiden ketiga menempuh pendidikannya juga, namun hingga waktuku tiba, aku tak pernah menagih janji tak terpenuhi itu. Aku tau, idealisme itu terkendala dengan realita hidup, toh aku sudah katakan, kepintaran pun kecerdasan bukan hal terpenting dari sukses itu.
Bapak mungkin inginkan itu sebagai motivasi, bukan sebuah mimpi yang ia janjikan. Sekolah yang jauh berbiaya mahal dengan penghasilan yang pas-pasan akan mustahil adanya. Namun ia percaya pada mimpi kebahagiaan yang aku berikan padanya. Bapak jauh dari seorang pemimpi menurutku, ia tak banyak menuntut pada hidupnya kini. Kelak ia hanya berharap aku bisa lebih baik dari dirinya.
Kini mimpi itu ada padaku. Ia tak bermimpi lagi jadikanku presiden itu, yang ia kini impikan adalah aku. Aku memikul sederhananya mimpi bapak. Memang tak berat rasanya saat ini, mimpi itu masih berbatas waktu, namun waktuku tak lama lagi. Akankah mimpiku terwujud? Ah aku tak bermimpi lagi saat ini. Aku nyata dalam usahaku meraihnya. Kini perjuangan hidup lebih jauh dari deretan nilai yang takkan terungkit dalam kisaran mimpiku. Aku tau, selama aku bergerak, aku akan maju, dan akan ku capai semuanya meski waktuku tak bisa mendahuluinya.

Mimpi itu kita bergelayut di ujung-ujung langit
Bias warnanya indah menyilaukan
Berpendar bak pelangi tujuh warna
Memanggilku dengan rayuan masa depan

Jika mimpiku tak terwujud dalam kisaran waktuku
Aku mungkin telah jauh membawanya
Hingga aku lupa pada mimpi bapak
Kesederhanaan mimpi itu bukan kesuksesan semata
Kesederhanaan mimpi itu adalah AKU.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s