Terbelenggu Indahnya Rintikmu

Posted: February 14, 2014 in Curcol
Tags: , ,

Terjebak di ruang ini terasa mematikan kreativitasku, dinginnya sungguh terasa, aku kedinginan, bukan kepanasan. Diluar sana lebih parah lagi, hujan deras dan terus menerus menjadikan semua titik yang ada terbasuh oleh butiran hujan itu. Parahnya lagi, jauh disana..di pulau jawa sana, gunung kelud menghujani kota kediri dengan hujan debu dan kerikil yang besarnya tak lebih dari bulatan kelereng. Untungnya hujan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa sampai saat ini.
Berbicara mengenai hujan dapat memberikan kita gambaran kuasa Tuhan atas semua yang menjadi miliknya baik di langit dan yang ada di bumi. Hujan yang terbentuk di atas langit, berasal dari uap air bumi yang naik dan kemudian berkumpul menjadi awan. Saat awan ini semakin berat, ia akan berwarna gelap, saat itulah kita menamakannya mendung. Mendung ini menjadi pertanda akan turunnya hujan, karena saat itulah titik-titik air yang berkumpul semakin berat. Jika titik aif itu tak mampu lagi bertahan, maka ia akan tertarik oleh gaya gravitasi bumi sehingga jatuh berbutir-butir menuju bumi.
Hujan debu juga merupakan fenomena kuasa Tuhan yang luar biasa, debu dan kerikil yang terpendam jauh dalam perut bumi dapat dipentalkan keluar dengan sangat hebatnya, sehingga debu dan kerikil tersebut dapat terpental sampai puluhan kilometer. Sungguh kuasa Tuhan, menurunkan yang di langit dan mengeluarkan yang di bumi.
Yah, itulah tentang hujan, dan hujan selalu memberi sensasi tersendiri bagi kenangan masa lalu. Dalam hidup saya sendiri, banyak kenangan dengan hujan yang tak terlupakan. Paling teringat saat naik motor sambil hujan-hujan dan saat bermain dengan air banjir yang merupakan luapan sungai di belakang rumah nenek di kampung. Hujan itu indah sebenarnya, ia menghidupkan kembali jiwa yang gersang. Kalau debu debu di jalan bertebaran, maka hujan akan menyapunya dengan merata dan membawanya menuju saluran air, itulah mengapa saluran air sering mengalami pendangkalan. Mungkin anda pernah heran, mengapa banyak endapan pasir dan lumpur dalam saluran air di depan rumah padahalkan tidak ada yang memiliki tumpukan pasir di sekitar rumah. Selain itu, keindahan hujan terletak pada sifat-sifatnya yang berubah-ubah. Menurutku, hunan itu sangat misterius, terkadang ia datang tiba-tiba, terkadang ia sengaja memberi tanda dengan mendungnya yang begitu gelap, namun terkadang ia hanya mengecoh dengan tak jua menurunkan butir-butirnya meski telah lama membuat langit menjadi gelap.
Namun hujan yang paling baik adalah hujan yang mendatangiku saat aku akan tertidur lelap, yang akan melelapkanku dengan nyanyian rintik-rintiknya, namun ia akan pergi saat aku selesai melakukan bilasan terakhir tumpukan cucianku selama seminggun. Aku sangat senang bersahabat dengan hujan seperti itu, lebih banyak mengerti dan memahami. Mungkin hujan bukan sahabatku, namun ia telah banyak tahu dan tau banyak tentang aku. Aku memang hobby berenang dan waktu berenang yang paling baik bagi saya adalah saat hujan. Saat saat seperti ini memang sangat jarang, namun pada saat hujan lalu kita berenang, maka kita akan serasa berada di negeri air. Dimana-mana ada air, hujan yang terus membasahi dari atas, butir-butirnya bak udara yang menggumpal dan memenuhi langit, ah air memang misteri dunia yang tak dimiliki planet lain.
Hingga tulisan ini selesai, air itu masih menetes dan terus menetes, atau juga ia masih mengalir dan terus mengalir hingga batasan tak terhingga karena di lautpun mereka tetap bergerak dan menguap menuju wujud barunya dan kembali pada siklusnya menjadi hujan yang akan turun kembali ke bumi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s