Kau bukan Valentine

Posted: February 15, 2014 in Curcol, Uncategorized
Tags: , ,

Saint Valentine merupakan seorang pendeta pelayan umat di Italia, yang kemudian di hukum dalam penjara atas perintah dari Raja yang berkuasa pada saat itu. Dalam penjara inilah ia menuliskan surat kepada kekasih pujaannya. Karena romantisnya kisah cinta mereka, banyak yang mengabadikannya menjadi momen valentine. Seperti mencontoh kata-kata penutup surat yang selalu dituliskan Saint Valentine, Your Valentine, banyak yang kemudian menyatakan cintanya dengan menjadi valentine bagi kekasih hatinya.

Dalam pandangan agama saya, larangan perayaan valentine itu dikarenakan dalil dari kitab suci yang menjadi pedoman hidup umatnya. Namun terlepas dari itu semua, ada esensi nyata yang coba disampaikan oleh keyakinan ini dalam hal menentang dan menolak perayaan seperti itu.

  1. Valentine itu terbatas waktu. Sedangkan kasih sayang itu tak hanya untuk memberikan ungkapan cinta dan kasih dalam waktu tertentu. Seyogyanya cinta kasih dan sayang itu diberikan setiap hari. Diajarkan bagaimana umat saling memberikan salam saat bertemu yang merupakan bentuk doa keselamatan yang disampaikan.
  2. Valentine itu terbatas hanya kepada Lawan Jenis. Banyaknya stigma negatif dari valentine karena pengungkapan rasa sayang pada sesama jenis justru menggiring pada hal-hal buruk. Hal ini dikarenakan tujuan utamanya bukan cinta dan sayang kepada semua makhluk tapi hanya kepada lawan jenis saja, yang jelas-jelas bukan hakikat kasih sayang sesungguhnya. Dalam keyakinan ini, rasa sayang dan kasih tidak hanya untuk lawan jenis, sesama umat manusia dan juga kepada makhluk hidup lain yang ada dimuka bumi ini. Sang penciptapun menegaskan bagaimana pentingnya hal tersebut, dikatakan “Sayangilah apa yang ada di atas bumi, maka yang ada di atas langit akan menyayangimu”. Betapa agama ini peduli terhadap kasih sayang ke semua makhluk. Bahkan sang Nabi dalam perangpun berpesan, “Kita berperang menghadapi musuh kita, yang menjadi lawan kita hanya musuh kita, jadi janganlah kalian melakukan kerusakan pada pepohonan dan tetumbuhan yang kalian lalui, karena mereka bukan musah kalian.

Selain dua hal tersebut di atas, terhadap pesan lain dari penolakan perayaan tersebut, salah satunya adalah penolakan terhadap gaya hidup negatif yang dibawah serta oleh kebudayaan barat sebagai dampak globalisasi. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi titik utama pengrusakan yang mulai terjadi dalam kebudayaan negara ini, yaitu “food, fashion and fun”.

  1. Food merupakan contoh paling mendasar pergeseran tersebut, utamanya di kota-kota besar, bahkan sudah banyak generasi muda yang tidak menyukai kue-kue tradisional yang nyata-nyata lebih sehat dibanding fast food, dimana justru fast food berdasarkan hasil penelitian rentang menjadi pemicu berbagai jenis penyakit.
  2. Fashion merupakan titik balik peradaban budaya timur yang menjunjung tinggi nilai kesopanan, nilaterbaru i-nilai tersebut terlihat jelas dari cari berpakaian yang menutup dan tidak menonjolkan bentuk tubuh. Hal ini sangat bergeser menuju trend mode yang serba terbuka, tren yang merugikan tukang kain dan menambah penghasilan penjual obat masuk angin. Baju-baju minim dan seksi seakan tak lagi membawa identitas bangsa ini.
  3. Fun tidak lagi menggeser nilai kearifan remaja, namun mematikan semangat belajar dari para generasi bangsa. Sudah banyak yang justru bangga jika menggunakan mobil jika ke kampus, bangga dengan handphone yang canggih yang mereka miliki. Namun mereka sama sekali tidak merasa sedih jika IP mereka rendah atau jika mereka tidak melulusi salah satu mata kuliah.

Hal tersebut tentu adalah ancaman besar bagi generasi muda bangsa ini. Padahal dalam usia produktif utamanya para mahasiswa dan pelajar mempunyai fungsi utama belajar. Saya mengutip pesan walikota surabaya, ibu Risma, salah satu walikota terbaik dunia, pada generasi muda:

Anak-anakku jangan malu tuk menuntut ilmu, jangan pikirkan siapa dirimu, Tugas mu adalah belajar, belajar, dan belajar, karena masa depan itu milik kamu"

Generasi muda harus menanamkan nilai utama hidup yaitu belajar terus menerus, karena barang siapa yang berhenti belajar maka ia akan menjadi pemilik masa lalu, dan barang siapa yang terus belajar, maka ia akan menjadi pemilik masa depan. Di masa lalu atau masa sekarang mungkin anda hidup mewah, bermobil dan memiliki semua gadget terbaru, namun jika anda berhenti belajar, maka anda akan kehilangan semua itu, tertinggal menjadi kenangan masa lalu. Namun jika memelihara belajar ini maka masa depan gemilang akan menjadi sebuah kepastian untuk dicapai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s