Rangkai Tulismu, Eratkan idemu (Part.1)

Posted: February 21, 2014 in experience, Kuliah
Tags: , , ,

Dalam keseharian kita sebagai mahasiswa tingkat S2, tentu saja tuntutan menulis dan menuangkan ide itu bukan hal yang baru dan tentu saja perlu perhatian khusus. Jenis tulisan inipun lebih dikenal dengan Tulisan Akademik. Kami sendiri merasa menulis akademik terkesan menantang dan penuh dengan kegalauan. Terkadang memulai tulisan itu memakan waktu 2 hari, menyempurnakan isinya baru pada H-2, bahkan ada yang katanya (ini hanya katanya) tulisannya bisa selasai pad malam hari sebelum hari deadlinenya. Hm, apa sebenarnya yang menjadi kendalanya yah? Menurut hemat penulis sendiri ada banyak hal, namun kali ini kita akan coba mengintip apa dibalik semua itu.

Sebenarnya menulis akademik itu mudah. Dalam tulisan akademik, kita dituntut untuk mengemukakan pendapat kita dan tetap mengantispasi kontra argumen yang mungkin muncul. Kita harus mampu untuk mengatur ide yang kita punya dalam barisan kata yang panjang ataupun singkat. Jalan ceritanya tidak akan sepenting kejelasan dari tata letak yang logis tentang ide-ide tersebut. Terkadang kita juga harus menguasai kosakata teknikal dan juga penggunaan yang tepat terhadap kata-kata tersebut dalam bidang ilmu kita.

Menulis akademik tidak hanya  semata keterampilan teknis, namun hal tersebut merupakan proses berpikir kritis. Bukan kritis dalam hal sekarat, namun kritis dalam hal mengolah ide yang mumpuni menjadi sosok tulisan yang diperlukan. Ada beberapa langkah, mungkin tepatnya proses, tapi kayaknya sama saja. Mungkin begini saja, ada rangkaian proses dalam menulis akademik itu sendiri. Proses ini akan diawali dari mencatat tugas yang diberikan oleh dosen. Hal ini tentu saja sangat vital (ya iyalah, gimana mau kerja tugas juga kalo nggak tau mau kerja apa dan bagaimana serta kapan dan pada siapa dikumpulkan). Tapi jangan anggap remeh hal ini, dalam rangkain gerbong kereta, gerbong terdepanlah yang menentukan arah dan tujuan kita nantinya, apakah kita sampai ditujuan atau malah terdampar di negeri antah berantah. Begitupun dengan petunjuk tugas tersebut. Terkadang setiap catatan dalam petunjuk itu penting untuk mengantarkan kita pada tujuan yang memang kita tuju.

Setelah rasanya cukup mendapatkan informasi tentang tugas tersebut, selanjutnya adalah membaca dan membaca. Ingat pesan Prof, “you must equip yourself with many theories by read a lot, read, read and read”. Dalam langkah ini, kita akan membahas bagaimana menghandle tugas yang diberikan dengan lebih efektif. Setelah menentukan tema dari tugas tersebut, atau setelah kita diberikan kejelasan apa yang akan kita bahas, kita perlu menentukan tujuan dari tulisan kita tersebut. Terkadang kita berhasil menulis namun kita tidak mencapai tujuan kita. Kalau tujuan kita untuk menyampaikan informasi dengan data dan pemikiran kita maka kita perlu melakukan telaah dasar terhadap sumber.

Sumber ini merupakan hal penting dalam membangun tulisan kita, banyak baca akan meningkatkan kualitas tulisan kita. Namun  bagaiman kita menentukan bahan bacaan mana yang harus kita baca, dari banyaknya sumber bacaan yang ada. Oleh karena itu, kita perlu melakukan evaluasi. Memang bukan hal yang mudah, namun itu akan sangat membantu dalam menentukan sumber bacaan yang baik. Nah, bagaimana menentukan sumber yang relevan, caranya adalah dengan menarik kata kunci dari tema atau topik yang akan dibahas. Kata kunci inilah yang menjadi acuan mencari sumber. Kalo biasanya sih, dari kata kunci ini, kita ketiklah pada kolom persegi panjang kecil disudut bar Google Chrome atau Mozilla Firefox, maka akan muncullah semua sumber yang terkait. Banyaknya sumber tersebut adalah anugrah dari kemajuan teknologi, walau terkadang banyaknya sumber justru memusingkan kita dalam memilih yang sesuai. Namun, ada beberapa tips memilih sumber yang baik :

  • Pilihlah sumber yang valid. Sumber yang paling valid adalah buku dan journal yang diterbitkan oleh penerbit ternama dan para akademisi
  • Pilihlah sumber yang paling terbaru
  • Selalu pastikan apakah sumber yang dibaca tersebut fakta atau hanya opini

Setelah menentukan sumber, selanjutnya adalah membaca sumber tersebut dengan seksama. Dari apa yang dibaca, perlu direfleksikan kembali dan dihubungkan dengan sumber lain. Saat membaca, catatlah kutipan yang menurut anda penting untuk dicantumkan dan tuliskan juga pendapat anda terhadap kutipan tersebut. Terkadang dalam membaca kita menemukan pertentangan dari beberapa ahli dalam hal tertentu, dan itu wajar terjadi. Yang menjadi penting adalah kita perlu menemukan hal yang menjadi salah satu diantaranya lebih unggul. Dan catatlah keunggulan tersebut untuk membentuk argumen kita sendiri nantinya.

Dalam hal menempatkan Kutipan dalam tulisan itu,  harus selalu diingat untuk dicantumkan sumber ataupun penulisnya. Hal ini perlu agar orang lain dapat melanjutkan penelusuran mereka dan juga agar kita terhindar dari pencurian ide. Ingat Plagiarism itu berbahaya sekali. Waspadalah, waspadalah.hehe. Dan untuk menghindarinya sangat mudah ternyata, ada beberapa cara untuk menghindari pencurian ide:

  1. Merangkum atau meringkas, dengan cara ini kita menyimpulkan informasi dari sumber yang kita baca, bisa saja hanya 1% kata yang kita gunakan dari sumber asli. Bahkan kita bisa merangkum 1 buah buku hanya dalam 1 paragraf.
  2. Paraprase, cara ini juga sudah umum dilakukan. Kita perlu mengidentifikasi kata kunci dari kalimat yang akan kita paraprase, dari kata kunci itu kita bisa menggantinya dengan sinonim katanya, mengganti kelas dari kata yang kita gunakan, ataupun menjadikan kalimat aktif jadi pasif dan sebaliknya.

Setelah menemukan ide dari sumber yang telah dibaca, selanjutnya adalah bagaimana mengurus argumen kita, yang perlu ditekankan disini adalah argumen kita merupakan pendapat atau apa yang kita pikirkan terhadap ide yang ada. Remember, jangan sekali-sekali memberikan argumen tanpa sebelumnya membaca sumber yang tadi telah diperoleh dan memikirkan dengan serius apa materi yang dikandungnya. Dalam membuat argumen jangan sekali-kali memulai dari opini semata, terus berusaha membuktikan opini tersebut dengan membaca sumber yang ada. KIta perlu untuk membaca semua sumber yang ada,berpikir kritis terhadap ide yang diperoleh dari bacaan, dan menyimpulkannya. Kesimpulan itulah yang menjadi argumen kita. Mungkin prosesnya begini, kita baca bukunya toh, baca jurnalnya, baca juga artikelnya, sudah itu renungkan mi baik-baik, hayalkan ini apa hubungannya satu dengan yang lain, tapi jangan mi lama-lama sampai berhari-hari, kalo sudah simpulkan mi apa hasil yang diperoleh, itumi argumen ta. Mudah ji toh? Nah, selain itu ada hal penting yang perlu diperhatikan dalam berargumen:

  1. Kemungkinan argumen yang berbeda muncul. Hal ini wajar terjadi, itulah mengapa disebut argumen, karena kalau sudah tidak mungkin berbeda pendapat, untuk apa coba kita menulis artikel dll
  2. Bukti. Bagaimanapun, argumen itu tidak hanya semata pendapat pribadi namun harus ada bukti yang relevan. Cobalah hadirkan bukti dari bacaan sumber atau pengalaman pribadi
  3. Kejelasan. Meski terkadang kita memberikan argumen dalam bentuk yang kompleks, namun kita harus menampilkannya sejelas mungkin.
  4. Menyatakan Dukungan. Kadang juga argumen kita mendukung satu ahli tertentu, dalam hal ini mengharuskan kita untuk menunjukkan cara berpikir kritis yang menghubungkan karya ahli tersebut dengan ahli lain dan menghubungkannya dengan pengalaman kita atau refleksikan pada diri kita sendiri.

Nah..mungkin itu saja dulu tentang menulis akademik kali ini..buat sisanya mungkin besok, besoknya lagi, lusa atau kapanlah ada waktu, yang jelas, dalam tulisan berikut akan membahas lebih jauh pada proses berpikir kritis, saya masih ingat salah satu pertanyaan dari bu dosen kala dulu, tentang perbedaan proses berpikir yang antara analisis dan sintesis. Dan hal tersebut akan coba dijabarkan nantinya dalam sebuah kerangka yang dikenal dengan Taxonomy Bloom.

#Jika kurang jelas, let’s discuss it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s