Bukan Aku Marah

Posted: February 24, 2014 in Curcol
Tags: , ,

Nak, hari Ini aku semangat sekali.  Pagi-pagi, aku berjalan dari rumah dinas tuaku. Tak ada sedikitpun lelah dalam rute panjangku pagi ini. Aku tiba lebih awal, meski seharusnya kalian yang harus menungguku di dalam ruang kelas ini.
Aku duduk di bangku seok tua tak berwarna lagi. Ia mulai lapuk termakan usia. Sesekali kulirik jauh dua tiga pipit coklat bermain di dahan padi yang mulai menguning. Di sela lubang Jendela kelas inilah oase kesejukan pagi selalu memberiku semangat menghadapi penantian ini.
Jarum jam telah berubah posisi. Namun tak ada tanda-tanda kalian akan datang. Aku sibuk dengan pikirku, dengan khayalku akan kesibukan kalian di ladang, akan waktu bertani yang menjadi kewajiban tiap pemuda kampung ini. Aku juga sibuk dengan gambaran imajinasiku, tentang pemudi yang sibuk membantu memilih buah padi dan mempersiapkan benih jagung dan tim untuk masa tanam palawija nanti.
Lagi-lagi aku sendiri di kelas ini, entah sampai kapan kelas sederhana berbangku cuma lima pasang ini akan terisi. Aku tak minta banyak, hanya dua ataupun tiga jam saja. Aku ingin mengajarkan Ilmu ini. Ilmu yang kutimbah selama 3,5 tahun di kota dulu seakan sia-sia sekarang. Aku tak tau seberapa jauh sabarku akan teruji.
Aku hanya ingin tak ada lagi aku yang sia-sia seperti ini. Aku diberi tugas oleh negara, digaji tiap bulannya, namun aku tak bisa melakukan tugasku disini.
Mungkin mereka belum sadar, mungkin pikir mereka masih seperti orang tua dulu, tak usah belajar atau sekolah, kalian hanya perlu ke ladang atau ke sawah, bertani dan bercocoktanam. Jadi petani sukses, menikah dan mengajarkan hal yang sama pada generasi kalian kelak, hal yang sama.
Aku tak Aku tak marah dengan pikiran itu. Aku hanya tak ingin kalian tertinggal jauh dari orang lain. Aku juga tak pernah merasa marah kalah kalian mengucilkan aku dari dunia kalian. Aku takkan marah. Dan aku takkan pernah bisa memarahi kalian, atas waktu kalian yang tak kalian sempat kau sedikitpun ataupun tenaga kalian tuk sekadar menengok kelas bangunan pemerintah ini yang sejak 5 tahun lalu tak pernah kalian sambangi.
Aku tak pernah marah akan semua itu anakku, muridku dan siswa-siswiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s