Archive for March, 2014

Ada satu waktu dalam pembelajaran dulu dosen saya berkata ” kita Orang Indonesia punya budaya yang sangat besar malunya”. Dan kalimat tersebut disampaikannya kala membahas tentang persepsi Orang-orang terhadap para sarjana bahasa Inggris. Yah, kebanyakan orang-orang menilai keahlian bahasa Inggris seseorang dari kemampuannya dalam bertutur bahasa Inggris, padahal dalam bahasa Inggris ada banyak aspek selain kemampuan berbicara yang menjadi tolak ukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Bahkan ada standard test tersendiri yang bisa digunakan sebagai tolak ukur tersebut seperti IELTS ataupun TOEFL. (more…)

Advertisements

Ada yang tahu dengan kata ‘cultural content’? Saya yakin anda punya latar pendidikan yang baik, meski tak harus seorang pendidik, istilah ini dapat dimengerti oleh orang yang mampu menerjemahkan kata dalam bahasa Inggris. Kata tersebut merujuk pada sebuah bagian penyusun dalam materi pembelajaran. Content yang dimaksud terkhusus pada informasi yang diberikan dalam materi pembelajaran yang mengaitkan unsur kebudayaan di dalamnya. Mengapa kebudayaan? Apa hubungan kebudayaan dalam pengajaran? Toh budaya kan punya mata pelajaran sendiri, seni budaya? Buat apa bergabung dalam materi pembelajaran yang lain? Hal ini juga telah menjadi fokus beberapa penelitian terdahulu yang akhirnya menemukan bahwa manusia dan kehidupannya telah membentuk budaya sehingga apapun yang ingin anda pelajari, pikirkanlah faktor kebudayaan yang akan tersentuh olehnya.
(more…)

Aku Tidak dalam Pikirmu

Posted: March 10, 2014 in cerpen
Tags: , ,

Tak ada yang pernah tau apa yang terjadi saat kita sedang tertidur, apatah lagi dalam tidur yang begitu pulasnya. Dan hal itulah yang membuatku terheran-heran pagi ini. Di saat kau menyambut ku dalam pagiku aku tak melihat senyum indahmu lagi. kau memang wajahmu yang begitu kusut, tegang dan ketus. Sembari menyiapkan sarapan di heja makan itu, kau berkata begitu lirih seakan menusuk dan menyeretku dalam ruang pesakitan. “hmm. bagus yah..sampai terbawa kedalam mimpi segala, pake sebut -sebut namanya lagi, ani..anii… dua kali lagi. Memangnya saya kurang apalagi mas?” (more…)

Menjadi kepala negara bukanlah hal yang mudah. Setelah menjabat selama 4 tahun ini, saya bisa merasakan betapa sulitnya menentukan sebuah kebijakan. Di saat rakyatku menderita dan tersiksa dengan ekonomi, muncul keadaan lain yang seakan memaksa saya tuk getol berpikir dalam setiap pilihan yang ada. ketika kepentingan rakyat dan kepentingan politik negara ini diadu, saya melihat semua memiliki kepentingan.
(more…)