Aku Tidak dalam Pikirmu

Posted: March 10, 2014 in cerpen
Tags: , ,

Tak ada yang pernah tau apa yang terjadi saat kita sedang tertidur, apatah lagi dalam tidur yang begitu pulasnya. Dan hal itulah yang membuatku terheran-heran pagi ini. Di saat kau menyambut ku dalam pagiku aku tak melihat senyum indahmu lagi. kau memang wajahmu yang begitu kusut, tegang dan ketus. Sembari menyiapkan sarapan di heja makan itu, kau berkata begitu lirih seakan menusuk dan menyeretku dalam ruang pesakitan. “hmm. bagus yah..sampai terbawa kedalam mimpi segala, pake sebut -sebut namanya lagi, ani..anii… dua kali lagi. Memangnya saya kurang apalagi mas?”
Aku terdiam bibirku terpaku bahkan terpijak dua sisi bibir ini pun tak mampu terpisah tuk sekedar mengeluarkan kata-kata pembelaanku. Sesak rasanya mendengar kata-kata Istriku ini, ah sampai segitu tak percayanya dirimu padaku sekarang? Aku menghela nafas. Ku kembangkan senyumku ini, aku tertawa kecil dalam baris gigi mungilku yang tak terlihat ini. Aku tahu kamu tak tahu siapa ani itu. Aku yakin mungkin kamu curiga, tapi bukan itu permasalahannya saat ini. Aku juga terheran-heran kenapa aku harus bermimpi dengan teman kuliahku itu.
Ingin rasanya aku membawamu ke dalam mimpiku itu. Agar kau bisa melihat apa yang ku lakukan padanya, pada nama yang kusebut-sebut tersebut. Aku tak mungkin mempermainkan cinta kita. Dua  permata kita, buah hati kita, takkan lagi menggoyahkan cintaku tuk berpindah pada lain hati.
Dalam mimpi itu, dalam tempat berlatar kampus, tepatnya parkiran kampus, aku melihat ani meminjamkan motornya, sedangkan pada nyatanya ani tak mempunyai sepeda motor. Namun, dalam mimpi yang menunjukkan aku yang tergesa-gesa mengurus sesuatu, harus berpacu dengan waktu. Bahkan dalam mepetnya waktu itu, aku tak sempat lagi mengejar ani yang melangkah jauh di depanku, aku hanya mampu meneriakinya, namun ia tak jua mendengarku, begitu dramatisnya aku memanggil ani, hingga terlihat jelas dalam ngigau yang terdengar olehmu, istriku.
Aku masih tertawa dalam khayalku, aku tersenyum padamu, dan balasan tatapan matamu yang melotot seakan akan menjuntai keluar itu menunjukkan emosimu. Aku tak mau bertengkar sayang. Aku hanya ingin kau tahu, aku tak mimpikan tentang perselingkuhan, aku juga tak pernah sedikitpun menaruh rasa pada hati yang lain. Aku takkan bisa berpaling dari hangat pelukmu dan manisnya senyummu menyambut pagi-pagiku. Tapi aku tahu, saat ini rasamu terluka, aku takkan mampu meredamnya dengan ceritaku yang bahkan tak masuk dalam pikiran berlogika.
Biarlah waktu, yang menguji kebenaran itu, walau aku tahu, kau hanya cemburu, kau hanya tak ingin itu menjadi nyata, dan aku tahu dari hatimu kau takkan pernah marah padaku. Toh, buktinya sarapan pagi ini tetap tersaji untuk awali hariku. Aku tahu sayang, Aku tahu kita punya rasa yang sama. Aku sayang kamu.

#Inspired by Mr.Z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s