Cultural content, Efektif atau Tidak?

Posted: March 10, 2014 in Curcol, Rasa
Tags: ,

Ada yang tahu dengan kata ‘cultural content’? Saya yakin anda punya latar pendidikan yang baik, meski tak harus seorang pendidik, istilah ini dapat dimengerti oleh orang yang mampu menerjemahkan kata dalam bahasa Inggris. Kata tersebut merujuk pada sebuah bagian penyusun dalam materi pembelajaran. Content yang dimaksud terkhusus pada informasi yang diberikan dalam materi pembelajaran yang mengaitkan unsur kebudayaan di dalamnya. Mengapa kebudayaan? Apa hubungan kebudayaan dalam pengajaran? Toh budaya kan punya mata pelajaran sendiri, seni budaya? Buat apa bergabung dalam materi pembelajaran yang lain? Hal ini juga telah menjadi fokus beberapa penelitian terdahulu yang akhirnya menemukan bahwa manusia dan kehidupannya telah membentuk budaya sehingga apapun yang ingin anda pelajari, pikirkanlah faktor kebudayaan yang akan tersentuh olehnya.

Dalam pengajaran bahasa itu sendiri, khususnya bahasa Inggris, tak terlepas dari pertimbangan kebudayaan. Banyak mamfaat yang bisa diperoleh dari pengajaran bahasa yang mengikutkan pengajaran budaya di dalamnya. Setidaknya orang-orang yang belajar bahasa memahami dan dapat membandingkan budaya bahasa yang dipelajarinya dengan budaya yang dimilikinya.
Bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional telah mengalami perubahan paradigma baik dari pengguna maupun orang-orang yang mempelajarinya. Saat ini, unsur kebudayaan yang dilekatkan pada bahasa Inggris tak lagi monoton terpusat pada negara penutur asli Bahasa Inggris, seperti UK atau USA itu sendiri, namun lebih berfokus pada kebudayaan negara-negara yang telah menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-harinya.
Dalam pengajaran bahasa Inggris muncullah tiga tipe penggunaan konten budaya di dalamnya, ada yang berbasis budaya lokal, ada yang berbasis budaya negara berpenutur asli Bahasa Inggris dan juga yang terbaru adalah penggunaan konten budaya yang berbasis pada nilai budaya dari negara-pengguna bahasa Inggris secara Internasional.
Tentu saja semua bentuk integrasi dari nilai budaya yang dimasukkan dalam materi pembelajaran ini mempunyai nilai positif dan negatif yang berbeda-beda.
Namun, jika menguji pada efektivitas penanaman nilai budaya melalui pengajaran bahasa, tak ada yang bisa menentukan kepastiannya. Nilai kebudayaan dari materi yang diajarkan perlu pemahaman yang lebih mendalam lagi. Perlu adanya pemikiran kritis yang harusnya mampu membuat orang-orang yang sedang mempelajari kebudayaan secara sadar mengetahui dan mampu membandingkan kebudayaan yang dimilikinya dengan budaya lain.

#mencoba mengerti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s