Ketika Harap itu Berbalas Kecewa

Posted: April 2, 2014 in Curcol
Tags: ,

Kemarin bukanlah hari penting, pun tak ada yang memperingatinya sebagai hari peringatan nasional. Walau kemarin tugas Mid project telah selesai dikumpulkan namun lebih dari itu ada yang mengecewakan dari kemarin itu.
Saya bukanlah berusaha tuk mengeluh atau mencaci dalam penyesalan, namun saya hanya mencoba berdamai dengan perasaan ini, perasaan kecewa yang membayangi. Berharap sedikit perasaan kecewa ni tak lagi menghantui seperti itu terus.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya sebulan yang lalu, saya mengajak teman2 tuk membuat jaket persatuan. Sebenarx bukan jaket, lebih tepatnya desainku kalah itu menunjukkan gambar sebuah sweater. Yah, gambarnya sangat indah pun menarik dan terkesan akan sangat keren digunakan nanti. Tak heran banyak teman yang tertarik untuk ikut memesannya. Nah, sudah ada yang pesan, namun sampai saat teman2 sepakat memesan, saya belum menemukan tempat untuk membuat jaket tersebut. Dalam pikiran saya saat itu, saya akan memesan pada orang yg membuatkan jaket kelas saya pada S1 dulu, namun sayang ia tak lagi menggeluti produksi jaket tersebut. Pusing juga saat itu, mencari dan mencari, dan akhirnya dapat juga dari sebuah grup di facebook. Setelah mengetahui alamat pastinya, saya pun menuju ke tempat produksinya. Ternyata ia hanya agen yang menyalurkan barang langsung dari kota Bandung di Jawa sana. Namun untungnya ia mempunyai contoh model dan jenis sweater yang bisa dilihat. Setelah melihat dan melihat, akhirnya saya sepakat untuk memesan di tempat tersebut. Setelah membayar setengah dari biaya seluruhnya pembuatan jaketpun dimulai.

Sebulan pun berlalu, pesanan jaketpun jadi, dan saatnya tuk mengambil jaket tersebut. Namun, tak semudah itu ternyata mengambil jaket tersebut. Jaket tersebut harus dilunasi terlebih dahulu sebelum bisa diambil walaupun hanya sebagian yang akan saya ambil dulu. Bukan masalah sebenarnya andai teman2 sudah melunasinya, namun saat itu saya belum sempat menagihnya. Saya sudah mencoba tuk meminjam uang teman yang punya, namun dia tak mau mengambil resiko akan pengembalian uangnya. Maklum saat itu sudah tanggal tua dan uang beasiswa pun belum cair. Saya sempat bernegosiasi dengan pembuatnya agar mau memberikan dulu setengah jaket tuk kelas pagi kemarin, agar teman-teman saya yang sudah ingin sekali menggunakannya bisa mendapatkannya pagi itu. Ya tentunya dengan membayar setegah dulu dari harganya dengan menggunakan uang pribadi saya. Namun tak berhasil jua.
Akhirnya saya pasrah, pagi kemarin saya ke kampus untuk kumpul tugas dan menagih teman2 yg belum lunas, untungnya uang yang terkumpul cukup menambah kekurangan.
Setelah uangx cukup, saya bersama Mr. U, mengambil jacket2 tersebut dan kemudian menyimpannya sementara di kamar kost R karena teman2 yang lain sudah pulang. Hari yang sedikit melelahkan tuk bermain2 dengann urusan jaket itu.

Namun semua ternyata belum berakhir, bagi saya ada yang kurang dari jaket tersebut, ada banyak kekurangan yang terlihat. Ah, aku tak bisa mengerti, kenapa desain jaket berbeda dengan hasilnya, padahal saya mewanti-wanti agar jaket itu seperti desain yang saya berikan. Terlebih lagi kualitas kain jaketnya begitu berbeda dengan contoh yang dulu diperlihatkan, terlalu tipis dan tekstur dalamnya kasar, bahkan terkesan ‘rantasa’. Terlebih lagi tali kupluknya tak sedikitpun menunjukkan tali jaket, lebih mirip tali sepatu adanya. Kekecewaan atas harap yang lebih pada jaket tersebut. Mungkin sebagian menganggapnya sudah bagus, namun bagi orang-orang yang berpengalaman dengan jenis jaket dan sweater, bagi mereka yang punya banyak koleksi jaket, mungkin itulah jaket yang kualitasnya jauh di bawah yang lain.
Jadi apa yang harus saya lakukan? Apakah mungkin saya mengembalikan jaket tersebut, atau memarahi si pembuat jaket? Atau bagaimana dan bagaimana? Sebenarnya dari semua tak ada yang perlu saya lakukan, toh takkan mungkin mengembalikannya, toh juga tak ada gunanya marah2 lagi, akhirnya malah menambah masalah.
Namun disisi lain, saya merasa telah mengecewakan teman2, saya rasa apa yang saya lihat dari jaket tersebut tentu akan dilihat juga oleh teman2 yang lain. Tentu saja kekecewaan yang saya rasakan akan dirasakan pula oleh teman2 yang lain. Saya tak tahu bagaimana mengobati kekecewaan tersebut, apatah lagi tuk sebuah jaket yang mestinya dapat sering2 digunakan sebagai kebanggaan almamater yang baru.

Saya tidak tahu apakah teman2 akan membaca tulisan ini atau tidak, namun saya yakin saya telah mengecewakan harapan teman dengan hasil kerja saya, seperti halnya berbagai tugas yang telah diberikan dosen, dari proses tersebut harusnya ada refleksi yang bisa jadi pelajaran, mungkin inilah “reflection and things can be learnt”. Apapun itu, terkadang kita perlu untuk menempatkan hasil terburuk dalam daftar harapan kita agar kekecewaan itu tak begitu besar hasilnya, namun jika telah menyangkut hal yang melibatkan orang banyak, bersiaplah menerima bahkan kekecewaan itu telah hadir menutupi ruang harapan semua orang. Karena tak semua orang mudah berdamai dengan keadaan, tak semua orang akan ikhlas dan syukur akan apa yang ada. Dan saya tau akan banyak yang menyesal bahkan mencibir tuk jaket itu. Tak ada yang salah memang tuk menyesali namun saya tak bisa apa2, hanya bisa berkata ‘maaf’. Hanya itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s