Untukmu Yang Merasa

Posted: April 10, 2014 in Curcol

Sudah dua pekan kami tak mengikuti kelas, sudah dua pekan lebih setelah masa peralihan kami tidak mendapatkan hak kami. Kekurangan sistem yang tidak tertata dengan rapi hingga individu yang hanya mementingkan egonya semata. Jabatan struktural yang diemban bukan berarti kewenangan mutlak untuk mengabaikan kewajiban yang dimiliki. Dan nampaknya semua itu telah menjadi hal yang lumrah, bahkan hal yang wajar bagi mereka, orang-orang yang tak bertanggung jawab yang seenaknya mempermainkan waktu dan mengatur-ngatur dengan wewenang yang mereka punya.

Sistem yang tidak baik menjadi asal muasal semua permasalahan yang merugikan banyak pihak ini. Koordinasi yang kurang dari pihak administrasi yang mestinya memastikan keadaan dan kesiapan pengajar adalah sebuah hal yang perlu diperhatikan. Apa lagi dengan sanksi yang tidak jelas bagi mereka yang lalai bahkan dengan terang-terangan menyatakan diri mereka malas. Bahkan, maaf, Bapak tukang kunci kelaspun mengatakan hal yang sama, dia telah paham betul tabiat dan tingkah laku mereka yang sering melalaikan tugasnya. “Begitu memang itu, nda na tau kapang itu dosa, nda na tau kapang kalo itu mahasiswa habis mi uangnya untuk datang ke kampus baru dosennya tidak ada” Yah, begitulah tanggapan sinisnya sambil merapikan kursi dalam ruang kelas tadi.

Orang seperti beliau saja sadar akan tanggung jawab dan hak yang dimilikinya, bagaimana dengan mereka yang sudah berilmu tinggi, bergelar lebih dari satu, nama yang semakin panjang dan bahkan lulusnya pun di luar negeri. Saya heran dengan situasi seperti ini, apakah memang mereka tak bisa atau mereka yang tidak professional dalam mengatur diri mereka. Karena jika mau melihat keadaan yang memungkin mereka untuk tidak hadir sehingga hal tersebut di jadikan alasan, saya rasa hal itu tidak rasional. Pasalnya ada beberapa dari mereka yang toh dapat mengatur waktu dengan baik, walaupun terhambat dengan kegiatan ekstra selain memberikan kuliah, mereka dapat memberikan informasi yang lebih cepat dan akhirnya tidak menyusahkan ataupun merugikan kami, sebagai mahasiswa. Andaikan tak ada yang seperti itu, maka saya tak merasa sedih melihat mereka yang tidak bisa seperti yang satu ini. Apa yang menjadikan mereka rendah dan tidak professional karena mereka mempunyai  pembanding yang memperlihatkan betapa mereka telah lalai dan tak mampu menjadi orang yang bertanggungjawab.

Terlepas dari diri pribadi dan sistem yang tidak mendukung  tersebut, nampaknya keadaan seperti ini akan terus terulang jika kita tetap membiarkannya. Saya rasa pribadi seperti itu, yang hadir saat ini, kemungkinan akan terlahir lagi beberapa tahun ke depan, jika kita sebagai calon generasi penerus mereka tidak bisa mengambil hikmah dari pelajaran ini. Jika kita merasa perbaikan bangsa itu memang ada di tangan kita semua, tak ada salahnya kita berniat dalam hati, untuk tidak akan menjadi seperti mereka-mereka yang memberikan dampak yang tidak baik bagi perkembangan pendidikan kita. Semoga diri saya, dan kita semua terhindar dari sikap seperti itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s