(Bukan) Strategi Hidup

Posted: September 13, 2014 in Kuliah, motivasi
Tags: , , , , , , ,

Minggu lalu seorang dosen saya memberikan beberapa tips hebat tentang bagaimana menghasilkan penelitian yang berbobot dan mampu menembus seleksi tingkat nasional bahkan internasional. Ternyata apa yang beliau sampaikan tak jauh dari apa yang kita sebut sebagai strategi, yaitu seperangkat tindakan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Nah, terkadang orang mempunyai tujuan yang sama namun mereka tidak mencapai tujuan itu secara bersama-sama karena mereka mempunyai strategi yang berbeda. Satu hal yang menarik dari pengalaman yang disampaikan oleh dosen tersebut adalah bagaimana ia menjelaskan apa yang dilakukannya selama ini dalam mencapai kesuksesan karirnya sebagai ‘strategi hidup’. Untuk strategi hidup ini dapat dibaca pada fragment 2 tulisan “Sekeping Mozaik Kehidupan

Terlepas dari pembahasan strategi hidup, saya menemukan sebuah materi tentang strategi belajar yang menurut saya cukup berharga untuk disampaikan kepada teman-teman semua, khususnya dalam pendalaman materi. Yah, karena tuntutan untuk menguasai satu bidang kajian yang lebih mendalam untuk mencapainya yang namanya profesionalitas.

Pada dasarnya, jika seseorang mempelajari hal yang betul-betul baru, maka ia akan memulai dengan mendapatkan gambaran umum dalam pikiran, barulah kemudian diberikan informasi yang lebih detail untuk menguatkannya. Hal inilah yang disebut dengan proses belajar. Berikut ini adalah beberapa teknik dalam mengingat dan belajar yang akan membantu proses tersebut.

Outline, Reduksi, Variasi, Inkubasi, Revisi, Penguatan

1.  Outline

Sebuah Outline atau Bagan dari sebuah topic akan memberikan kita kerangka kerja yang nantinya dapat kita tambahkan detail informasi untuk mendapatkan gambaran tentang apa yang sedang kita pelajari. Seperti halnya buku pelajaran, artikel dan esai yang biasanya diawali dengan ringkasan isi. Begitupun dengan gambar tampilan film atau televise yang terkadang memberikan tampilan yang luas kemudian memperbesar gamabr pada objek yang jadi fokusnya. Jika kita menyuruh seseorang untuk menggambar sebuah rumah, mereka biasanya akan menggambar terlebih dahulu dinding dan atapnya, sebelum memberikan detailnya, seperti pintu dan jendela.

Saat kita membaca, menulis, menjelaskan ataupun dalam ujian usahakan untuk mengurutkan informasi yang diberikan dari hal-hal yang umum kemudian hal-hal yang lebih detail. Sebagai contoh: jika kita ingin mencari sebuah topic yang akan dibahas, mulailah dengan kamus atau ensiklopedia jika perlu, kemudian ke buku pelajaran, lalu buku khusus dan terakhir carilah pada journal atau artikel ilmiah. Jika kita sedang melakukan ‘academic reading’, maka mulailah dengan membaca semua judul chapter atau subchapter, lihar semua gambar dan caption-nya, bacalah paragraph pertama dan terakhir, baca kalimat pertama setiap paragraph dan terakhir bacalah text secara keseluruhan. Dan sama halnya jika kita akan menjawab pertanyaan saat ujian, mulailah dengan menyampaikan jawaban ringkas dan gambaran isi jawaban, pada bagian badan parahraph berikan penjelasan yang cukup dan akhiri dengan mengulangi gambaran di awal tadi

 2. Reduksi

Bagaimana cara kita memakan seekor sapi yang besar? Apakah kita akan memakannya sekaligus? Atau akan membagi-baginya dalam potongan yang lebih kecil? Tentu dengan membaginya dalam beberapa potong akan membuat kita lebih mudah mengolahnya.

Nah, banyak tugas kuliah yang menjadi lebih mudah dikerjakan dengan membaginya menjadi ke dalam kelompok bagian atau tugas yang lebih kecil.

Bagilah waktu belajar anda ke dalam durasi 50 menit dan istirahatlah setiap jam-nya. Hal ini tentu saja untuk menjaga konsentrasi dan kesehatan. Bagilah tugas yang diberikan menjadi tugas-tugas kecil dan fokuslah pada tiap tugas kecil tersebut setiap mengerjakannya. Fokuslah pada satu paragraph saja saat menuliskan tugas yang diberikan. Jangan pernah untuk mencoba membaca semuanya hanya dalam sekali membaca. Bagilah bacaan itu ke dalam beberapa artikel, chapters ataupun bagian-bagian dari chapters tersebut.

 3. Variasi

Kita biasanya akan memperhatikan seekor jangkrik yang sedang mengerik (bunyi kriik..krik..kriik) saat ia tiba-tiba berhenti berbunyi. Hal ini dikarenakan, orang-orang akan lebih memperhatikan hal-hal yang berubah dari lingkungannya dan cenderung kehilangan konsentrasi jika memperhatikan hal-hal yang tetap sama atau monoton.

Otak manusia akan lebih mudah melihat variasi dari beberapa benda daripada menentukan jika sesuatu itu benar tanpa membandingkannya. Seseorang tidak dapat menentukan jika dua buah kain dengan turunan warna sebenarnya sama, sampai mereka mencobanya secara bersamaan. Begitupun dengan sebuah garis yang bengkok, hanya akan terlihat bengkok jika dibandingkan dengan garis yang lain.

Kita bisa berkonstrasi lebih baik jika kita menvariasikan tugas yang diberikan dengan baik. Cobalah untuk merubah tugas yang dikerjakan setiap jam dan seterusnya. Selingilah tugas yang membutuhkan konsentrasi penuh dengan tugas-tugas rutin. Berilah waktu untuk relax dengan kegiatan fisik ataupun rekreasi. Variasi kegiatan seperti membaca, relaksasi, berpikir, menulis catatan, mencari referensi, menulis, minum kopi, mengatur berkas2 dan olahraga

4. Inkubasi

Kita akan dapat belajar lebih banyak jika kita memberikan waktu otak kita untuk berproses. Solusi untuk sebuah masalah biasanya muncul saat kita meninggalkannya dan focus dengan hal yang lain. Olehnya itu, jika kita akan melakukan koreksi/perbaikan draft tulisan kita, setelah mengoreksi, biarkanlah ia tinggal semalaman, esok hari anda akan mendapati hal-hal yang anda tidak perhatikan atau lupa untuk dikoreksi. Sama halnya, jika anda mempunyai bahan bacaan yang sulit dipahami, bacalah kembali pada hari berikutnya, maka akan lebih jelas lagi. Begitupun dengan soal matematika yang sulit.

 5.Revisi

Semakin banyak merevisi, semakin banyak yang akan kita ingat. Bacalah kembali catatan perkuliahan yang dibuat pada hari yang sama atau satu hari setelah perkuliahan. Ringkaslah catatan perkuliahan itu setiap minggunya, dan bacalah kembali ringkasan itu selama semester. Buatlah juga catatan pada bacaan anda, bacalah catatan itu seminggu kemudian dan sebelum ujian. Gunakanlah sedikit waktu saat diperjalanan, menunggu dosen atau saat menunggu seseorang untuk mereview singkat beberapa catatan anda.

6. Penguatan

Belajar itu memerlukan perhatian dan konsentrasi. Olehnya itu, jangan hanya membaca saja, lakukanlah sesuatu dengan informasi yang dibaca tersebut seperti memberikan highlight/stabile, menggaris-bawahi, membuat bagan-mind mapping, atau menuliskannya kembali.

Semua strategi tersebut akan bekerja secara bersama, seperti contoh:

  • Process inkubasi akan terjadi jika kita melakukan variasi belajar
  • Revisi akan mudah dilakukan jika kita membagi tugas dalam bagian yang lebih mudah dipelajari

Dan itulah strategi belajar yang menurut saya cukup baik untuk dicoba, yah mudah-mudahan saja aplikasinya bisa membuat hasil belajar lebih baik lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s