Archive for February, 2015

Hingga Kau Tak Mampu Lagi Berdiri

Posted: February 28, 2015 in cerpen, daily life, motivasi
Tags: ,

Berjuang seperti yang kau rasakan
Menjadi seperti yang kau inginkan
Menjadi seorang yang kau impikan
Bertekad lebih dari sekedar kerja keras
Menahan luka berdarah-darah
Menembus batas mampu dan kuatmu

Jika kau menginginkannya
Tak lebih dari sekedar lelah
Tak lebih dari tetes keringat
Kau melawan sakit
Kau berkelahi dengan sepi
Dan kau sendiri berharap tuk mencapai mimpi

Dalam usaha Tuhan menjawab
Ketika berada dalam kesempatan
Bersama dirimu membuktikan
Menegaskan luka yang menjadi kenang
Membakar semangat yang lupa padam

Kau berlari, dari langkah yang kecil
Perlahan meninggalkan semua itu
Kala kecewa menghampiri
Pada ego yang tak mengertimu
Pada mereka yang tak tau perjuanganmu

Bukan jalan yang kau tempuh yang kau sesali
Bukan waktu dulu yang kau kenangkan
Namun,,
Luka jua yang akan mengajarimu
Membawamu kembali pada  impian itu

Saatnya tegakkan kepalamu
Tunjukkan siapa dirimu
Sampaikan teriakan keberanianmu
Pada dunia yang menakutimu
Pada kekecewaan yang mencobamu
Dan pada diri lemahmu yang dahulu

Katakan kau bisa lebih dari itu
Seperti semua perjuanganmu dulu
Tetapkan dirimu pada jalur yang tertuju
Dan biarkan dirimu terus melaju
Jangan berhenti
Jangan hiraukan lelahmu
Jangan pedulikan lukamu
Teruskan itu
Hingga kau tak mampu lagi tuk berdiri
Hingga kuasamu tak lagi ada padamu
Hingga Tuhan mu jua yang akan menghentikanmu.
Dan bila kau tiba di masa itu,
Maka…
Cukuplah sampai disitu.

Cinta Tali Pusar

Posted: February 24, 2015 in Curcol, Rasa
Tags: , ,

image

Selamat datang pembaca yang tak setia, kali aku tak bermaksud cerita,  hanya sedikit mengumpulkan kenangan atas masa lalu yang mungkin terkesan bejat. Antara X dan Y biarlah seperti itu. X dan Y itu rumit. Mereka adalah hitungan matematis yang tak terduga, tergantung kalian merubahnya dengan variabel apa dan mengapa. Terserah. Begitupun kisah ini..semua terserah pada saya. Ini objektivitas yang subjektif. Saya melihat dua mata yang saling bertautan. Antara X dan Y. Mari kita menemukan jawaban dari rumusan sederhana ini.
Analisis awal X:
Yah, ini tentang cinta, namun jika itu adalah pertemuan yang tdk disengaja, maka akan aku tuliskan pada catatanku, lalu ku tempelkan tepat di layar depan Tab yang mungil ini.tepat di depannya..”tak satupun yang kebetulan,semua ada dalam skenario dan semua itu harus dijalani”…begitu mungkin tepatnya tertulis sudah dicatatan itu.
(more…)

Kertas Putih-Putih

Posted: February 23, 2015 in Curcol, Kuliah, Rasa
Tags: , , ,

Sederhana. Begini. Sudah berapa halaman yang jadi? Masih belum jalan? Sama dong. Saya berpikir sejenak yah.
Mungkin begini. Ada yang memulai dan terstruktur dengan baik. Seperti tiap langkah bahkan coretannya pun telah ditetapkan pada tiap barisnya. Ada yang menyendirikan dirinya dalam ruang pribadinya hingga teks itu terlahir dalam bentuk nyaris sempurna. Itupun sempurna menurut pandangan awam. Saya dan mereka menjadi diam kala perhelatan itu terhenti sejenak. Kita seakan memandang pada waktu yang menertawakan kamu yang dulu penuh keyakinan. Atau bahkan si dia yang dari dulu berkata rombengan, kiasan pinjaman dari seorang itu, sudah matang dengan rencana yang tak tergantikan lagi. Meski teori berkata tidak namun si A mungkin berkata “aku sih..yes”
Terlebih lagi pada mereka yang rela menggelarkan tikar beralaskan pagi, menanti tiap hari mengalahkan penjual jajanan dini hari. Semangat itu tak luntur hingga siangpun menjadi. Katakanlah pada diri mereka itu pejuang sejati yang tak takut pada genk motor itu, bahkan mereka bersahabat pada tukang bentor yang menjadi tempat berteduh mereka hingga terkadang tertidur di atas bentor itu menanti beliau bangun dari tidur bukan mati.
Tapi, bagaimana dengan kita, seperti apa kita kini. Pada headline news berita belum terkabarkan saat ini. Seseorang, dua orang ataupun sejenis perorangan yang tersegerakan. Mendapatkan restu dari pemegang kuasa dalam tenggat waktu yang tak lagi lama.
Kita iyya?
Sudah jauh tidak kita melangkah? Atau kita tak sadar berjalan di tempat? Biarlah kita bergerak walau sedikit. Namun terkadang kecepatan lebih menggiurkan dari sekedar gelaran kenamaan. Berlumut dah sudah kita, seperti yang lain-lain mungkin bisa, sehingga kita hanya butuh formalitas semata hingga gelar itu bersama kita.
Mencoba menjadi idealis terkadang mudah, cukup tidak mainstream. Namun ia yang begitu,  pasti jarang kan mendapatkan hal yang diharap itu.
Bertanyalah saja…
Apa harus menunggu kertas putih ini menjadi hitam dulu sebagai bukti kita juga sedang berusaha? Atau cukup kita berikan ide ini ke tempat yang semestinya?
Sembari menanti, mungkin ada baiknya kita sendiri yang berganti. Rubahlah kita menjadi mereka. Menjadi seperti seharusnya dan seperti itulah mungkin sedari dulu terjadi. Kala kertas-kertas putih itu masih putih, namun kita memilih tuk tetap bermimpi.
Kala waktu itu berganti, namun kita memilih tuk bersantai. Yah, esok masih ada pagi, hari masih jauh tuk meninggalkan rona pada sunset. Kita masih berlari dan belum jauh dari tujuan ataupun titik kita memulai. Kita belum pasti berhenti atau mencapai semua mimpi. Hanya satu yang pasti kita bukan lagi bagian dari masa yang terlampaui. Sudah berlalu pada yang masa yang tak menentu. Tanpa reaksi yang tak termotivasi. Menuntut kalian tuk beraksi dalam ruang imajinasi. Hingga kelak kita melihat toga dalam dimensi yang pasti.

Sembilan Sudah Cukup!!!

Posted: February 23, 2015 in Curcol, daily life
Tags:

Teruntuk bapak dan beliau
Anda dan anda pun mungkin tak tahu apa yang menjadikan aku beda dari yang lain, aku dipertemukan dengan kalian dalam tugas akhir yang melelahkan.
Kalian orang-orang hebat, gelar bukan lagi impian kalian meski gelar tambahan tetap kalian dapatkan kelak jika kalian telah tiada.
Saya salut dengan kepintaran itu, jeniusitas tingkat tinggi dan ketajaman pikiran dan pemahaman ilmu yang beragam itu. Meski kalian jauh dari kata sejalan tuk mengakhir masa bimbingan ini.
Sudah hampir sembilan bulan. Dan itu bukan masa yang singkat, bergelut dengan kertas dan coretan, berdesak dengan waktu dan kesempatan. Terlalu banyak yang berulang dan berulang. Ketika perdebatan berubah-ubah pada hasil yang tak menentu. Terlebih lagi ego yang harusnya kalian tontonkan padaku saat ini. Cobalah memahami masa ini terlalu lama tuk mudah saya mengerti.
Mungkin etika kesopanan saya menunjukkan hormatku, namun saya bukan diam dan menerima, saya terlanjur lelah berargumen. Saya telah tersudut dalam kedangkalan pahamku, atau mungkin kalian yang terlalu jauh menilai kemampuanku.
Aku mungkin takkan berhenti, namun terkadang jiwa itu penat. Ingin berteriak tepat di kedua telinga tuan-tuan. Berharap suara menjadi seruan agar kalian mengerti arti sebuah permulaan.
Mungkin aku tak bisa sempurna, aku sadar teori ini bertentangan, terus adakah kita tetap berdiri dalam kesempatan yang sama? Atau harus melangkah menjauh bahkan melompati rintangan itu.
Aku bukan lelah. Aku bukan tak terima. Aku hanya kasian pada ego kalian. Pada rasa yang mestinya memahami dan mengerti. Seperti malam yang menghitamkan langit, dan tak perlu bertanya mengapa ia tak sebenderang siang.
Aku menuntut pada waktu dan ruangku, yang lama terkuras dan terasa hampa membebani. Aku berekspresi seakan mati, geraknya perlahan dan tertatih. Memanjakan aku pada keilmuan yang sepi.

Toh logikaku tak lagi sehat
Aku hanya berharap tuk waktu yang singkat
Berikan aku kesempatan tuk berangkat
Memulai semua yang ada dalam itikad

#Bukan_saya

Pra-pradilan Masa Lalu

Posted: February 23, 2015 in Rasa
Tags: , ,

image

Lama waktu berlalu
Dalam detik jua berganti menit
Melintas masa berselang hari
Sudah lama ini ia terhenti
Tersedak sedikit takut memulai
Jika harap tak lagi berada
Asa pun gugur terderai lenyap

Aku berpikir dalam logika
Kala kita menuntut etika
Saat estetika dan retorika
Bersatu menggugat seketika
Aku berjalan dalam diam
Tanpa gerak dalam ruang
Pikir melayang bagai terbang
Jauh disana tak ingin pulang

Sekali lagi aku kembali
Melihat niat tuk sedikit berbakti
Pada mu diri yang tertatih
Yang kini rentah dan tua menanti
Aku pulang dalam kenangan
Bersama luka berbalut pengalaman
Merasakan rindu yang tak lagi senang
Namun hanya indah mengenang (more…)

Teruntuk diam dalam Maafku

Posted: February 23, 2015 in jelajah, kuliner
Tags: , , ,

image

Ingatkan aku pada waktu
Kala mentari mengalahkan hujan
Panas dan terik pun melelah
Kan ku bawa kau pada tujuan
Nikmati rasa coklat yg meleleh

#YumyumEsGoreng