Berdetak Sejenak di Pulau Badi’ (2)

Posted: November 20, 2015 in jelajah
Tags: ,

image

Kelas kami telah selesai sore tadi. Bersama senja magrib kami beranjak ke salah satu rumah penduduk yang berada di sebelah selatan pulau ini. Derap langkah menyusur pantai dengan hembusan angin yang menerbangkan remah-remah kayu apung di sisi-sisi pantai berakhir di selasar kecil rumah tingkat dua yang masih bergaya tradisional rumah orang bugis makassar. Kami beristirahat di ruang atas bersama dengan penghuni rumah yang hanya dibatasi sekat pemisah tempat untuk kami tertidur. Setelah santap malam beberapa ekor cumi-cumi segar yang begitu nikmatnya, kami berjalan menuju Masjid desa yang cukup besar di sebelah barat pulau Badi’ ini.
Di masjidlah malam ini kami membagikan ilmu berhitung kepada adik-adik yang mulai berdatangan tepat pukul 8. Kelas berjalan dengan sedikit sunyi, jumlah adik-adik yang mengikuti kelas jauh lebih sedikit dibanding peserta kelas sore tadi. Mungkin keadaan malam yang tidak begitu ramah bagi para orang tua untuk mengizinkan anak mereka keluar rumah menjadi penyebab utamanya.
Tepat sejam berlalu, kelaspun berakhir dan semua anak-anak pulau kembali ke rumah mereka masing-masing. Malam ini berjalan dengan biasa dan tugas mengajar kamipun telah usai. Sejenak beristirahat menanti malam di beranda rumah yang berhadapan dengan pantai terasa lebih indah malam itu. Hingga pagi menyambut cerita tentang kisah mistis yang terdengar samar-samar dari warga sekitar. Konon katanya, sebuah pohon tua yang berada di belakang bangunan sekolah adalah pohon keramat yang disakralkan oleh semua warga pulau. Menurut mereka pulau ini ditobang oleh pohon tersebut sehingga dapat tetap muncul ke daratan, jika pohon itu tidak ada lagi, maka pulau ini akan tenggelam dan menghilang di telan lautan. Tak heran mengapa pohon yang bertuah itu terlihat paling besar di pulau ini. Entah benar atau tidak, penduduk pulau begitu percaya akan hal tersebut hingga terkadang rambu-rambu atau sesajen pun disajikan pada beberapa kesempatan yang berhubungan dengan kehidupan atau keselamatan warga pulau.

***

Pagi menyingsing terlalu cepat di sini, mengajak kami tuk berkelana sejenak mengelilingi lingkungan pulau bersama penggiat lingkungan pesisir yang telah lama berada di pulau ini. Berjalan-berjalan menyusur jalan dan lorong-lorong kecil di setiap sisi pulau, melihat proses pembersihan pulau dengan solusi bank sampah ataupun sekedar bertegur sapa dan berbalas senyum dengan penduduk-penduduk yang bercengkrama di teras -teras rumah mereka. Hingga akhirnya menikmati hangat mentari pagi di sisi dermaga kayu bersama aroma pasir putih pulau dengan pantai yang cukup eksotis ini.

image

Hingga pagi meninggi, kami beranjak menuju rumah tempat kami menginap. Setelah mengisi perut dengan nikmatnya nasi goreng traditional bertoppingkan telur dadar, kami sejenak bersantai bersama renyahnya gorengan dan aroma teh hangat yang begitu menggugah rasa layaknya di rumah sendiri.
Tak berapa lama berselang, ajakan tuk bermain bola air di pantai terdengar mengasyikkan, katanya  tak afdol ke pulau tanpa bermain-main dengan air lautnya. Saya dan tiga orang volunteer lainnya akhirnya bergabung dengan anak-anak pulau bersenang-senang di pantai kala itu. Kami bermain bola air, berselancar dengan busa yang ditarik ibarat perahu, dan menikmati pemandangan bawah laut dangkal di sisi luar pantai dengan alat snorkling yang digunakan bergantian. Yah, hari ini menjadi kesyukuran tersendiri, menikmati indahnya waktu bersama anak-anak pulau, bergembira lepas dengan penuh tawa dan rasa kebahagiaan.

***

Sejenak di pulau Badi’ memberikan pengalaman berharga tentang rasa peduli akan sesama. Kini pulang membawa sejuta pesan pada diri ini, bahwa tiap diri perlu mengerti akan setiap reski yang telah diberikan. Menjadikan diri bersyukur akan kesempatan tuk merasakan nikmatnya dengan menjadi bermanfaat kepada sesama. Jika kita berarti pada orang lain, menjadikan diri kita sebagai tempat orang berterima kasih, ataupun nama kita yang kemudian disebutkan mereka ketika mereka mengungkap rasa syukur atas hidup mereka saat ini. Semoga ada hikmah yang menjadi kebiasaan dalam diri ini.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s