Archive for December, 2015

“Hanya waktu yang masih setia pada janjinya. Menempuh 60 detik untuk menggenapi 1 menit dan 60 menit untuk menjadikan 1 jam”

Setahun berlalu dengan sejuta kejadian yang menghiasi lembaran kenangan. Kenangan yang sayang untuk dilupakan ibarat warna yang menggoreskan rupa di lukisan hidup kita. Jika harus menuliskan warna apa saja yang menghiasi lukisan hidup saya tahun ini, maka berikut ini beberapa warna yang memberikan nuansa baru di hidup saya:

1. Putih Hitam Kertas Tesis

20150410_100910Awal tahun menjadi perjuangan terberat menyelesaikan studi S2. Setelah tertinggal jauh menjelang masa liburan, Januari dan Februari menjadi saksi perjalanan awal penelitian tesis saya. Dari konsultasi yang menjenuhkan, keberadaan dosen yang timbul tenggelam, hingga persyaratan administrasi yang begitu menyulitkan. Semua seakan mendukung pengalaman yang tak terlupakan meraih gelar yang lebih tinggi.

(more…)

“Tulisan yang baik adalah tulisan yang diselesaikan dan ditayangkan. Bukan tulisan yang disimpan dalam draft saja”    ~Om Lebug

Kelas Menulis Kepo telah memasuki pekan ketiga. Setelah pertemuan pada Jumat lalu (18/12/2015), kelas diliburkan untuk waktu yang belum ditentukan. Namun selama kelas diliburkan, tidak serta merta kegiatan menulis ditiadakan. Untuk mengisi liburan panjang tersebut, maka muncullah tantangan untuk membuat proyek menulis santai dengan tema lima (5) hal. Kegiatan ini akhirnya dikenal dengan Proyek Lima. Dalam lini masa percakapan di grup media sosial Line terlihat jelas kreativitas dan kepekaan peserta kelas menulis untuk memunculkan ide-ide terkait proyek lima.

Dari sekian banyak ide yang muncul, ada beberapa ide yang menurut saya pribadi sebagai ide luar kreatif, yaitu ide-ide yang lebih dari sekadar kreatif. Berikut lima ide tulisan yang sangat menarik menurut penilaian subjektif saya:

(more…)

Taksi, becak dan Pete-pete adalah tiga jenis kendaraan yang hanya Tuhan yang tahu apa maunya”  ~Kak Na’

Makassar merupakan kota yang paling maju di belahan Timur Indonesia. Tak heran mengapa saat ini kemacetan pun bukan lagi menjadi hal yang asing di ruas-ruas jalan kota Anging Mamiri ini. Hampir di semua belahan kota Makassar telah terdapat titik kemacetan dan kepadatan kendaraan yang tidak dapat dihindari.

Selain volume kendaraan yang sudah agak tidak sebanding dengan lebar ruas jalan, tingkah laku para pengguna jalan pun menjadi salah satu faktor utama penyebab kemacetan di Kota Daeng. Berikut ini lima tingkah para pengendara yang kerap menimbulkan masalah di jalanan kota Makassar:

(more…)

“Membacalah, lalu tuliskan agar kau tak hanya diam di satu titik”  #Inspirasipul

Musim penghujan tak menjadi penghalang terlaksananya pertemuan ketiga kelas Menulis Kepo pada hari Jumat (18/12/2015). Dilaksanakan di tempat yang sama, yaitu Kafe Baca di Jl. Adhyaksa, kelas dimulai dengan pembahasan awal tentang tugas pertemuan sebelumnya dan diakhiri dengan pembahasan materi pokok pertemuan ketiga, yaitu sudut pandang tulisan. Berikut lima catatan penting yang sempat saya ‘tangkap’ selama pertemuan:

(more…)

“Karena tulisan tidak akan menjadi sebuah tulisan jika tidak diselesaikan”

Menghasilkan sebuah tulisan yang “nikmat” untuk dibaca bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Bahkan penulis hebat sekalipun, terkadang mendapatkan kesulitan untuk menghasilkan sebuah tulisan yang menarik. Apatah lagi jika harus menuliskan sesuatu yang diluar keahlian atau kebiasaan si penulis. Begitupun halnya dengan penulis pemula, mereka selalu kesulitan untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang berbobot dan menarik untuk dibaca.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya kesulitan menghasilkan sebuah tulisan. Selain masalah klasik, yaitu tidak adanya waktu untuk menulis, ada beberapa keadaan yang telah menjadi hal yang membahayakan bagi penulis pemula.

Berikut ini ada lima bahaya laten yang sering dialami oleh para penulis pemula. Kesemuanya merupakan hasil pengamatan dan pengalaman pribadi yang penulis sering alami.

(more…)

Ada Apa di Tengah Hutan Batu?

Posted: December 19, 2015 in Uncategorized

Apa sih daerah wisata terindah di Sulawesi Selatan? Apakah Toraja yang menawan dengan budayanya? Pantai Bira yang eksotis dengan pasir putihnya? Puncak Gunung Bawakaraeng dengan keindahan puncak berawannya? Ataukah Kampung Berua di Kawasan Wisata Rammang-Rammang yang mempesona dengan Hutan Batunya?

Sejak dulu, ketika ditanya tentang destinasi wisata terbaik di Sulawesi Selatan, saya langsung menyebut Toraja. Entah sejak kapan Toraja menjadi magnet wisatawan dari penjuru dunia, namun yang pasti pesona destinasi wisata ini lebih terkenal dari ibukota Provinsi Sulawesi Selatan itu sendiri. Terletak di wilayah pegunungan yang menampilkan keindahan alam pedesaan berbalut kentalnya budaya masyarakat Toraja menjadikannya pilihan utama para turis-turis baik asing maupun lokal. Dimanjakan dengan tradisi adat dan suasana alam pedesaan menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin sejenak melupakan hiruk pikuk perkotaan. (more…)

Sudah hampir sejam berlalu, Roni masih berdiri kaku di tepi kaca jendela di ruang belajar sore itu. Merahnya langit di tepi barat mengantarkan ingatannya pada pesan singkat yang ia terima pagi tadi. Seorang sahabat karibnya saat menempuh studi S1 dahulu, tiba-tiba muncul dan mengajaknya untuk menjadi joki pada Test of English as Foreign Language (TOEFL) di sebuah lembaga kursus ternama. Joki adalah istilah untuk orang yang mengerjakan ujian untuk orang lain dengan menyamar sebagai peserta ujian yang sebenarnya.

Lama tak berjumpa, namun tiba-tiba muncul dengan sebuah ide gila membuat Roni tak percaya dengan pesan tersebut. Saking tak percaya dengan apa yang ia lihat, Roni harus membaca pesan itu secara berulang-ulang untuk menyakinkan dirinya. “Dua jam saja dalam ruangan dan kita akan dibayar hampir sejuta” begitu kalimat penutup dari pesan yang dibacanya.

Sejenak pikiran Roni melayang jauh, ia tiba-tiba teringat penghasilannya yang sangat jauh dari kata cukup. Ia teringat dengan kiriman uang saku yang kini tak lagi ia dapatkan semenjak wisuda bulan lalu. Terlebih biaya hidup sebagai pegawai baru ternyata tak sedikit. Belum lagi sebuah rencana tuk menikah tahun depan yang ia terlanjur janjikan pada pacarnya. Sebuah rencana besar namun tabungan untuk mewujudkan rencana itu belum ada sepeserpun. “Ah, mungkin sudah saatnya mencari cara baru untuk menghasilkan uang dengan cara cepat” pikirannya mencoba berdamai dengan pertentangan batinnya.

(more…)

Dini hari pada Minggu kedua bulan Desember ini, Supratman tiba-tiba menghadang Nizar tepat di MAN 2 Model Makassar, tanpa kata ia memukul dan menendang Nizar hingga terjatuh dari motor yang dikendarainya. Sesaat kemudian lelaki jangkun ini menghunus badik yang telah ia persiapkan di balik celananya. Ia menikam Nizar secara membabi buta lalu bergegas meninggalkan Nizar yang mulai bersimbah darah.

Dua belas luka tikaman tak serta merta membuat Nizar menyerah, dengan segenap dayanya bangkit berusaha tuk meneruskan perjalanannya mencari pertolongan. Namun sayang Tuhan berkehendak lain, mahasiswa STIEM Bongaya ini tak mampu berjalan jauh lagi, ia tumbang tepat di depan Masjid H.M Asyiek. Ia terjatuh dan mengerang kesakitan, berusaha teriak meminta tolong, tapi tak ada gunanya, tak ada yang mendengarkannya kala itu. Akhirnya dia terbaring telungkup menghadap bumi, serasa menyerahkan diri, tertidur dan tak bangkit lagi.

Beberapa hari setelah kejadian itu, pembunuhan kembali terjadi di kabupaten Takalar. Seorang pegawai Indomaret meregang nyawa di tangan anak buahnya sendiri. Saat ia masih sibuk menata barang-barang, pelaku tiba-tiba muncul dengan parang yang telah siap ia tebaskan. Nyawapun kembali melayang, pelaku berlari pergi dan menghilang.

***

Dua kasus pembunuhan yang baru-baru ini terjadi di wilayah Makassar dan Takalar merupakan fenomena sosial yang patut mendapat perhatian serius. Pasalnya kedua kasus tersebut ditengarai oleh persoalan yang terkesan sepele namun berdampak sangat mengerikan dengan hilangnya nyawa seseorang.

(more…)

“Jangan Takut Tekan Enter dan Jangan Lupa EYD

@kelas_kepo

Pertemuan kedua kelas menulis Kepo hari ini (09/12/2015) diawali dengan review dua tulisan peserta dari angkatan kedua. Setelah mengundi secara online melalui alamat web random.org, tulisan dari kak Suci dan kak Nia terpilih untuk diperiksa dan diberikan komentar oleh semua peserta kelas. Semua masukan dan saran yang dikemukakan berfokus pada kesalahan mendasar dalam penulisan, utamanya penggunaan tata bahasa yang baku.

Secara garis besar, ada tiga bagian pokok yang perlu diperhatikan secara saksama sebelum sebuah tulisan tersebut diposting ke halaman web ataupun blog. Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), penggunaan kalimat yang bersifat terlalu subjektif, dan pemberian kalimat penjelas yang memadai merupakan unsur-unsur dasar yang menjadi tolak ukur tulisan yang dianggap berterima dalam dunia kepenulisan. Kesalahan-kesalahan inilah yang banyak ditemukan pada dua tulisan yang dibahas hari ini. (more…)

Teruntuk Ibu,

Sudah lama aku tak berkabar padamu. Dalam rindu yang mulai menusuk tajam hingga melukai hati ini, aku mulai tertatih merangkai kata ini untukmu. Menyampaikan padamu betapa waktu yang tak kuhabiskan bersamamu adalah duka yang harus aku telan bersama malam yang kulalui sendiri dalam tiap tidurku. Aku merindu dekap pelukmu dari dingin yang merangkul tubuh ini, seperti rindu wejangan tak berpamrih yang kau berikan di semua tingkah dan gerakku.

Aku selalu teringat akan wajah teduh bermata penuh yang menemani kala sakitku. Semua rapalan doa-doa yang kau panjatkan demi kesembuhan, seakan menjadi musik-musik penenang jiwa yang masih tak pandai membahagiakan dirimu. Kala malam semakin larut, ingatku padamu seakan semakin membuncah dan penuh hingga tak jarang bermuara pada tangis merindu.

(more…)