Lima Bahaya Laten Bagi Penulis Pemula

Posted: December 22, 2015 in Kelas Menulis Kepo
Tags: , ,

“Karena tulisan tidak akan menjadi sebuah tulisan jika tidak diselesaikan”

Menghasilkan sebuah tulisan yang “nikmat” untuk dibaca bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Bahkan penulis hebat sekalipun, terkadang mendapatkan kesulitan untuk menghasilkan sebuah tulisan yang menarik. Apatah lagi jika harus menuliskan sesuatu yang diluar keahlian atau kebiasaan si penulis. Begitupun halnya dengan penulis pemula, mereka selalu kesulitan untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang berbobot dan menarik untuk dibaca.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya kesulitan menghasilkan sebuah tulisan. Selain masalah klasik, yaitu tidak adanya waktu untuk menulis, ada beberapa keadaan yang telah menjadi hal yang membahayakan bagi penulis pemula.

Berikut ini ada lima bahaya laten yang sering dialami oleh para penulis pemula. Kesemuanya merupakan hasil pengamatan dan pengalaman pribadi yang penulis sering alami.

1. Kesusahan Dalam Mendapatkan Ide

Agar mudah menghasilkan sebuah tulisan, sebaiknya ide sebuah tulisan berasal dari hal-hal yang lekat dengan keseharian penulis. Selain memudahkan penulis dalam memberikan kejelasan dan keunikan tulisan, sentuhan personal dari penulis juga akan menghasilkan tulisan yang berbeda dan menarik untuk dibaca.

Olehnya itu, untuk menghindari masalah ide ini, ada baiknya bagi penulis pemula untuk selalu membawa catatan kecil untuk menuliskan ide yang muncul. Ide itu ibarat air yang mengalir di sungai. Ada begitu banyak ide yang terkadang muncul tiba-tiba dan ide tersebut dapat dijadikan tulisan. Namun, jika ide tersebut tidak segera disimpan, maka ia akan mengalir dan menjauh pergi. Hingga akhirnya penulis akan lupa dengan ide tersebut.

Sebaiknya, begitu sebuah ide tulisan melintas, segeralah simpan dan jangan biarkan ia mengendap lagi. Penulis dapat menyimpannya dalam bentuk catatan di kertas, selembar memo, ataupun bentuk catatan digital dengan menggunakan ponsel pintar.

2. Ketakutan Terhadap Respon Pembaca

Bahaya lain yang sering mengancam penulis pemula adalah sikap tidak percaya diri terhadap hasil karyanya sendiri. Terkadang rasa takut terhadap respon pembaca membuat tulisan tidak terselesaikan. Bahkan, terkadang sebuah tulisan hanya berhenti dalam batasan ide semata tanpa pernah dituliskan.

Memang tak dapat dipungkiri, setiap penulis perlu untuk memikirkan dampak dari tulisan yang akan dituliskan, terlebih jika menyangkut isu yang sensitif. Namun, bagi penulis pemula, membuat tulisan yang masih jauh dari kata sempurna bukanlah hal yang buruk. Toh, dengan menghasilkan tulisan-tulisan yang penuh dengan kesalahan akan membuat penulis lebih banyak belajar lagi. Seseorang tidak dapat mengetahui jika ia menulis dengan cara yang salah, jika ia tak pernah menghasilkan sebuah tulisan.

Tidak terlalu risau dengan respon dari pembaca adalah cara mudah untuk tetap menulis. Terkadang seorang penulis pemula harus berusaha beranggapan bahwa ia menulis untuk dirinya sendiri, sehingga ia tak perlu memikirkan bagaimana pembaca akan menanggapi hasil tulisannya nanti. Karena seiring waktu berjalan, seorang penulis pemula akan lebih peka dalam mengatur ide dalam tulisan dan menyajikannya dengan cara yang lebih menarik lagi.

3. Kesalahan Dalam Proses Menulis

Dalam sebuah film yang berjudul “Finding Forester”, yang menceritakan tentang seorang penulis pemula yang belajar menulis essay dari penulis ternama, ada sebuah adegan yang menceritakan bagaimana cara untuk memulai sebuah tulisan. Ternyata, untuk menghasilkan sebuah tulisan, diperlukan sebuah contoh yang dijadikan acuan baik dari penyusunan ide maupuan pengembangan tulisan. Olehnya itu penting bagi penulis pemula untuk melihat contoh tulisan jika memang belum tahu harus memulai dari mana.

Selain itu, juga digambarkan secara tersirat dalam film tersebut untuk tidak pernah berhenti menuliskan semua kalimat sampai tulisan itu selesai, sehingga penulis pemula tak perlu takut untuk berbuat kesalahan. Fokuslah pada pengembangan ide terlebih dahulu, baru kemudian memikirkan format penulisan yang tepat.

Sebagian besar penulis pemula, akan melakukan perbaikan atau pemeriksaan tulisan saat proses penulisan sedang berlangsung. Selain menghambat proses penulisan, dengan melakukan pemeriksaan saat penulisan, biasanya penulis akan kehilangan konsentrasi dan fokus sehingga ide tulisan terkadang hilang. Hal tersebutlah yang mengakibatkan tulisan tidak dapat terselesaikan. Penulis pemula perlu mewaspadai bahaya dari melakukan proses perbaikan selama tulisan belum selesai. Lakukanlah pemeriksaan kesesuaian dan perbaikan susunan tulisan saat tulisan tersebut telah selesai. Dengan begitu, penulis dapat melihat secara jelas bagian yang perlu ditambahkan dan bagian yang perlu dikurangi.

4. Kurangnya Riset Sebelum Menulis

Mungkin riset merupakan hal yang paling jarang dilakukan penulis pemula. Karena kebiasaan menuliskan curhatan dan pengalaman pribadi, penulis pemula akan cenderung menuliskan sesuatu dari sudut pandang yang sama. Padahal, umumnya tulisan yang menarik membutuhkan keterampilan untuk menuliskan sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda.

Biasanya, untuk menghindari tulisan yang hampir sama atau memiliki gaya penulisan yang sama, seorang penulis perlu untuk melakukan riset kecil-kecilan. Riset di sini tidak diartikan sebagai proses yang rumit dengan berbagai instrumen dan data-data yang memusingkan. Namun, riset yang dimaksudkan adalah pencarian informasi yang lebih jauh tentang ide yang akan dituliskan. Dengan membaca tulisan yang serupa, misalnya, seorang penulis dapat menghindari pengulangan ide yang sama. Dengan demikian, tulisan yang dihasilkan akan lebih variatif dan tidak terkesan menduplikasi tulisan lain.

5. Konsistensi Dalam Menulis

Apa yang paling berat untuk dilakukan oleh seorang penulis pemula? Tentu saja jawabnya adalah konsistensi. Bagi seorang pemula, di bidang apapun itu, menjaga konsistensi adalah hal yang sangat susah di masa-masa awal. Karena setiap kebiasaan baru akan selalu membutuhkan waktu untuk dapat disesuaikan dengan kegiatan rutin yang telah lama dijalani. Menghasilkan satu tulisan dalam waktu satu minggu akan terasa berasa pada awal menjadi penulis. Namun, begitu sudah terbiasa dengan kegiatan tulis menulis, setiap hari pun akan mudah untuk menghasilkan sebuah tulisan.

Seperti halnya dengan waktu yang nyaman untuk menulis. Untuk penulis pemula, biasanya waktu yang sepi, hening dan tanpa kesibukan akan menjadi waktu yang tepat untuk menghasilkan sebuah tulisan. Namun, bagi mereka yang telah menikmati menjadi penulis, dimana pun dan kapan pun itu, mereka dapat tetap menulis dengan baik.

Untuk menghindari bahaya dari tidak adanya konsistensi dalam menulis, ada baiknya penulis pemula mulai memberikan target yang rasional dalam menulis. Misalnya, bulan pertama harus menghasilkan satu tulisan setiap minggunya, terus bulan kedua ditingkatkan menjadi dua tulisan setiap minggunya, dan begitupun bulan berikutnya. Hingga nantinya penulis pemula dapat menghasilkan satu tulisan setiap harinya.

Nah, itulah beberapa bahaya laten yang perlu diwaspadai oleh para penulis pemula. Dengan mengetahui bahaya dan cara menghindari bahaya tersebut, setidaknya penulis pemula akan lebih produktif lagi dan tidak mudah menyerah dalam menghasilkan sebuah tulisan. Karena tulisan tidak akan menjadi sebuah tulisan jika tidak diselesaikan.

Advertisements
Comments
  1. Lelakibugis says:

    Makasih untuk tulisan keren ini!

    Like

  2. ardianadw says:

    Keren!!! Sangat nyata isinya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s