Warna Warni Lukisan Hidup: Sebuah Kaleidoskop 2015

Posted: December 31, 2015 in daily life, experience
Tags: ,

“Hanya waktu yang masih setia pada janjinya. Menempuh 60 detik untuk menggenapi 1 menit dan 60 menit untuk menjadikan 1 jam”

Setahun berlalu dengan sejuta kejadian yang menghiasi lembaran kenangan. Kenangan yang sayang untuk dilupakan ibarat warna yang menggoreskan rupa di lukisan hidup kita. Jika harus menuliskan warna apa saja yang menghiasi lukisan hidup saya tahun ini, maka berikut ini beberapa warna yang memberikan nuansa baru di hidup saya:

1. Putih Hitam Kertas Tesis

20150410_100910Awal tahun menjadi perjuangan terberat menyelesaikan studi S2. Setelah tertinggal jauh menjelang masa liburan, Januari dan Februari menjadi saksi perjalanan awal penelitian tesis saya. Dari konsultasi yang menjenuhkan, keberadaan dosen yang timbul tenggelam, hingga persyaratan administrasi yang begitu menyulitkan. Semua seakan mendukung pengalaman yang tak terlupakan meraih gelar yang lebih tinggi.

Tak hanya perjuangan perasaan dan emosi, namun materi juga bermain-main dengan keadaan selama proses penyelesaian studi. Tak terhitung jumlah kertas dan tinta yang harus terbuang percuma selama proses penyusunan tesis saya. Andai semua bisa dilakukan tanpa membuang-buang banyak kertas, pasti akan banyak penghematan yang bisa dilakukan. Mungkin sudah seharusnya dosen-dosen berlatih menggunakan editor pada program Microsoft Word. Sehingga dampak penggunaan kertas semakin berkurang. Setidaknya kita ikut mendukung program ramah lingkungan.

2. Hijau Muda Bersama 1000 Guru Makassar

20150503_095719

Di awal bulan kelima tahun ini, saya mengikuti kegiatan Traveling and Teaching oleh 1000 Guru Makassar. Bertempat di SD Bung dan SMP Satap Minasate’ne Pangkep, saya dan puluhan relawan lainnya melakukan kegiatan mengajar sehari. Selain materi-materi dasar yang diberikan, adik-adik di pedalaman juga dimotivasi untuk tetap melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Walaupun memang kehidupan mereka tidak begitu bersahabat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, setidaknya mereka telah melihat dunia lebih luas lagi, tidak terbatas hanya pada cita-cita menjadi petani saja.

3. Meriahnya Merah di Pesta Komunitas Makassar (PKM)

20150607_162242Tergabung sebagai panitia divisi panggung di PKM 2015 seakan menjadi pengalaman yang tak pernah terbayangkan. Persiapan berbulan-bulan lamanya, rapat yang berlarut-larut tiap minggunya, hingga permasalahan pengisi acara pada hari H-nya menjadi kisah-kisah yang masih melekat di ingatan orang-orang divisi panggung.

Mungkin bagi penonton pembukaan dan penutupan PKM terkesan sangat sukses kala itu, padahal apa yang terjadi di balik panggung tidak sesukses yang terlihat. Dari pengalaman berjam-jam bersama kru sound system, music director, dan multimedia memberikan gambaran nyata betapa kehidupan pertunjukan adalah sebuah karya yang betul-betul penuh perjuangan. Saya belajar untuk menghargai segala bentuk pertunjukkan semenjak itu. Mungkin apa yang ditampilkan hanya kisaran menit dan jam saja, namun persiapan di balik semua itu, saya yakin jauh lebih lama dan lebih berat untuk sekadar dipikirkan dan juga diwujudkan.

4. Warna Keemasan Baju Wisuda

20150910_072900

September memberikan kebahagiaan tersendiri di tahun ini. Menjadi satu di antara wisudawan periode September Universitas Hasanuddin menggenapi perjuangan saya di Program Pascasarjana. Kembali merasakan prosesi mengenakan toga pada almamater yang berbeda menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Syukur tentu tak terlupakan dengan keberhasilan ini, setidaknya dua tahun menjalani studi tanpa perlu membayar lebih tuk tahun-tahun berikutnya.

Pengalaman dan kenangan selama studi S2 memang terbilang berbeda dibanding studi S1 dahulu. Selain mahasiswanya sudah berpola pikir orang dewasa, kegiatan perkuliahan pun terkadang lebih banyak tugas dari pada pertemuannya. Tapi secara umum, ilmu-ilmu yang didapatkan sangatlah berarti. Saya berharap semua yang saya dapatkan dapat segera diamalkan agar tidak kembali hilang bersama waktu yang berlalu.

5. Merah Menyala Konferensi Unhas

20150927_150449

Sebulan setelah wisuda menjadi momen berharga yang tak terlupakan. Tuk pertama kali menjadi pembicara dalam paralel session memberikan pengalaman yang tak ternilai. Bersama dua orang sahabat hebat yang begitu bersemangat, saya mengikuti International Conference on English Education and Its Dinamics sebagai presenter. Persiapan yang kurang maksimal seakan menambah rasa waswas pada saat presentasi. Meskipun dicecar dengan beberapa pertanyaan, akhirnya kami berhasil tampil dengan baik. Sebuah kegiatan yang menambah pengalaman baru di bidang akademik. Pengalaman yang mengajarkan saya untuk mengerti bahwa segala sesuatu akan terasa lebih mudah jika dilakukan, bukan hanya dipikirkan dan direncanakan.

6. Biru Langit dan Laut Pulau Badi’

20151024_151750

Kembali mendapat undangan untuk ikut serta dalam kegiatan sosial komunitas 1000 Guru Makassar menjadi pengalaman berharga di akhir sepertiga tahun 2015. Sebuah program yang bernama Smart Center menjadi alasan untuk mengunjungi sebuah pulau kecil yang cukup indah bernama Pulau Badi’. Pada Minggu keempat program tersebut saya bersama enam orang sukarelawan lainnya menghabiskan Sabtu dan Minggu mengajar anak-anak di pulau tersebut. Memberikan pengetahuan dasar tentang bumi terpadu dan berhitung yang menyenangkan menjadi tugas yang harus kami tunaikan sebelum akhirnya kembali ke Makassar.

Perjalanan akhir pekan yang menyenangkan ini memberikan pengalaman tak kalah serunya. Berada di perahu yang terkadang terombang-ambing oleh ombak-ombak yang cukup besar, menikmati suasana dermaga pulau menjelang matahari terbit, dan bermain-main di tepi pantai bersama anak-anak pulau.

7. Merah Muda Sertifikat TOEFL

Perjuangan menyelesaikan studi S2 yang cukup mengurus tenaga dan emosi, tidak serta merta menyurutkan semangat untuk menlanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Salah satu persiapan untuk mendaftar beasiswa telah saya jalani sejak beberapa bulan terakhir. Adalah persiapan tes TOEFL yang mengharuskan saya menghabiskan waktu berjam-jam dengan latihan tiap malamnya.

Di akhir bulan Oktober akhirnya saya memutuskan untuk mengambil tes tersebut. Berharap dengan hasil maksimal setelah persiapan yang matang menjadi harapan saya. Ternyata kali ini hasil tak bisa mengkhianati usaha saya. Dari semua peserta tes yang ikut kala itu, nama saya berada pada urutan teratas. Menembus angka 600 adalah hasil yang cukup memuaskan, walau sebenarnya target saya belum bisa tercapai secara maksimal. Namun, dari pengalaman ini saya mengerti dengan baik bahwa untuk mencapai hasil yang besar, maka diperlukan target yang besar. Jika nanti target tidak tercapai setidaknya akan didapatkan hasil yang tidak mengecewakan. Apalagi jika disertai dengan persiapan yang terencana dengan baik.

8. Birunya White House

TINYPLANET_PANO_20151231_143039

Tak lagi berstatus mahasiswa tentu menghilangkan rutinitas saya tiap harinya. Merasa bosan tanpa kesibukan dan keinginan untuk mendapatkan penghasilan menggiring saya untuk mendaftar pada beberapa tempat kerja. Dari semua surat lamaran yang saya sebar, ternyata tidak semua yang mau menerima saya. Meskipun sebagian belum memberikan kabarnya hingga saat ini, saya tetap

Hingga akhirnya pada akhir Oktober, saya mendapat kesempatan untuk bergabung dengan White House (WH), lembaga kursus bahasa Inggris, yang menerapkan sistem private learning. Selain itu, WH juga sedang menjalankan beberapa program in-company training dan salah satunya adalah kerja sama dengan Program Pascasarjana UNM. 

Setelah menjalani dua bulan masa kerja, rasanya White House mulai menawarkan kehangatan yang menjanjikan. Toh, bukan hanya materi yang membuat seseorang betah untuk betah bekerja di sebuah tempat kerja. Rasa kekeluargaan, keakraban dan solidaritas yang masih dapat saya rasakan seakan memanjakan untuk tinggal sejenak di tempat ini.

9. Rona Kekuningan dari Kelas Menulis KEPO

1449677310923[1]

Jika melihat tulisan saya akhir-akhir ini, tentu ada perubahan yang sangat terasa. Saya mulai menulis dengan sedikit terarah. Mulai menerapkan kata-kata baku dan juga mulai menulis dengan jumlah kata yang cukup banyak. Semua itu karena saya diterima menjadi salah satu peserta kelas menulis KEPO.

Jika harus berterima kasih atas yang terjadi tahun ini, maka kelas menulis KEPO akan berada di deretan teratas. Setidaknya saya lebih semangat dan termotivasi untuk lebih banyak menulis. Meskipun saya sadari bahwa kualitas dan kuantitas tulisan saya masih jauh di bawah peserta kelas yang lain, namun saya berharap di akhir kelas nanti bisa menghasilkan tulisan yang betul-betul berkualitas dan layak untuk dibanggakan.

10. Oranye Cerah dari Konferensi UNM

DSC_0368[1]

Sebuah konferensi internasional kembali saya hadiri di awal bulan Desember sebagai presenter. Almamater S1 saya, Universitas Negeri Makassar, memberikan kesempatan untuk tampil sebagai presenter pada ICOLE 4. Dengan persiapan dan pengalaman yang cukup baik, kali ini saya tampil dengan cukup percaya diri. Tak ada yang saya khawatirkan dalam presentasi saya sehingga semua berjalan begitu lancar. Semoga tahun depan saya bisa kembali menjadi presenter konferensi di tempat lain, yah, setidaknya menambah pengalaman dan jam terbang sebagai calon-calon intelektual muda.

11. Merah Yang Berani dari Aksi Indonesia Muda dan Lentera Negeri

1451577076224[1]

Di penghujung tahun 2015, saya mulai menapaki kisah baru di kerumunan orang-orang positif dari dua komunitas sosial edukasi AIM dan LN. Entah mengapa di sepanjang tahun ini saya sangat senang sekali melakukan aksi sosial. Terlepas dari banyaknya komunitas yang bermunculan sepanjang tahun, keinginan untuk berbagi mungkin menjadi alasan yang paling tepat untuk terus berkumpul dengan para sukarelawan yang ikhlas bekerja tanpa pamrih. Meski mungkin sudah tidak maksimal menjadi seorang yang berguna bagi orang lain, saya masih terus berusaha untuk memberi sumbangsih sesuai keahlian dan kemampuan yang saya miliki. Toh, tak ada kata sia-sia untuk kerja-kerja nyata yang membangun seperti ini. Mudah-mudahan saya masih diberi waktu untuk terus bermanfaat selagi jiwa dan raga ini masih muda.

Itulah warna-warni tahun 2015, tahun yang telah memberi banyak kenangan dan pengalaman yang berharga. Memberikan pelajaran untuk melihat dunia yang lebih baik dari berbagai sisi. Mungkin karena pengalaman-pengalaman tersebutlah saya merasa semakin perlu untuk lebih banyak belajar dan lebih banyak berpartisipasi dalam hidup yang semakin menantang ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s