Cerita dari Lampu Merah di Makassar

Posted: January 8, 2016 in Curcol, experience
Tags: ,

“..Bagi pengendara…untuk tidak menggunakan handphone saat mengemudi…”

Suara merdu itu mulai akrab di telinga saya sejak beberapa bulan belakangan. Sejak menggunakan perangkat lampu lalu lintas yang baru, beberapa titik persimpangan di Kota Makassar telah dilengkapi dengan pengeras suara. Fungsi pengeras suara ini lebih sebagai media informasi yang berusaha mengingatkan pengendara yang melintas untuk tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban saat berkendara.

Beberapa anjuran dan peringatan disampaikan dalam durasi yang hampir sama dengan durasi lampu merah. Pesan yang disampaikan pun terus diulang-ulang. Makanya tak heran banyak pengendara yang sudah menghafal isi pesan yang disampaikan.

Dalam rute pulang pergi dari kantor ke tempat tinggal saya, setidaknya ada tiga titik yang membuat saya harus menikmati wejangan-wejangan aturan lalu lintas tersebut. Saking hafalnya, saya biasa tanpa sadar menggerak-gerakkan bibir saya, menirukan gaya pengucapan dari kata-kata yang saya dengar. Bahkan artikulasi dan intonasi pengucapannya sudah terpatri dengan jelas di pikiran saya.

Pada awalnya saya mempertanyakan apa kegunaan dari sebuah pengeras suara di tengah jalanan yang begitu ramai. Adakah orang yang akan memperhatikan informasi yang diberikan? Apakah informasi yang diberikan bisa efektif untuk mempengaruhi pengguna jalan? Atau hanya sebagai elemen aksesoris yang tidak fungsional?

Semua tanya itu seakan menemukan jawabnya seiring waktu berlalu. Setelah menikmatinya lebih dua bulan, secara tidak sadar saya menjadi hafal aturan mendasar dalam berkendara. Seperti menggunakan sabuk pengaman yang benar, penggunaan helm standar SNI dan tidak menggunakan handphone saat berkendara.

Saya pun yakin bahwa bukan hanya saya sendiri yang sudah hafal betul dengan aturan tersebut, semua pengendara yang kerap melintas di perempatan jalan yang memiliki lampu lintas berpengeras suara mungkin juga telah hafal dengan aturan yang selalu didengarnya. Namun, apakah serta merta penghafalan aturan akan memberikan kepastiaan ketaatan terhadap aturan yang berlaku? Saya rasa tidak, karena meski sudah tahu betul dengan aturan yang berlaku, seseorang pasti akan memiliki alasan untuk melanggarnya.

Seperti contoh seorang oknum polisi lalu lintas yang berada di samping saya saat perhentian lampu merah di sebuah persimpangan jalan Veteran Selatan. Ia yang begitu gagah dengan motor gede dan seragam dinas yang penuh lambang terlihat sedang berbicara menggunakan telepon genggam yang diselipkan di sela-sela helmnya.

Tentunya menurut aturan berlalu lintas hal tersebut tidaklah benar sehingga sanksi dapat diberikan kepada pelaku pelanggaran ini. Namun bagaimana jika pelakunya justru mereka yang seharusnya menegakkan disiplin tersebut? Mereka yang sudah tahu betul dengan aturan saat berkendara.

image

Mungkin sebagian masyarakat akan mencibir kelakuan oknum tersebut, atau mungkin malah mengutuk dengan kata-kata yang tak begitu indah didengar telinga kita. Apalagi mereka yang sudah pernah mendapatkan surat tilang karena pelanggaran seperti ini. Bahkan bisa jadi orang-orang akan mencontoh kelakuan aparat tersebut. Dan akhirnya paradigma bahaya penggunaan telepon saat mengemudi akan perlahan hilang dan memudar kembali.

Padahal bahaya penggunaan handphone sudah didengung-dengungkan setiap hari di titik-titik lampu merah. Memang secara langsung menggunakan telepon genggam saat mengemudi tidak menimbulkan masalah serius. Namun dengan konsentrasi yang terpecah antara mengemudi dan menjawab telepon, maka akan besar kemungkinan terjadinya kecelakaan di saat-saat tertentu.

Jika mengetahui bahaya menggunakan telepon genggam seperti itu, lantas apa yang harus kita lakukan dengan keadaan seperti ini? Jawabnya, yah silakan kita renungkan masing-masing, kira-kira hal apa yang tepat untuk kita lakukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s