Archive for the ‘daily life’ Category

“Hanya waktu yang masih setia pada janjinya. Menempuh 60 detik untuk menggenapi 1 menit dan 60 menit untuk menjadikan 1 jam”

Setahun berlalu dengan sejuta kejadian yang menghiasi lembaran kenangan. Kenangan yang sayang untuk dilupakan ibarat warna yang menggoreskan rupa di lukisan hidup kita. Jika harus menuliskan warna apa saja yang menghiasi lukisan hidup saya tahun ini, maka berikut ini beberapa warna yang memberikan nuansa baru di hidup saya:

1. Putih Hitam Kertas Tesis

20150410_100910Awal tahun menjadi perjuangan terberat menyelesaikan studi S2. Setelah tertinggal jauh menjelang masa liburan, Januari dan Februari menjadi saksi perjalanan awal penelitian tesis saya. Dari konsultasi yang menjenuhkan, keberadaan dosen yang timbul tenggelam, hingga persyaratan administrasi yang begitu menyulitkan. Semua seakan mendukung pengalaman yang tak terlupakan meraih gelar yang lebih tinggi.

(more…)

Dini hari pada Minggu kedua bulan Desember ini, Supratman tiba-tiba menghadang Nizar tepat di MAN 2 Model Makassar, tanpa kata ia memukul dan menendang Nizar hingga terjatuh dari motor yang dikendarainya. Sesaat kemudian lelaki jangkun ini menghunus badik yang telah ia persiapkan di balik celananya. Ia menikam Nizar secara membabi buta lalu bergegas meninggalkan Nizar yang mulai bersimbah darah.

Dua belas luka tikaman tak serta merta membuat Nizar menyerah, dengan segenap dayanya bangkit berusaha tuk meneruskan perjalanannya mencari pertolongan. Namun sayang Tuhan berkehendak lain, mahasiswa STIEM Bongaya ini tak mampu berjalan jauh lagi, ia tumbang tepat di depan Masjid H.M Asyiek. Ia terjatuh dan mengerang kesakitan, berusaha teriak meminta tolong, tapi tak ada gunanya, tak ada yang mendengarkannya kala itu. Akhirnya dia terbaring telungkup menghadap bumi, serasa menyerahkan diri, tertidur dan tak bangkit lagi.

Beberapa hari setelah kejadian itu, pembunuhan kembali terjadi di kabupaten Takalar. Seorang pegawai Indomaret meregang nyawa di tangan anak buahnya sendiri. Saat ia masih sibuk menata barang-barang, pelaku tiba-tiba muncul dengan parang yang telah siap ia tebaskan. Nyawapun kembali melayang, pelaku berlari pergi dan menghilang.

***

Dua kasus pembunuhan yang baru-baru ini terjadi di wilayah Makassar dan Takalar merupakan fenomena sosial yang patut mendapat perhatian serius. Pasalnya kedua kasus tersebut ditengarai oleh persoalan yang terkesan sepele namun berdampak sangat mengerikan dengan hilangnya nyawa seseorang.

(more…)

Seruput Kopi di Pagi-Pagi

Posted: March 4, 2015 in daily life, Rasa
Tags: , ,

Secangkir kopi instan berperisa mocha tersaji di atas meja tua. Sepiring kudapan tradisional menemani rasa yang terasa menggoda ini. Pagi yang selalu ramai di kantin kolong kampus merah ini. Terlihat dua mahasiswa duduk tepat di depanku. Mereka bersama tapi tak saling sapa. Yang tua sesekali menyeruput kopi hitam pekat yang mulai kehilangan asapnya. Yang gadispun sibuk mengunyah remah remah gorengan yang begitu dinikmatinya. Mereka semeja dan mereka terdiam saja. Di sebelah dudukan saya ada seorang mahasiswa lagi. Ia terlihat serius membolak balik halaman buku kecil berbahasa Indonesia yang tak jelas terlihat apa isi buku itu. Sekali dua kali ia menghembuskan asap putih dari sela-sela bibirnya. Matanya yang agak merah tetap menatap lembaran kekuningan yang seakan memberinya candu tuk terus membacanya. Ia mungkin seorang mahasiswa akhir, dari jurusan budaya ataukah sastra. (more…)

Hingga Kau Tak Mampu Lagi Berdiri

Posted: February 28, 2015 in cerpen, daily life, motivasi
Tags: ,

Berjuang seperti yang kau rasakan
Menjadi seperti yang kau inginkan
Menjadi seorang yang kau impikan
Bertekad lebih dari sekedar kerja keras
Menahan luka berdarah-darah
Menembus batas mampu dan kuatmu

Jika kau menginginkannya
Tak lebih dari sekedar lelah
Tak lebih dari tetes keringat
Kau melawan sakit
Kau berkelahi dengan sepi
Dan kau sendiri berharap tuk mencapai mimpi

Dalam usaha Tuhan menjawab
Ketika berada dalam kesempatan
Bersama dirimu membuktikan
Menegaskan luka yang menjadi kenang
Membakar semangat yang lupa padam

Kau berlari, dari langkah yang kecil
Perlahan meninggalkan semua itu
Kala kecewa menghampiri
Pada ego yang tak mengertimu
Pada mereka yang tak tau perjuanganmu

Bukan jalan yang kau tempuh yang kau sesali
Bukan waktu dulu yang kau kenangkan
Namun,,
Luka jua yang akan mengajarimu
Membawamu kembali pada  impian itu

Saatnya tegakkan kepalamu
Tunjukkan siapa dirimu
Sampaikan teriakan keberanianmu
Pada dunia yang menakutimu
Pada kekecewaan yang mencobamu
Dan pada diri lemahmu yang dahulu

Katakan kau bisa lebih dari itu
Seperti semua perjuanganmu dulu
Tetapkan dirimu pada jalur yang tertuju
Dan biarkan dirimu terus melaju
Jangan berhenti
Jangan hiraukan lelahmu
Jangan pedulikan lukamu
Teruskan itu
Hingga kau tak mampu lagi tuk berdiri
Hingga kuasamu tak lagi ada padamu
Hingga Tuhan mu jua yang akan menghentikanmu.
Dan bila kau tiba di masa itu,
Maka…
Cukuplah sampai disitu.

Sembilan Sudah Cukup!!!

Posted: February 23, 2015 in Curcol, daily life
Tags:

Teruntuk bapak dan beliau
Anda dan anda pun mungkin tak tahu apa yang menjadikan aku beda dari yang lain, aku dipertemukan dengan kalian dalam tugas akhir yang melelahkan.
Kalian orang-orang hebat, gelar bukan lagi impian kalian meski gelar tambahan tetap kalian dapatkan kelak jika kalian telah tiada.
Saya salut dengan kepintaran itu, jeniusitas tingkat tinggi dan ketajaman pikiran dan pemahaman ilmu yang beragam itu. Meski kalian jauh dari kata sejalan tuk mengakhir masa bimbingan ini.
Sudah hampir sembilan bulan. Dan itu bukan masa yang singkat, bergelut dengan kertas dan coretan, berdesak dengan waktu dan kesempatan. Terlalu banyak yang berulang dan berulang. Ketika perdebatan berubah-ubah pada hasil yang tak menentu. Terlebih lagi ego yang harusnya kalian tontonkan padaku saat ini. Cobalah memahami masa ini terlalu lama tuk mudah saya mengerti.
Mungkin etika kesopanan saya menunjukkan hormatku, namun saya bukan diam dan menerima, saya terlanjur lelah berargumen. Saya telah tersudut dalam kedangkalan pahamku, atau mungkin kalian yang terlalu jauh menilai kemampuanku.
Aku mungkin takkan berhenti, namun terkadang jiwa itu penat. Ingin berteriak tepat di kedua telinga tuan-tuan. Berharap suara menjadi seruan agar kalian mengerti arti sebuah permulaan.
Mungkin aku tak bisa sempurna, aku sadar teori ini bertentangan, terus adakah kita tetap berdiri dalam kesempatan yang sama? Atau harus melangkah menjauh bahkan melompati rintangan itu.
Aku bukan lelah. Aku bukan tak terima. Aku hanya kasian pada ego kalian. Pada rasa yang mestinya memahami dan mengerti. Seperti malam yang menghitamkan langit, dan tak perlu bertanya mengapa ia tak sebenderang siang.
Aku menuntut pada waktu dan ruangku, yang lama terkuras dan terasa hampa membebani. Aku berekspresi seakan mati, geraknya perlahan dan tertatih. Memanjakan aku pada keilmuan yang sepi.

Toh logikaku tak lagi sehat
Aku hanya berharap tuk waktu yang singkat
Berikan aku kesempatan tuk berangkat
Memulai semua yang ada dalam itikad

#Bukan_saya

Sekeping Mozaik Kehidupan

Posted: September 10, 2014 in Curcol, daily life, Rasa
Tags: , ,

Rindu pada ketikan kata-kata ini menjadikan diriku sedikit menghasut jemari tuk kembali bermain dengan tuts keyboard laptop ini. Sudah seperti dahulu dalam ruang tanpa kepastian dan kesibukan dengan kesendirian, tak ada yang berarti dan mendesak tuk diselesaikan hari ini, maka sejenak bersama lembaran kisah yang terekam dulu mencoba tuk menjadikannya fragment kisah dalam tulisan ini. Terima kasih untuk mereka yang menginspirasi, tiga kisah dalam mozaik kehidupan, selamat membaca: (more…)

Tujuh Lapis Waktu Menunggu

Posted: February 16, 2014 in daily life, experience
Tags: , ,

Hari ini, tepatnya siang ini, saya menghadiri acara konser dan launching mini album perdana dari grup vokal “Aligo”. Hm, mungkin banyak yang belum tau atau belum kenal..kalo begitu kita kenalan dulu deh dengan kelompok vokal yang satu ini. (anggap aja dah jabat tangan yah.hehe). Meski baru kenal tapi jangan salah, kelompok vokal yang mengusung tema musik positif ini telah ada sejak tujuh tahun lalu loh, tepatnya mereka berulang tahun pada tanggal 13 Februari yang lalu, beda sehari saja yah dengan hari Valentine.

Tempat konsernya itu di Kampung Popsa, saat saya datang masih sepi, sempat kecewa juga sich karena acara molor saudara-saudara. Yah, saya heran, kenapa budaya jam karet yang ada disetiap acara itu sangat lazim di Indonesia, berbagai alasan mungkin menjadi penyebabnya, namun tak ada yang bisa saya lakukan selain menunggu saja. Dan waktu menunggu itu terbalas jua akhirnya

(more…)

Pagi di Jalan Urip

Posted: February 7, 2014 in daily life
Tags: ,

image

Kuliah pagi merupakan salah satu penyebab hari dimulai lebih dini. Saya berangkat lebih dari cepat karena jarak yang sangat jauh dari kampus. Dengan suasana pagi yang telah ramai dengan para commuter makassar yang berasal dari kabupaten gowa dan maros. Kedua kabupaten tersebut merupakan penyumbang terbesar para pengendara yang memadati jalan-jalan kota Makassar di pagi hari. Yah, telah jadi sebuah fenomena bagi kota besar yang mana masyarakat yang setiap harinya bekerja di pusat kota memilih untuk bermukim di luar kota. Bagi saya Pribadi perjalanan pagi hari menuju kampus merah akan menemukan sensasinya saat memasuki jalan Urip Sumiharjo. Setelah berbelok di persimpangan flyover, jalan urip sudah sangat ramai dan padat merayap. Namun yang membuatnya menarik adalah kilauan sinar Mentari dari arah depan. Cahaya kuning keemasan yang berkilau dan berpendar-pendar seakan menyambut para pengendara dengan kehangatan dan keramahan pagi di kota Makassar.  Pagi di jalan Urip adalah semangat terbarukan yang tetap berpendar sepanjang jalan. Menikmati indahnya mentari pagi ini akan menghilangkan rasa lelah berkendara dan tak terasa nantinya kita akan tiba di tujuan lebih cepat dan penuh dengan semangat.

image

Selamat pagi terucap dari hangatnya mentari di Jalan Urip.
Thanks for Reading 🙂

image

Warung Mbak Inayah merupakan warung makan khas jawa tepatnya berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Warung makan yang berada di Jalan Malengkeri Parangtambung ini selalu ramai dikunjungi oleh para penggemar kuliner terutama bagi yang suka akan rasa pedas. Yah, sambal lalapan dari menu ayam goreng di warung ini mempunyai sensasi pedas yang sangat terasa, membuat kita seakan ketagihan untuk kembali ke warung tersebut. Saya sendiri mulai mengenal warung makan ini sejak kuliah S1 di semester akhir tepatnya. Sejak saat itu saya selalu menyempatkan diri untuk mencicipi masakan khas jawa tersebut. Selain menu ayam goreng, warung mbak inayah ini juga menyediakan mie goreng, mie kuah, soto ayam, gado-gado dan nasi goreng. Yang terakhir merupakan salah satu favorit saya saat keuangan sedang menipis.hehe. Hampir semua menu di warung ini sudah pernah saya cicipi, tapi lebih sering ayam dan nasi gorengnya. Soal rasa, kedua menu tadi yang paling menonjol dan terfavorit, yang lain rasanya masih sama dengan warung-warung makan lainnya.
Karena memiliki cita rasa yang maknyos, warung ini selalu ramai dikunjungi. Bahkan banyak yang rela antre sampai 1 jam hanya untuk mendapatkan pesanan ayam goreng atau nasi goreng dari mbak inayah ini. Selama saya makan di tempat ini, saya selalu menunggu, dan pasti menunggu. Paling cepat itu saya menunggu itu 10 menit. Sisanya selalu lebih lama. Wajar saja butuh waktu yang lama untuk menikmati kuliner di warung ini,karena prinsip pelayanannya adalag “serve freshly from di oven.haha” Yah, semua menu disini diolah secara langsung saat pengunjung memesan, mereka tidak memasak terlebih dahulu kemudian tinggal memanaskan dan menyajikannya. Hal inilah yang menjadikan warung inayah semakin banyak diminati walaupun harus mengorbankan waktu yang cukup lama untuk antri. Selain masakan yang fresh warung ini juga memberikan menu dalan porsi yang cukup besar atau porsi jumbo jika dibandingkan dengan menu yang sama di warung-warung lain. Harganya pun sangat terjangkau, untuk menu lalapan ayam goreng plus nasi harganya hanya Rp.14.000, sedangkan menu lainnya harganya rata Rp.9000,-. Cukup murah bukan, apalagi dibandingkan dengan porsi dan citarasa yang nikmat. Silahkan dicoba aja mba mas yang hoby makan kuliner nikmat ini.hehe

Makan-makan saat hujan

Posted: December 31, 2013 in daily life, experience, jelajah
Tags: , ,

Yeah, makan-makan saat hujan adalah sebuah keharusan. Secara perut kosong dengan cuaca yang dingin mengharuskan kita aktif untuk menguyah dan mengisi perut yang selalu terasa lapar, apalagi sepulang bepergian yang menyebabkan kita harus berbasah-basah ria. Salah satu makanan favorit saya kalo lagi musim hujan adalah mie pangsit. Mie yang diolah dengan cara unik ini memberikan sensasi rasa yang tidak saja mengenyangkan tapi juga memberikan kepuasan rasa yang nikmat. Salah satu tenpat makan mie pangsit yang paling sering saya kunjungi adalah mie pangsit-bakso juta rasa.
image
Penjual Mie pangsit yang asli dari Jawa ini adalah salah satu penjual mie yang setahu saya cukup terkenal saat ini. Dari ruangan yang digunakan terlihat jelas betapa banyak pengunjung yang sering datang berkunjung ke tempat. Buktinya, waktu terakhir saya makan, saya bertemu dengan beberapa teman lama saat kuliah dulu, bahkan teman2 yang saat inipun sering ketemuan disana. Dunia lama memang selalu menuju ke pusat kuliner tuk bersua, mempertemukan sesama teman lama disana. Jika kalian ingin mencoba rasa mie pangsit yang nikmat atau sekedar ingin nongkrong menunggu teman lama, mie pangsit-bakso juta rasa recommended banget deh. Segeralah meluncur ke Jl. St.Alauddin, beberapa meter dari pertamina Alauddin. Dulunya sih, sekitar 4 tahun yang lalu mie pangsit-bakso juta rasa memiliki 2 cabang di Pettarani, yaitu tepat di samping LPMP Sul-sel dan di depan kantor Telkom. Namun sekarang yang saya tahu sisa satu doank, the one and only warung juta rasa di Alauddin. I think that’s all.