“Membacalah, lalu tuliskan agar kau tak hanya diam di satu titik”  #Inspirasipul

Musim penghujan tak menjadi penghalang terlaksananya pertemuan ketiga kelas Menulis Kepo pada hari Jumat (18/12/2015). Dilaksanakan di tempat yang sama, yaitu Kafe Baca di Jl. Adhyaksa, kelas dimulai dengan pembahasan awal tentang tugas pertemuan sebelumnya dan diakhiri dengan pembahasan materi pokok pertemuan ketiga, yaitu sudut pandang tulisan. Berikut lima catatan penting yang sempat saya ‘tangkap’ selama pertemuan:

Read the rest of this entry »

“Karena tulisan tidak akan menjadi sebuah tulisan jika tidak diselesaikan”

Menghasilkan sebuah tulisan yang “nikmat” untuk dibaca bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Bahkan penulis hebat sekalipun, terkadang mendapatkan kesulitan untuk menghasilkan sebuah tulisan yang menarik. Apatah lagi jika harus menuliskan sesuatu yang diluar keahlian atau kebiasaan si penulis. Begitupun halnya dengan penulis pemula, mereka selalu kesulitan untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang berbobot dan menarik untuk dibaca.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya kesulitan menghasilkan sebuah tulisan. Selain masalah klasik, yaitu tidak adanya waktu untuk menulis, ada beberapa keadaan yang telah menjadi hal yang membahayakan bagi penulis pemula.

Berikut ini ada lima bahaya laten yang sering dialami oleh para penulis pemula. Kesemuanya merupakan hasil pengamatan dan pengalaman pribadi yang penulis sering alami.

Read the rest of this entry »

Ada Apa di Tengah Hutan Batu?

Posted: December 19, 2015 in Uncategorized

Apa sih daerah wisata terindah di Sulawesi Selatan? Apakah Toraja yang menawan dengan budayanya? Pantai Bira yang eksotis dengan pasir putihnya? Puncak Gunung Bawakaraeng dengan keindahan puncak berawannya? Ataukah Kampung Berua di Kawasan Wisata Rammang-Rammang yang mempesona dengan Hutan Batunya?

Sejak dulu, ketika ditanya tentang destinasi wisata terbaik di Sulawesi Selatan, saya langsung menyebut Toraja. Entah sejak kapan Toraja menjadi magnet wisatawan dari penjuru dunia, namun yang pasti pesona destinasi wisata ini lebih terkenal dari ibukota Provinsi Sulawesi Selatan itu sendiri. Terletak di wilayah pegunungan yang menampilkan keindahan alam pedesaan berbalut kentalnya budaya masyarakat Toraja menjadikannya pilihan utama para turis-turis baik asing maupun lokal. Dimanjakan dengan tradisi adat dan suasana alam pedesaan menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin sejenak melupakan hiruk pikuk perkotaan. Read the rest of this entry »

Sudah hampir sejam berlalu, Roni masih berdiri kaku di tepi kaca jendela di ruang belajar sore itu. Merahnya langit di tepi barat mengantarkan ingatannya pada pesan singkat yang ia terima pagi tadi. Seorang sahabat karibnya saat menempuh studi S1 dahulu, tiba-tiba muncul dan mengajaknya untuk menjadi joki pada Test of English as Foreign Language (TOEFL) di sebuah lembaga kursus ternama. Joki adalah istilah untuk orang yang mengerjakan ujian untuk orang lain dengan menyamar sebagai peserta ujian yang sebenarnya.

Lama tak berjumpa, namun tiba-tiba muncul dengan sebuah ide gila membuat Roni tak percaya dengan pesan tersebut. Saking tak percaya dengan apa yang ia lihat, Roni harus membaca pesan itu secara berulang-ulang untuk menyakinkan dirinya. “Dua jam saja dalam ruangan dan kita akan dibayar hampir sejuta” begitu kalimat penutup dari pesan yang dibacanya.

Sejenak pikiran Roni melayang jauh, ia tiba-tiba teringat penghasilannya yang sangat jauh dari kata cukup. Ia teringat dengan kiriman uang saku yang kini tak lagi ia dapatkan semenjak wisuda bulan lalu. Terlebih biaya hidup sebagai pegawai baru ternyata tak sedikit. Belum lagi sebuah rencana tuk menikah tahun depan yang ia terlanjur janjikan pada pacarnya. Sebuah rencana besar namun tabungan untuk mewujudkan rencana itu belum ada sepeserpun. “Ah, mungkin sudah saatnya mencari cara baru untuk menghasilkan uang dengan cara cepat” pikirannya mencoba berdamai dengan pertentangan batinnya.

Read the rest of this entry »

Dini hari pada Minggu kedua bulan Desember ini, Supratman tiba-tiba menghadang Nizar tepat di MAN 2 Model Makassar, tanpa kata ia memukul dan menendang Nizar hingga terjatuh dari motor yang dikendarainya. Sesaat kemudian lelaki jangkun ini menghunus badik yang telah ia persiapkan di balik celananya. Ia menikam Nizar secara membabi buta lalu bergegas meninggalkan Nizar yang mulai bersimbah darah.

Dua belas luka tikaman tak serta merta membuat Nizar menyerah, dengan segenap dayanya bangkit berusaha tuk meneruskan perjalanannya mencari pertolongan. Namun sayang Tuhan berkehendak lain, mahasiswa STIEM Bongaya ini tak mampu berjalan jauh lagi, ia tumbang tepat di depan Masjid H.M Asyiek. Ia terjatuh dan mengerang kesakitan, berusaha teriak meminta tolong, tapi tak ada gunanya, tak ada yang mendengarkannya kala itu. Akhirnya dia terbaring telungkup menghadap bumi, serasa menyerahkan diri, tertidur dan tak bangkit lagi.

Beberapa hari setelah kejadian itu, pembunuhan kembali terjadi di kabupaten Takalar. Seorang pegawai Indomaret meregang nyawa di tangan anak buahnya sendiri. Saat ia masih sibuk menata barang-barang, pelaku tiba-tiba muncul dengan parang yang telah siap ia tebaskan. Nyawapun kembali melayang, pelaku berlari pergi dan menghilang.

***

Dua kasus pembunuhan yang baru-baru ini terjadi di wilayah Makassar dan Takalar merupakan fenomena sosial yang patut mendapat perhatian serius. Pasalnya kedua kasus tersebut ditengarai oleh persoalan yang terkesan sepele namun berdampak sangat mengerikan dengan hilangnya nyawa seseorang.

Read the rest of this entry »

“Jangan Takut Tekan Enter dan Jangan Lupa EYD

@kelas_kepo

Pertemuan kedua kelas menulis Kepo hari ini (09/12/2015) diawali dengan review dua tulisan peserta dari angkatan kedua. Setelah mengundi secara online melalui alamat web random.org, tulisan dari kak Suci dan kak Nia terpilih untuk diperiksa dan diberikan komentar oleh semua peserta kelas. Semua masukan dan saran yang dikemukakan berfokus pada kesalahan mendasar dalam penulisan, utamanya penggunaan tata bahasa yang baku.

Secara garis besar, ada tiga bagian pokok yang perlu diperhatikan secara saksama sebelum sebuah tulisan tersebut diposting ke halaman web ataupun blog. Penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), penggunaan kalimat yang bersifat terlalu subjektif, dan pemberian kalimat penjelas yang memadai merupakan unsur-unsur dasar yang menjadi tolak ukur tulisan yang dianggap berterima dalam dunia kepenulisan. Kesalahan-kesalahan inilah yang banyak ditemukan pada dua tulisan yang dibahas hari ini. Read the rest of this entry »

Teruntuk Ibu,

Sudah lama aku tak berkabar padamu. Dalam rindu yang mulai menusuk tajam hingga melukai hati ini, aku mulai tertatih merangkai kata ini untukmu. Menyampaikan padamu betapa waktu yang tak kuhabiskan bersamamu adalah duka yang harus aku telan bersama malam yang kulalui sendiri dalam tiap tidurku. Aku merindu dekap pelukmu dari dingin yang merangkul tubuh ini, seperti rindu wejangan tak berpamrih yang kau berikan di semua tingkah dan gerakku.

Aku selalu teringat akan wajah teduh bermata penuh yang menemani kala sakitku. Semua rapalan doa-doa yang kau panjatkan demi kesembuhan, seakan menjadi musik-musik penenang jiwa yang masih tak pandai membahagiakan dirimu. Kala malam semakin larut, ingatku padamu seakan semakin membuncah dan penuh hingga tak jarang bermuara pada tangis merindu.

Read the rest of this entry »

Rasanya baru beberapa bulan saya meninggalkan rutinitas sebagai seorang mahasiswa. Rutinitas mengerjakan tumpukan tugas dan diskusi kelas telah berganti dengan kesibukan-kesibukan kantor yang sangat jauh berbeda dengan proses perkuliahan. Tak ada kelas dan tak ada tugas yang wajib dikumpulkan setiap minggunya menjadi kesenangan tersendiri bagi saya. Sayangnya, kesenangan tersebut nampaknya sedikit terusik dengan tugas baru yang diberikan di Kelas Menulis Kepo. Membuat tulisan dengan tema bebas menjadi tugas mingguan perdana yang harus diselesaikan tepat sebelum pertemuan kedua dimulai.

Tugas pertama yang diberikan ini ternyata menjadi beban tersendiri bagi saya. Beberapa kali saya terbangun dan terjaga memikirkan materi tulisan yang belum juga muncul di kepala. Tuntutan dan keharusan menyelesaikan tugas tepat waktu seakan berputar-putar bak burung kecil beterbangan di atas kepala saya. Bahkan burung-burung tersebut sudah mulai beterbangan sejak pertemuan pertama berakhir. Tanpa lelah mereka mengingatkan saya untuk terus mencari ide tulisan dari berbagai hal di sekeliling saya.

Dalam perjalanan pulang dari kelas malam itu, mata saya tak henti berpindah dari setiap objek yang saya lalui, mencoba mencari fenomena menarik dari keramaian jalan yang cukup padat merayap di ruas-ruas jalan Kota Makassar. Saya berharap inspirasi akan hadir dari objek-objek yang terekam di ingatan saya. Seperti kebanyakan tulisan yang pernah saya baca, menjadikan objek sehari-hari yang terlihat biasa saja menjadi objek yang indah dan begitu menarik untuk disampaikan kepada orang lain merupakan jenis tulisan yang asyik untuk dinikmati. Orang-orang tanpa sadar akan terhipnotis oleh cerita-cerita sederhana namun memberikan kesan akrab dan bersahabat. Sehingga sepanjang apapun tulisan tersebut, orang-orang takkan berhenti sebelum tuntas membacanya.

Read the rest of this entry »

Finding Forester is an old movie that presented the life of very well-known writer who disappeared after publishing his first book. I find my way through this very inspirational movie how to enjoy writing and start to own special character or style in our writing. Somehow, we need to write everything to make sure that it is written already. To put forward some ideas that come out in the first beginning of the journey of writing, it is going to be so hard. We need to believe that actually we can make the challenging ideas to become exist only by writing it right away. Since the time will not wait for no one, start the writing when it is still on fire will increase the effectiveness and accuracy of the bright idea. This writing is devoted to the very simple of me. My competence to underlie the structure and the main story is very responsible for the style of this writing and also the hyper creativity that comes out in the right time leads the rest of this writing. I do understand for some reasons that I will make many things in the wrong places and/or bring the negative effects by the end of this writing. As the basic thing I have learned so far, the writing and the time will always in the same place to complete each other. By the time passed, we will see the writing becomes the story that allow many ideas come up, whether to criticise, to give a praise or even to ignore it. To be sure, no one will read the ideas of this writing, if I do not write it.

Read the rest of this entry »

Kata “Cie” Yang Memisahkan Kita

Posted: November 21, 2015 in Rasa
Tags: , , ,

Beberapa hari terakhir ini, aku merasakan ada banyak hal yang berbeda dari apa yang biasa kita jalani. Kita yang dulu melakukan hal bersama, belajar bersama, mengerjakan tugas bersama, latihan menyelesaikan soal TOEFL bersama, bahkan terkadang makan pun kita tak berpisah, yah walau terkadang memang kita tetap bersama teman-teman yang lain juga saat makan. Tapi, aku mulai sadar bahwa apa yang kita lakukan dari dulu itu merupakan hal yang tidak wajar bagi hubungan yang sebatas teman. Aku bukan merasa aneh dengan mereka yang bersahabat dekat dan menganggap semua sebatas keakraban sebagai sahabat semata. Namun aku melihat itu sebagai hal yang tak wajar dilakukan oleh orang yang tidak berpacaran. Kata mereka sih kita ngedate, padahal kan  apa yang kita lakukan tak lebih dari hal-hal positif sebagai teman yang saling membantu satu sama lain.

Read the rest of this entry »