Posts Tagged ‘kisah’

“..Bagi pengendara…untuk tidak menggunakan handphone saat mengemudi…”

Suara merdu itu mulai akrab di telinga saya sejak beberapa bulan belakangan. Sejak menggunakan perangkat lampu lalu lintas yang baru, beberapa titik persimpangan di Kota Makassar telah dilengkapi dengan pengeras suara. Fungsi pengeras suara ini lebih sebagai media informasi yang berusaha mengingatkan pengendara yang melintas untuk tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban saat berkendara. (more…)

Advertisements

“Hanya waktu yang masih setia pada janjinya. Menempuh 60 detik untuk menggenapi 1 menit dan 60 menit untuk menjadikan 1 jam”

Setahun berlalu dengan sejuta kejadian yang menghiasi lembaran kenangan. Kenangan yang sayang untuk dilupakan ibarat warna yang menggoreskan rupa di lukisan hidup kita. Jika harus menuliskan warna apa saja yang menghiasi lukisan hidup saya tahun ini, maka berikut ini beberapa warna yang memberikan nuansa baru di hidup saya:

1. Putih Hitam Kertas Tesis

20150410_100910Awal tahun menjadi perjuangan terberat menyelesaikan studi S2. Setelah tertinggal jauh menjelang masa liburan, Januari dan Februari menjadi saksi perjalanan awal penelitian tesis saya. Dari konsultasi yang menjenuhkan, keberadaan dosen yang timbul tenggelam, hingga persyaratan administrasi yang begitu menyulitkan. Semua seakan mendukung pengalaman yang tak terlupakan meraih gelar yang lebih tinggi.

(more…)

Teruntuk Ibu,

Sudah lama aku tak berkabar padamu. Dalam rindu yang mulai menusuk tajam hingga melukai hati ini, aku mulai tertatih merangkai kata ini untukmu. Menyampaikan padamu betapa waktu yang tak kuhabiskan bersamamu adalah duka yang harus aku telan bersama malam yang kulalui sendiri dalam tiap tidurku. Aku merindu dekap pelukmu dari dingin yang merangkul tubuh ini, seperti rindu wejangan tak berpamrih yang kau berikan di semua tingkah dan gerakku.

Aku selalu teringat akan wajah teduh bermata penuh yang menemani kala sakitku. Semua rapalan doa-doa yang kau panjatkan demi kesembuhan, seakan menjadi musik-musik penenang jiwa yang masih tak pandai membahagiakan dirimu. Kala malam semakin larut, ingatku padamu seakan semakin membuncah dan penuh hingga tak jarang bermuara pada tangis merindu.

(more…)

Bersama Hujan

Posted: March 2, 2015 in Curcol, Rasa
Tags: , , ,

Dan hujan menyamarkan semuanya
Deras rintiknya menutupi derunya suara
Mendendangkan alunan kesepian
Mengajak kita tuk sejenak sendiri dan diam
Tak usah kau katakan yang kau rasakan
Teriakan mu juga takkan terdengarkan

Sekali lagi hujan merayumu
Tuk berembuk dulu pada sibukmu
Pada mereka yang menantimu
Pada mereka yang membanggakanmu
Sejenak saja, pikirkan dirimu

Dan bila hujan pun pergi
Ia meninggalkan tetesnya yang membasahi
Bukan tuk mengotori,
Namun tuk membersihkan pikirmu yang tertatih

Bersama hujan, awan dan langit
Diiringi semilir angin nan dingin
Begitulah sepertinya kita
Ada waktu bersama yang dirindukan

#UNM.15:50

Menunggu Tanpa Kepastian

Posted: March 2, 2015 in Curcol, experience
Tags: , ,

Sudah sejam duduk di ruangan ini, tak terasa kursi inipun mulai terasa hangat.
Entah semangat saya yang tadi berapi-api telah berpindah kepadanya, atau ia yang telah bosan menemaniku sedari tadi.
Selasar inipun mulai ramai, beberapa mahasiswa yang kebanyakan berhijab ini saling berebut kursi sembari mulai berkutat dengan laptop masing-masing. Samar-samar juga terdengar bisikan cerita tentang aktivitas perkuliahan mereka hari ini, serasa mereka lebih sibuk berbagi kisah ketimbang diskusi tentang tugas kuliah mereka.
(more…)

Cinta Tali Pusar

Posted: February 24, 2015 in Curcol, Rasa
Tags: , ,

image

Selamat datang pembaca yang tak setia, kali aku tak bermaksud cerita,  hanya sedikit mengumpulkan kenangan atas masa lalu yang mungkin terkesan bejat. Antara X dan Y biarlah seperti itu. X dan Y itu rumit. Mereka adalah hitungan matematis yang tak terduga, tergantung kalian merubahnya dengan variabel apa dan mengapa. Terserah. Begitupun kisah ini..semua terserah pada saya. Ini objektivitas yang subjektif. Saya melihat dua mata yang saling bertautan. Antara X dan Y. Mari kita menemukan jawaban dari rumusan sederhana ini.
Analisis awal X:
Yah, ini tentang cinta, namun jika itu adalah pertemuan yang tdk disengaja, maka akan aku tuliskan pada catatanku, lalu ku tempelkan tepat di layar depan Tab yang mungil ini.tepat di depannya..”tak satupun yang kebetulan,semua ada dalam skenario dan semua itu harus dijalani”…begitu mungkin tepatnya tertulis sudah dicatatan itu.
(more…)

Masih Bersamamu, Dulu dan Kini

Posted: September 27, 2014 in cerpen, Rasa
Tags: , ,

Saya tak pernah menyangka dalam deret waktu yang sangat lama itu saya tak mampu menepis ruang rindu yang tak semestinya hadir dalam hati yang telah tertambat pada ruang kasih yang abadi ini. Aku dan ruang memori kita dulu itu mengajarkanku akan banyak hal. Seperti cinta yang sejatinya tak pernah luntur pada jarak dan masa kala itu
Ah sudahlah, tak ada jua gunanya saat ini, semakin lama semakin sakit mengenang masa lalu itu. Toh saat ini waktu telah mengubur dalam luka itu, sakit yang tak bisa dimengerti oleh hati ini karena semestinya semua tak seharus seperti ini. Mungkin rumit kisah ini tuk dirunut semakin mendalam. Namun aku tahu, bahwa dalam setiap kebersamaan itu, ada rindu yang mengharuskan aku mengunjungi kenangan kita dulu, bahkan saat kita tak bertemu dalam nyata. (more…)

Aku Tidak dalam Pikirmu

Posted: March 10, 2014 in cerpen
Tags: , ,

Tak ada yang pernah tau apa yang terjadi saat kita sedang tertidur, apatah lagi dalam tidur yang begitu pulasnya. Dan hal itulah yang membuatku terheran-heran pagi ini. Di saat kau menyambut ku dalam pagiku aku tak melihat senyum indahmu lagi. kau memang wajahmu yang begitu kusut, tegang dan ketus. Sembari menyiapkan sarapan di heja makan itu, kau berkata begitu lirih seakan menusuk dan menyeretku dalam ruang pesakitan. “hmm. bagus yah..sampai terbawa kedalam mimpi segala, pake sebut -sebut namanya lagi, ani..anii… dua kali lagi. Memangnya saya kurang apalagi mas?” (more…)

Bukan Aku Marah

Posted: February 24, 2014 in Curcol
Tags: , ,

Nak, hari Ini aku semangat sekali.  Pagi-pagi, aku berjalan dari rumah dinas tuaku. Tak ada sedikitpun lelah dalam rute panjangku pagi ini. Aku tiba lebih awal, meski seharusnya kalian yang harus menungguku di dalam ruang kelas ini.
Aku duduk di bangku seok tua tak berwarna lagi. Ia mulai lapuk termakan usia. Sesekali kulirik jauh dua tiga pipit coklat bermain di dahan padi yang mulai menguning. Di sela lubang Jendela kelas inilah oase kesejukan pagi selalu memberiku semangat menghadapi penantian ini. (more…)

(Mantan) Ruang

Posted: February 21, 2014 in Cerpen, Kuliah
Tags: , , , , ,

Jumatan telah selesai, kami meluncur dengan kecepatan biasa-biasa saja, melontarkan deru polusi mesin matic dan honda supra yang sedari tadi menemani. Kami bertiga, ada A, I, dan U..(kurang E dan O). Kami bertiga tadinya berbanyak-banyak ria, namun tuntutan profesi, kami berpisah meniti karir di dunia berbeda (dunia lain juga). Kami tadinya dihampiri kegalauan dengan tingkat bervariasi, mulai tinggi, sedang, dan rendah. Si A mungkin rendah, atau juga sedang, aku masih sedang pun tak tinggi, Namun si U, ternyata galaunya tertinggi. Muasalnya tak lain adalah penutup kepala kulit membalut plastik elegan dengan kaca yang sisi kerenitasnya tak lagi diragukan, telah dipinjam orang lain tanpa sepengetahuan kami. Sang peminjam yang tak segan-segan mencongkel dan memindahkannya ke tempat yang tak kami ketahui lagi, tanpa kabar, nampaknya ia tak bermaksud mengembalikannya lagi.

Diluar kegalauan itu, si U tetap bersyukur pada_Nya, toh hanya bagian kecila tersebut yang diambil, gimana kalau yang diambil bagian besarnya? Hm, selalu ada jalan tuk mengajari kita bersyukur. Setidaknya pengalaman kali ini menampar-nampar kami untuk melihat dari segala sisi. Tadinya kami melihat dari sisi efisiensi waktu, ternyata kami teledor dalam hal keamanannya. (more…)