Posts Tagged ‘makassar’

Jamuan di Pasar Pagi

Posted: June 6, 2014 in jelajah
Tags: , , ,

Pagi masih terlalu pagi, belum pula langit memutihkan warna kebiruan nya. Dalam beroda dua melajukan aku pada mereka. Pada kumpulan pekerja pagi yang melawan kantuk dan nikmat tidur para pemalas. Melesat jauh dalam hitungan kilometer, menjadi pengamat pintu- pintu yang masih rapat terkunci. Siraman air pada aspal, pada bunga dan tatanan pagar besi yang tertutup debu kota ini. Tak ada penghisap debu, hanyalah sapu lidi dan ijuk kepercayaan pembersih jalan-jalan ini, entah kapan mereka terjaga hingga kini tanggungjawabnya hampir usai. Mereka tak Peduli pada apa dan siapa yang melintas di dekatnya, pada panther antar kota berkecepatan tinggi, pada pete-pete dinihari yang melambatkan lagu pada tiap-tiap lorong, atau para kelas atas yang bersepeda full style pagi ini. Tak ada yang menarik bagi mereka. (more…)

Advertisements

Coto Daeng Kulle

Posted: February 7, 2014 in experience, jelajah, Uncategorized
Tags: , ,

Ada yang suka makan coto? Atau ada yang belum menemukan referensi kuliner dengan rasa dan porsi yang mantap? Nah kalo begitu postingan ini bisa menjadi rujukan bagi kawan-kawan. Kuliner coto memang merupakan makanan khas kota makassar yang dijual hampir di semua sudut kota dan ruas jalan di kota Daeng ini. Namun di antara semua penjual coto yang diasuh oleh berbagai ahli coto, salah satu yang terbaik menurut saya dalam hal porsi dan rasa. Walaupun ini hanya menurut saya saja namun bagi yang doyan mencoba hal-hal baru maka coto yang satu ini patut untuk dicoba.
Seperti kebanyakan penjual coto, Dg. kulle membuka warung cotonya di pinggir jalan yang dilalui oleh masyarakat. Tepat di sisi barat JL AP Pettarani warung ini dapat dijumpai dengan mudah, di depannya terpampang jelas spanduk papan namanya ” Hidangan Coto Makassar Daeng Kulle”.

image

Dari penampakan dan penampilannya hidangan coto ini (more…)

Pagi di Jalan Urip

Posted: February 7, 2014 in daily life
Tags: ,

image

Kuliah pagi merupakan salah satu penyebab hari dimulai lebih dini. Saya berangkat lebih dari cepat karena jarak yang sangat jauh dari kampus. Dengan suasana pagi yang telah ramai dengan para commuter makassar yang berasal dari kabupaten gowa dan maros. Kedua kabupaten tersebut merupakan penyumbang terbesar para pengendara yang memadati jalan-jalan kota Makassar di pagi hari. Yah, telah jadi sebuah fenomena bagi kota besar yang mana masyarakat yang setiap harinya bekerja di pusat kota memilih untuk bermukim di luar kota. Bagi saya Pribadi perjalanan pagi hari menuju kampus merah akan menemukan sensasinya saat memasuki jalan Urip Sumiharjo. Setelah berbelok di persimpangan flyover, jalan urip sudah sangat ramai dan padat merayap. Namun yang membuatnya menarik adalah kilauan sinar Mentari dari arah depan. Cahaya kuning keemasan yang berkilau dan berpendar-pendar seakan menyambut para pengendara dengan kehangatan dan keramahan pagi di kota Makassar.  Pagi di jalan Urip adalah semangat terbarukan yang tetap berpendar sepanjang jalan. Menikmati indahnya mentari pagi ini akan menghilangkan rasa lelah berkendara dan tak terasa nantinya kita akan tiba di tujuan lebih cepat dan penuh dengan semangat.

image

Selamat pagi terucap dari hangatnya mentari di Jalan Urip.
Thanks for Reading 🙂

Journey Report

Posted: February 6, 2014 in experience
Tags: , ,

Setelah berada tiga hari di kota Makassar ini, barulah laporan perjalanan ini dapat saya selesaikan. Kesibukan membersihkan kamar kost dan persiapan kuliah perdana di semester genap ini ternyata menyita waktu yang cukup banyak, walhasil tak ada kesempatan tuk menyusun tulisan perjalanan ini.

Secara keseluruhan perjalanan kali ini berjalan lancar dan alhamdulillah tak ada hujan yang menghujam daerah yang saya lalui. Tidak seperti perjalanan mudik sebelumnya, yang harus mendamparkan saya di salah satu masjid di wilayah Pangkep, untunglah saat itu hujannya cepat redah jadi perjalanan saya dapat berlanjut lagi.

Untuk perjalanan kali ini saya berhasil mengabadikan beberapa gambar yang cukup menarik perhatian saya, yaitu model dari arsitektur masjid yang berada di pinggir jalan utama yang saya lalui. Berikut ini beberapa model masjid yang megah dan sangat indah yang menurut saya patut untuk dikunjungi.hehe

1. Masjid Raya Islamic Center di Sidrap

 

image
(more…)

image

Warung Mbak Inayah merupakan warung makan khas jawa tepatnya berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Warung makan yang berada di Jalan Malengkeri Parangtambung ini selalu ramai dikunjungi oleh para penggemar kuliner terutama bagi yang suka akan rasa pedas. Yah, sambal lalapan dari menu ayam goreng di warung ini mempunyai sensasi pedas yang sangat terasa, membuat kita seakan ketagihan untuk kembali ke warung tersebut. Saya sendiri mulai mengenal warung makan ini sejak kuliah S1 di semester akhir tepatnya. Sejak saat itu saya selalu menyempatkan diri untuk mencicipi masakan khas jawa tersebut. Selain menu ayam goreng, warung mbak inayah ini juga menyediakan mie goreng, mie kuah, soto ayam, gado-gado dan nasi goreng. Yang terakhir merupakan salah satu favorit saya saat keuangan sedang menipis.hehe. Hampir semua menu di warung ini sudah pernah saya cicipi, tapi lebih sering ayam dan nasi gorengnya. Soal rasa, kedua menu tadi yang paling menonjol dan terfavorit, yang lain rasanya masih sama dengan warung-warung makan lainnya.
Karena memiliki cita rasa yang maknyos, warung ini selalu ramai dikunjungi. Bahkan banyak yang rela antre sampai 1 jam hanya untuk mendapatkan pesanan ayam goreng atau nasi goreng dari mbak inayah ini. Selama saya makan di tempat ini, saya selalu menunggu, dan pasti menunggu. Paling cepat itu saya menunggu itu 10 menit. Sisanya selalu lebih lama. Wajar saja butuh waktu yang lama untuk menikmati kuliner di warung ini,karena prinsip pelayanannya adalag “serve freshly from di oven.haha” Yah, semua menu disini diolah secara langsung saat pengunjung memesan, mereka tidak memasak terlebih dahulu kemudian tinggal memanaskan dan menyajikannya. Hal inilah yang menjadikan warung inayah semakin banyak diminati walaupun harus mengorbankan waktu yang cukup lama untuk antri. Selain masakan yang fresh warung ini juga memberikan menu dalan porsi yang cukup besar atau porsi jumbo jika dibandingkan dengan menu yang sama di warung-warung lain. Harganya pun sangat terjangkau, untuk menu lalapan ayam goreng plus nasi harganya hanya Rp.14.000, sedangkan menu lainnya harganya rata Rp.9000,-. Cukup murah bukan, apalagi dibandingkan dengan porsi dan citarasa yang nikmat. Silahkan dicoba aja mba mas yang hoby makan kuliner nikmat ini.hehe

Makan-makan saat hujan

Posted: December 31, 2013 in daily life, experience, jelajah
Tags: , ,

Yeah, makan-makan saat hujan adalah sebuah keharusan. Secara perut kosong dengan cuaca yang dingin mengharuskan kita aktif untuk menguyah dan mengisi perut yang selalu terasa lapar, apalagi sepulang bepergian yang menyebabkan kita harus berbasah-basah ria. Salah satu makanan favorit saya kalo lagi musim hujan adalah mie pangsit. Mie yang diolah dengan cara unik ini memberikan sensasi rasa yang tidak saja mengenyangkan tapi juga memberikan kepuasan rasa yang nikmat. Salah satu tenpat makan mie pangsit yang paling sering saya kunjungi adalah mie pangsit-bakso juta rasa.
image
Penjual Mie pangsit yang asli dari Jawa ini adalah salah satu penjual mie yang setahu saya cukup terkenal saat ini. Dari ruangan yang digunakan terlihat jelas betapa banyak pengunjung yang sering datang berkunjung ke tempat. Buktinya, waktu terakhir saya makan, saya bertemu dengan beberapa teman lama saat kuliah dulu, bahkan teman2 yang saat inipun sering ketemuan disana. Dunia lama memang selalu menuju ke pusat kuliner tuk bersua, mempertemukan sesama teman lama disana. Jika kalian ingin mencoba rasa mie pangsit yang nikmat atau sekedar ingin nongkrong menunggu teman lama, mie pangsit-bakso juta rasa recommended banget deh. Segeralah meluncur ke Jl. St.Alauddin, beberapa meter dari pertamina Alauddin. Dulunya sih, sekitar 4 tahun yang lalu mie pangsit-bakso juta rasa memiliki 2 cabang di Pettarani, yaitu tepat di samping LPMP Sul-sel dan di depan kantor Telkom. Namun sekarang yang saya tahu sisa satu doank, the one and only warung juta rasa di Alauddin. I think that’s all.