Posts Tagged ‘Merantau’

Merantau

Posted: September 6, 2017 in Uncategorized
Tags:

Subuh ini setelah shalat berjamaah dengan kak Angga, kami menembus sunyinya jalan kota Makassar menuju Bandara Sultan Hasanuddin. Saya duduk depan tapi bukan di belakang kemudi. Tepat di kursi belakang saya, ada kak angga, istrinya di samping kanannya tepat di belakang supir dan anaknya duduk di antara mereka yang tetap sibuk berceloteh.  Si supir yang seumuran saya masih terlihat kantuk, air bekas cuci mukanya pun masih segar terlihat bergelayut di ujung rambut tepi wajahnya. Dengan leluasa ia mencari saluran radio di tape mobilnya. A way back into love pun mengiringi kepergian di subuh yang beku, bersusulan lagu lawas lainnya yang jadi pilihan di Radio Delta FM.  

Di perjalanan kami memastikan tiket yang sudah dipesan. Dan ternyata tiket elektronik kak angga tidak dapat diakses di aplikasi whatsapp nya. Tiketnya dikirim dari kakaknya beberapa hari lalu. Handphone yang sudah teresetpun jd penyebabnya. Sempat ingin mencari file screenshotnya, tapi untungnya kakak iparnya sigap mengangkat telepon dan mengkonfirmasi akan mengirimkan ulang tiketnya. Jadi akhirnya masalahpun beres. 

Dalam sisa perjalanan hanya banyak diam beku tanpa suara, sesekali sang istri bertanya hal-hal remeh temeh untuk mencairkan suasana. Saya..menyanyikan lagunya kerispatih hingga tetangga mobilpun jadi terenyuh mendengarnya..haha, itu hanya khayalan saya. Nyatanya saya hanya diam agar bisa tetap menjala solidaritas. 

30 Menit lamanya membela ruas poros utama akhirnya sampai juga. Mobil menepi di sisi jalur keberangkatan, sigap kami menurunkan barang dan berjalan mengular di pemeriksaan masuk. Check in pun demikian dengan antrian panjangnya, kamipun menunggu cukup lama sekitar 20 menitan. Saat check in tas ransel saya terindikasi kelebihan muatan alias overload, akhirnya ia harus masuk bagasi. Mudah mudahan tas yang sudah usur itu bisa bertahan dengan perlakuan pegawai bagasi, soalnya dari video yang pernah saya lihat perlakuan mereka memang kasar. Kasian si ranselLaptop dan berkas saya pindahkan ke totebag yang sudah saya siapkan.  Setelah kak Anggapun selesai check in, kami kembali keluar untuk pamit dengan istri dan anak kak Angga. Suasana perpisahan yang kental trrlihat dari peluk sayang dan cium mereka. Baik-baik yah, katanya. Bayangkan saja bagaimana percakapannya yah. 

Kami pun menuju Gate 4, dan tepat pukul 06.15 kami sudah masuk pesawat.  10 menit kemudian peawatpun take off. Selamat tinggal sementara Makassar.  Kami merantau dulu sejenak.

Advertisements