Posts Tagged ‘puisi’

Kala Waktu Tak Lagi Setia

Posted: March 3, 2015 in Curcol, Rasa
Tags: , ,

Sejak dulu selalu dikata bahwa waktulah yang mampu setia. Katanya ia tak pernah ingkar, selalu sama dan tak pernah beda.
Ia mengabadikan setiap detik menjadi menit.
Mengumpulkan menit menjadi jam
Bersama jam itu menuju hari
Berganti dan berputar bak roda

Namun ia tetap setia pada hitungannya
Detik yang selalu menjadi awal menit
Menit yang tetap pada hitungan ke-60nya
Hari yang berputar pada ke-7 jenisnya
Masih seperti itu…
Tak pernah berganti meski mungkin ia merasa lelah

Aku heran padanya
Apakah ia tak merasakan kebosanan?
Berlaku seperti itu trus dan trus
Tak henti meski tak ada yang peduli

Mungkin nanti jika aku menjadi seseorang
Kan ku bebaskan waktu dari penindasan
Seperti dulu senior kami benci akan penindasan
Meski ini mungkin sebuah kegilaan

Waktu yang bebas dan tanpa hitungan
Tanpa paksaan tuk berganti di tiap putaran
Semaunya ia akan menetap dan menunggu
Hingga semua akan tertawa tanpa perlu berhenti

Bayangkan waktu mengikuti maunya
Ia tak lagi menjadi penyebab musibah
Ia takkan membuatmu terlambat lagi
Ia takkan mengurangi kesenanganmu lagi
Ia akan tetap menyimpan ruang bersama keluargamu nanti
Dan waktu pun kan menjadi penyelamat dalam hidupmu nanti

Sampai waktu terbebas nanti
Ku ingin mengenang dulu
Sepenggal bait lagu yang lampau
Hingga ku lupa kapan kan berganti
Waktuku takkan lama lagi
Ia akan bebas dan tak bertepi
Tak lagi ada menit yang dibatasi
Tak lagi ada hari yang tak terganti
Bahkan bulanpun tak lagi selusin
Semua bebas berimaji
Hingga kau merasa nanti
Bahwa saatnya tuk mati
Maka saat itulah waktumu kan terhenti
Dan tak bisa berganti lagi

Waktu yang mati
Tak bisa bebas berkreasi
Ia tahanan kehidupan yang pasti
Ia mengabdi pada kesetiaan yang abadi
Dan itulah waktu..menunggu waktu tuk hidup tak terbatas waktu.

Pra-pradilan Masa Lalu

Posted: February 23, 2015 in Rasa
Tags: , ,

image

Lama waktu berlalu
Dalam detik jua berganti menit
Melintas masa berselang hari
Sudah lama ini ia terhenti
Tersedak sedikit takut memulai
Jika harap tak lagi berada
Asa pun gugur terderai lenyap

Aku berpikir dalam logika
Kala kita menuntut etika
Saat estetika dan retorika
Bersatu menggugat seketika
Aku berjalan dalam diam
Tanpa gerak dalam ruang
Pikir melayang bagai terbang
Jauh disana tak ingin pulang

Sekali lagi aku kembali
Melihat niat tuk sedikit berbakti
Pada mu diri yang tertatih
Yang kini rentah dan tua menanti
Aku pulang dalam kenangan
Bersama luka berbalut pengalaman
Merasakan rindu yang tak lagi senang
Namun hanya indah mengenang (more…)

Teruntuk diam dalam Maafku

Posted: February 23, 2015 in jelajah, kuliner
Tags: , , ,

image

Ingatkan aku pada waktu
Kala mentari mengalahkan hujan
Panas dan terik pun melelah
Kan ku bawa kau pada tujuan
Nikmati rasa coklat yg meleleh

#YumyumEsGoreng

Lelah Kataku

Posted: February 19, 2014 in Rasa
Tags: , ,

Tersudut yang tersambut pagi
Kala lelah pena tuk merangkai kata
Tak lagi menantang ide imaji
Dalam sulit mencoba berkata

Titik jenuh mengepul ibarat mendung
Awan gelap tak menggerakkan pikir
Kala semua menghujani, dalam bosan tuk berkata
Aku menikmati hujan bosan itu

Aku mungkin basah kali ini
Aku mencoba menikmatinya
Meski jauh di dasar hati ini
Aku ingin mentari kataku lagi

Lelah bukan pilihan tuk berkata
Namun dalam kata ada lelahku
Moga semangat tak termatikan lagi
Hingga ia meredup dan perlahan berkobar lagi

#fightforwriting

Kamar itu Tak Berkata

Posted: February 13, 2014 in Rasa
Tags: , ,

Aku pernah sekali
Mungkin juga berkali-kali
Ku buka pintu kamar itu
Dan kusadari aku menemukan kata itu disitu

Kamar itu tak berdinding
Kamar itupun tak berjendela
Hanya pintu waktu yang selalu lupa ditutupkan
Untukku memastikan kamar itu masih disitu (more…)

Posted: February 11, 2014 in Rasa
Tags: ,

Kata tak lagi kuat berdiri
Lelah ia tersungkur pada lututnya
Bias suara tak lagi mengaliri
Tersumbat sudah getar pitanya

Lisan kita terlelap akan bisunya
Ceramah itu usang dan kering
Petuah yang menua
Nasehat pun tak lagi sehat

Urat lisan itu keluh berakar tunggang
Tanam dalam-dalam hingga pucuk hati
Meretas bak ulat menggeliat kejang
Tuntas sudah lisan menoreh luka hati

Namun beku hati bukan beku cinta
Cinta Itu sejati
Menanti mati bukan pilihan cinta
Tersakiti, Cinta malah menjadi-jadi

Tak ada kata cukup
Tak ada kata putus
Semua takkan terhenti
Semua takkan mati

Cinta, yang bisakan lisanku bertutur Pada waktu yang tak lagi kulalui
sebab ruang itu telah penuh rindu dan berdebukan kenangan
Mata ini telah setengah penuh berair
Air peluh jentik mataku mencarimu
Kan kutangkupkan tetes-tetesnya
Agar tak lagi haus cinta ini

###
Terantuk Dinda, kasih yang tak selalu indah

Hilang Logika

Posted: February 11, 2014 in Rasa
Tags:

Kata demi kata terurai
Logika demi logika bermain
Perbandingan rasa gengsi dan ego
Termaram dalam bias kegagahan

Semakin dalam dan jauh
Mengajak dan mencandu
Terbuang dalam nikmat
Harap masalah pun terurai

Kau simpan puisi mu
Kau rasa asap berkepul
putih seperti kafan
Ia bahkan  tak tertidurkan

Anganmu kadang berkila
pikirmu juga tak lemah
Kau cerdas akan logika
Namun jiwa mengalahkan Semuanya

Tak proseskah kata
Tak terjangkaukah ilmu
Ato kau tak berpikir?
“Merokok Membunuhmu”

Rasaku itu Pahitnya Manis

Posted: February 11, 2014 in Rasa
Tags: , , , ,

Pernah rasa dalam lidah mengecap
Terbalikkan mata bukan aroma
Manis itu pahit
Pahitnya pun manis
Aku tegak dalam dudukku
sekali memandang lelah cairnya luka
Pada rindu yang membumi
Terpatri dalam rasa-rasa

Lupa aku dalam ingat
Terkadang sering pada jarangnya waktu
Manis itu juga pahit
Bukan lidah namun hati nan pilu

Rasa-rasanya bukan pahit
Rasa-rasanya bukan manis
Akankah waktumu mulai hambar
Tak ada rasa dari aroma langkah

Tegaknya kaki bukan berdiri
Namun ia lari dalam diamnya
Terus berlari
Hingga tak ada lagi diam dalam larinya.