Posts Tagged ‘rindu’

Bersama Hujan

Posted: March 2, 2015 in Curcol, Rasa
Tags: , , ,

Dan hujan menyamarkan semuanya
Deras rintiknya menutupi derunya suara
Mendendangkan alunan kesepian
Mengajak kita tuk sejenak sendiri dan diam
Tak usah kau katakan yang kau rasakan
Teriakan mu juga takkan terdengarkan

Sekali lagi hujan merayumu
Tuk berembuk dulu pada sibukmu
Pada mereka yang menantimu
Pada mereka yang membanggakanmu
Sejenak saja, pikirkan dirimu

Dan bila hujan pun pergi
Ia meninggalkan tetesnya yang membasahi
Bukan tuk mengotori,
Namun tuk membersihkan pikirmu yang tertatih

Bersama hujan, awan dan langit
Diiringi semilir angin nan dingin
Begitulah sepertinya kita
Ada waktu bersama yang dirindukan

#UNM.15:50

Pra-pradilan Masa Lalu

Posted: February 23, 2015 in Rasa
Tags: , ,

image

Lama waktu berlalu
Dalam detik jua berganti menit
Melintas masa berselang hari
Sudah lama ini ia terhenti
Tersedak sedikit takut memulai
Jika harap tak lagi berada
Asa pun gugur terderai lenyap

Aku berpikir dalam logika
Kala kita menuntut etika
Saat estetika dan retorika
Bersatu menggugat seketika
Aku berjalan dalam diam
Tanpa gerak dalam ruang
Pikir melayang bagai terbang
Jauh disana tak ingin pulang

Sekali lagi aku kembali
Melihat niat tuk sedikit berbakti
Pada mu diri yang tertatih
Yang kini rentah dan tua menanti
Aku pulang dalam kenangan
Bersama luka berbalut pengalaman
Merasakan rindu yang tak lagi senang
Namun hanya indah mengenang (more…)

Rindu Rumah

Posted: October 4, 2014 in Curcol, Rasa
Tags: , ,

Ketika malam ini takbir bergema, bertalu-talu sepanjang telinga ini mampu mendengar, sesibuk pemikiran menjauh dalam hayal ini. Pada masa dulu dalam kebersamaan malam. Ketika shalat usai dilaksanakan, bapak memulai takbir yang tanpa nada, tanpa cengkok ataupun irama, hanya suara datarnya yang berucap penuh khidmat. Berselang berbalas oleh kami, ada kakak, adek dan juga mamak di belakang kami. Seakan ruang kecil sederhana itu bergema dan berasa ratusan kali lebih indah sahutannya dari speaker masjid yang jauh di sana. Bersama malam yang tak bisa menutupi rasa dinginnya hati, ataupun semilir angin yang membawa sejuta rindu tuk kembali dalam suasana itu, sejenak merenungkan diri akan kesempatan yang mungkin telah banyak dilewatkan tuk berbagi.
Dalam setiap momentum kisah bersama keluarga, kala tak ada logika yang menjadikan kita satu, hanya rindu dan kehangatan keluarga yang menjadi kiblat kembali yang abadi. Seperti hari-hari lain yang berganti, tak ada beda sebenarnya dengan hari esok yang dinanti. Namun, ada rasa yang hilang dari kepingan kisah yang ada pada masa lalu kita. Untuk masakan yang terhidang selepas hari raya, ataukah kunjungan keluarga yang menuliskan kisah sendiri. Sebagai pribadi yang merindukan itu, nikmat kesendirian ini tergadaikan dengan kenangan itu. Serasa ingin melintas berpuluh-puluh jarak yang memisah, merangkul semua rindu yang ada, lalu menumpahkannya disana, bersama bapak, bersama mamak dan mereka yang tak henti menyayangi tanpa pamrih. Moga seperti ini bertahan dalam setiap ruang yang ada. Rindu Keluarga di Hari Raya.