Posts Tagged ‘menulis’

Dalam hiruk pikuk kesunyian malam, sejenak bermimpi untuk kembali ke dunia nyata. Dalam malam-malam akhir-akhir ini, seorang gila namun waras bercerita tentang hal-hal yang tidak ia ketahui. Tentang berbagai pengalaman yang tidak pernah ia alami dan bagaimana ia akhirnya menyelesaikan masalah yang sampai kini membuatnya pusing.

Terkadang sebuah kebohongan takkan nampak jelas jika ia dikemas dengan rapi. Pun begitu sebuah kejujuran akan nampak tak berarti jika ia dikatakan seadanya. Hidup dalam kesederhanaan tak lagi menjadikan kita lebih baik di mata orang lain. Hanya perasaaan tenang bagi jiwa dan raga.

Banyak di antara kita, merasa kuat tuk hal-hal yang tak bisa kita angkat sedikitpun. Tapi juga tak jarang merasa lemah tuk mengatasi masalah yang sangat mudah. Seperti lelaki yang menyatakan dengan mudahnya kata suka dan sayang, dan seperti wanita yang menolak mencinta karena takut dengan rasa sakitnya. (more…)

Advertisements

“..Bagi pengendara…untuk tidak menggunakan handphone saat mengemudi…”

Suara merdu itu mulai akrab di telinga saya sejak beberapa bulan belakangan. Sejak menggunakan perangkat lampu lalu lintas yang baru, beberapa titik persimpangan di Kota Makassar telah dilengkapi dengan pengeras suara. Fungsi pengeras suara ini lebih sebagai media informasi yang berusaha mengingatkan pengendara yang melintas untuk tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban saat berkendara. (more…)

Dalam keseharian kita sebagai mahasiswa tingkat S2, tentu saja tuntutan menulis dan menuangkan ide itu bukan hal yang baru dan tentu saja perlu perhatian khusus. Jenis tulisan inipun lebih dikenal dengan Tulisan Akademik. Kami sendiri merasa menulis akademik terkesan menantang dan penuh dengan kegalauan. Terkadang memulai tulisan itu memakan waktu 2 hari, menyempurnakan isinya baru pada H-2, bahkan ada yang katanya (ini hanya katanya) tulisannya bisa selasai pad malam hari sebelum hari deadlinenya. Hm, apa sebenarnya yang menjadi kendalanya yah? Menurut hemat penulis sendiri ada banyak hal, namun kali ini kita akan coba mengintip apa dibalik semua itu.

Sebenarnya menulis akademik itu mudah. Dalam tulisan akademik, kita dituntut untuk mengemukakan pendapat kita dan tetap mengantispasi kontra argumen yang mungkin muncul. Kita harus mampu untuk mengatur ide yang kita punya dalam barisan kata yang panjang ataupun singkat. Jalan ceritanya tidak akan sepenting kejelasan dari tata letak yang logis tentang ide-ide tersebut. Terkadang kita juga harus menguasai kosakata teknikal dan juga penggunaan yang tepat terhadap kata-kata tersebut dalam bidang ilmu kita.

(more…)

Lelah Kataku

Posted: February 19, 2014 in Rasa
Tags: , ,

Tersudut yang tersambut pagi
Kala lelah pena tuk merangkai kata
Tak lagi menantang ide imaji
Dalam sulit mencoba berkata

Titik jenuh mengepul ibarat mendung
Awan gelap tak menggerakkan pikir
Kala semua menghujani, dalam bosan tuk berkata
Aku menikmati hujan bosan itu

Aku mungkin basah kali ini
Aku mencoba menikmatinya
Meski jauh di dasar hati ini
Aku ingin mentari kataku lagi

Lelah bukan pilihan tuk berkata
Namun dalam kata ada lelahku
Moga semangat tak termatikan lagi
Hingga ia meredup dan perlahan berkobar lagi

#fightforwriting